Против Coinbase подан еще один иск с требованием возмещения убытков от падения акций в связи с утечкой данных

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-26Terakhir diperbarui pada 2025-05-26

Coinbase и два руководителя столкнулись с еще одним предложенным коллективным иском из-за падения цены акций криптовалютной биржи после раскрытия утечки данных пользователей в начале этого месяца и из-за предполагаемого нераскрытия нарушения соглашения с британским регулятором.

Инвестор Coinbase Брэди Несслер заявил в иске от 22 мая, поданном в федеральный суд Пенсильвании, что утечка данных и предполагаемое нарушение соглашения с Управлением по финансовому надзору Британии привели к «резкому снижению рыночной стоимости обыкновенных акций компании», в результате чего акционеры понесли «значительные убытки и ущерб».

Coinbase заявила 15 мая, что ее счет за возмещение ущерба может составить до 400 миллионов долларов после того, как четырьмя днями ранее она подверглась попытке вымогательства на сумму 20 миллионов долларов, когда несколько ее агентов службы поддержки клиентов были подкуплены, чтобы получить доступ к внутренним системам и украсть ограниченное количество данных учетных записей пользователей.

Несслер заявил, что акции Coinbase (COIN) упали на 7,2% и закрылись на отметке 244 доллара 15 мая в результате раскрытия информации. Тем не менее, акции все же вернулись, подскочив на 9% и достигнув отметки 266 долларов к закрытию торгов 16 мая, согласно Google Finance.

Акции Coinbase закрылись более чем на 3% 23 мая на отметке 263 доллара, упав еще на 1,62 доллара после закрытия торгов. COIN вырос почти на 6% с начала года.


Coinbase упала с торговой сессии 23 мая. Источник: Google Finance.

Жалоба Несслера, по всей видимости, является первой, в которой утверждается об ущербе, причиненном падением акций Coinbase после раскрытия утечки в серии недавних коллективных исков по этому инциденту.

Криптовалютная биржа получила не менее шести исков в течение нескольких дней после раскрытия утечки данных, во всех из которых ее обвиняли в неправильном реагировании на инцидент и неспособности защитить свои данные.

Нарушение соглашения в Британии нанесло ущерб акциям, говорится в иске

FCA оштрафовало британское подразделение Coinbase на 4,5 млн долларов в июле 2024 года за нарушение добровольного соглашения 2020 года, запрещающего бирже принимать клиентов, которых регулятор считает высокорискованными.

FCA заявило, что Coinbase приняла 13 416 клиентов, которых регулятор считает высокорискованными, и предложила им криптовалютные услуги.

Несслер заявила в иске, что штраф привел к падению акций Coinbase более чем на 5%, закрывшись на отметке $231,52 25 июля 2024 года.

Несслер также заявила, что Coinbase не раскрыла, что нарушила это соглашение, когда биржа впервые разместила свои акции на Nasdaq в апреле 2021 года, и в результате «рыночная цена ценных бумаг компании была искусственно завышена».

Несслер утверждает, что если бы она знала о нарушении соглашения, она бы не купила акции по «искусственно завышенным ценам».

Групповой иск был подан от имени всех, кто купил акции Coinbase в период с 14 апреля 2021 года по 14 мая 2025 года, и требует возмещения ущерба и суда присяжных. Генеральный директор Coinbase Брайан Армстронг и финансовый директор Алесия Хаас также названы в качестве ответчиков.

В другом иске, поданном в Иллинойсе 13 мая, утверждается, что Coinbase не уведомила пользователей в письменной форме о сборе, хранении или предоставлении их биометрических данных, а также о цели и графике хранения их данных.

Bacaan Terkait

Tanpa DeFi, Apakah RWA Masih Bermakna?

Pembahasan industri RWA seringkali dimulai dengan visi sederhana: tokenisasi aset seperti obligasi, saham, atau komputasi. Namun, tokenisasi saja ibarat memberi kode batang pada kontainer—ini berguna tetapi bukan solusi transformatif. Token hanyalah representasi hak yang dapat dialamatkan, sedangkan DeFi adalah sistem operasi pasar yang memberikan utilitas nyata. Nilai RWA terletak pada kemampuannya untuk dinilai, dibiayai, dilindung nilai, diperdagangkan, dan diselesaikan dalam lingkungan yang menekan, tanpa memerlukan koordinasi manual setiap kali. Tokenisasi adalah langkah pertama, tetapi untuk menjadi komponen keuangan yang matang, RWA memerlukan enam lapisan: hak hukum yang dapat ditegakkan, orakel data yang andal, aturan transfer/penebusan yang jelas, likuiditas pasar sekunder, parameter kolateral yang realistis, dan jalur penyelesaian kerugian yang kredibel. Tantangan mendasar adalah RWA berjalan pada beberapa "jam" waktu yang berbeda—penyelesaian blockchain yang instan versus waktu penyelesaian dunia nyata yang lambat—yang menciptakan kesenjangan risiko likuidasi dan likuidasi. Likuiditas sejati bukan tentang TVL, tetapi tentang kemampuan untuk keluar dari posisi dalam jendela waktu yang diperlukan. Leverage membuka utilitas ekonomi tetapi juga memperkenalkan kerapuhan; tingkat kolateral harus memperhitungkan faktor-faktor seperti penundaan penebusan dan kemampuan market maker, bukan hanya volatilitas historis. Risiko RWA harus dipetakan sebagai grafik hubungan dari berbagai node yang saling bergantung. Pemantauan harus proaktif, mendeteksi sinyal risiko off-chain sebelum tercermin pada harga. Sementara tokenisasi obligasi pemerintah adalah titik masuk yang baik, batas depan yang lebih menarik adalah aset seperti daya komputasi dan energi, yang memerlukan model risiko khusus. Tokenisasi saham dan kontrak *perpetual* akan menghubungkan dua sistem besar, tetapi memerlukan arsitektur yang kuat untuk mengelola risiko yang saling terkait. Kesimpulannya, tanpa DeFi, RWA memiliki nilai terbatas—terutama untuk distribusi dan transparansi yang lebih baik. Nilai transformatif sejati muncul ketika RWA terintegrasi ke dalam pasar modal yang dapat diprogram, di mana aset dapat digunakan sebagai kolateral dan dikelola dengan ketahanan yang diuji. Token hanyalah kode batang; pasar adalah mesin yang sebenarnya beroperasi. Tahap selanjutnya bukanlah lebih banyak token, tetapi membangun lapisan operasional yang mengubah kepemilikan hukum menjadi strategi keuangan yang tangguh.

