一文看懂 Fluid 机制:如何在大规模清算事件中化解流动性危机?

链捕手Dipublikasikan tanggal 2025-02-11Terakhir diperbarui pada 2025-02-11

原标题:《How Fluid DEX made Fluid the safest Money Market during the largest liquidation event in history》

作者:DMH

编译:深潮 TechFlow

 

(原图来自 DMH ,由深潮 TechFlow 编译)

摘要

  • Fluid 在历史上最大规模的清算事件中表现出色,顺利完成清算,为用户节省了数百万美元。

  • Fluid 是目前唯一一个能够主动应对流动性危机的借贷市场。

  • Fluid DEX 的设计进一步提升了 Fluid 借贷市场的安全性和用户体验。

背景

上周市场发生了有史以来最大规模的清算事件,而 Fluid 再次展现了其强大的稳定性。在此次事件中,Fluid 以市场上最高的清算阈值(Liquidation Threshold,高达 97%)和最低的清算罚金(Liquidation Penalty,低至 0.1%)顺利完成了清算操作。

清算事件中借贷市场面临的主要威胁是什么?

  1. 因未能及时清算而导致的不良债务。

  2. 需要被清算的资产利用率达到 100%,导致无法完成清算。

在去年 8 月市场崩盘中,ETH 在短短 4 分钟内暴跌 16%,我曾详细分析过 Fluid 是如何通过高效的清算机制为用户挽回数百万美元损失的。

推文详情

然而,与其他会再抵押(Rehypothecate)资产的借贷市场一样,Fluid 之前缺乏针对流动性危机的完善安全机制。为更好地说明这一点,需要了解清算的基本流程:清算人需要扣押抵押品并偿还债务以完成清算。如果需要清算的抵押品已经被完全借出,则清算无法进行,协议也因此会产生不良债务。

Fluid DEX 的引入如何改变现状

在市场突然崩盘的情况下,市场中的 ETH 会被卖出以换取 USDC。在这种情形下,去中心化交易所(DEX)协议的流动性提供者(Liquidity Providers,简称 LPs)会接收 ETH,同时向交易者提供 USDC。这一过程有效地增加了协议中 ETH 的流动性,并进一步提升了整个 Fluid 系统的 ETH 流动性,从而避免了流动性危机的出现。

相反地,当市场处于上涨趋势时,清算的方向会更偏向于 USDC 抵押和 ETH 债务的交易对。在这种市场环境下,更多的 USDC 会流入 Fluid 系统,而 ETH 会流出。这种动态增加了 USDC 的流动性,使得清算过程更加高效和顺畅。

Fluid 是目前唯一一个可以主动防范流动性危机的借贷市场。相比之下,其他借贷市场只能通过被动措施(例如,当资产利用率升高时提高借贷年利率 APR)来应对流动性问题。然而,这种被动方式在市场突然闪崩时往往效果不佳。

Fluid 借贷市场最初由 Fluid DEX 提供支持,而现在 Fluid DEX 反过来通过确保清算时始终拥有充足的流动性,为 Fluid 借贷市场带来了巨大的优势。这种协同作用显著提升了资金市场的运行效率,使其效率提高了 10 倍之多。

Bacaan Terkait

Pendiri Baixing.com: Saya Percaya Setengah pada Pernyataan "Model Bahasa Besar Melahap Segalanya"

Pendiri 58 Tongcheng (situs rakyat): Saya Percaya Setengah dengan Pernyataan "Model Bahasa Besar Menelan Segalanya". Banyak orang berbicara tentang "model besar adalah segalanya", tetapi penulis tidak sepenuhnya percaya. Pernyataan "menelan segalanya" sering kali muncul karena pemahaman terbatas