marsbit5m yang lalu

Tanpa DeFi, Apakah RWA Masih Bermakna?

marsbit5m yang lalu

Pemerintah Turun Tangan Campur Tangan di Pasar Obligasi, Apa Artinya?

Tanggal 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan skala operasi pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang menjadi setidaknya dua kali lipat, dari $20 miliar menjadi $40 miliar, efektif 9 September hingga 4 November 2026. Pengumuman ini langsung menurunkan imbal hasil obligasi 30-tahun sebesar 9 basis poin dan mendorong pasar saham serta emas naik. Langkah ini merupakan respons taktis terhadap tekanan naiknya imbal hasil obligasi, yang mencapai level tertinggi sejak 2007 (5.34%) sehari sebelumnya, didorong oleh inflasi yang bandel, tekanan geopolitik, utang publik AS yang melampaui $40 triliun, dan berkurangnya permintaan dari pembeli tradisional seperti bank sentral asing. Operasi pembelian kembali (repo) bertujuan meningkatkan likuiditas di pasar obligasi "off-the-run" yang kurang aktif, mirip dengan buyback saham perusahaan. Namun, langkah ini tidak mengurangi total utang AS, hanya mengubah struktur jatuh tempo, karena dibiayai dengan penerbitan utang baru jangka pendek. Ini berbeda dari pelonggaran kuantitatif (QE) yang menciptakan uang baru. Meski memberi dukungan psikologis dan teknis jangka pendek, intervensi ini tidak mengatasi masalah struktural mendasar: defisit fiskal besar, persaingan modal global, dan penurunan permintaan terhadap surat utang AS. Analis memperingatkan bahwa tanpa perubahan kebijakan fiskal mendasar, tekanan naiknya imbal hasil jangka panjang kemungkinan akan berlanjut. Bagi investor, langkah ini mungkin mendukung harga ETF obligasi jangka panjang dan aset safe-haven seperti emas dalam jangka pendek, tetapi tidak cukup signifikan untuk menurunkan suku bunga hipotek atau mengubah lingkungan investasi yang menantang.

marsbit8m yang lalu

Pemerintah Turun Tangan Campur Tangan di Pasar Obligasi, Apa Artinya?

marsbit8m yang lalu

Apakah Pembayaran Lintas Batas Benar-benar Membutuhkan Stablecoin?

Semua orang bilang stablecoin lebih cocok untuk pembayaran lintas batas, tetapi benarkah? Artikel ini membahas skenario penukaran mata uang: mengirim dolar AS dari satu sisi dan menerima peso Meksiko di sisi lain. Banyak yang berpendapat stablecoin bisa mengurangi biaya dan waktu transfer, namun mereka sering mengabaikan fakta bahwa perusahaan fintech seperti Wise sudah memberikan layanan serupa yang efisien dan murah tanpa melibatkan stablecoin. Sistem perbankan tradisional menggunakan bank koresponden dan jaringan SWIFT, yang melibatkan banyak perantara dan menyebabkan biaya tinggi (sekitar 15%) serta waktu penyelesaian 1-5 hari kerja. Solusi fintech modern seperti Wise mengatasi ini dengan "pembersihan internal" – dolar yang diterima di AS digunakan untuk membayar peso di Meksiko tanpa transfer dana lintas batas yang sebenarnya, sehingga biaya turun drastis (sekitar 0,52%) dan penyelesaian hampir instan. Lalu, apa nilai tambah stablecoin? Model "sandwich stablecoin" memungkinkan pengguna menukar dolar AS ke USDC, mengirimnya via blockchain (murah dan cepat), lalu menukarnya ke mata uang lokal. Pada saluran utama seperti AS-Meksiko, biaya akhirnya mungkin sebanding dengan Wise. Keunggulan sebenarnya stablecoin adalah mendemokratisasi sistem: ia memisahkan (decouple) proses pembayaran. Dengan stablecoin, siapa pun bisa masuk ke bisnis transfer tanpa harus membangun jaringan global lengkap seperti Wise. Cukup memiliki akses deposit dan penarikan yang andal di kedua ujungnya. Ini membuka pasar yang terfragmentasi dan meningkatkan persaingan, terutama di rute lintas batas yang kurang umum (misalnya AS-Afrika), di mana penyedia lokal dapat bersaing menawarkan layanan penukaran dengan biaya lebih rendah. Landasan transfer yang terbuka ini pada akhirnya akan menekan biaya secara keseluruhan, mengalihkan keuntungan dari perantara ke konsumen dan bisnis.

marsbit15m yang lalu

Apakah Pembayaran Lintas Batas Benar-benar Membutuhkan Stablecoin?

marsbit15m yang lalu

Trading

Spot
活动图片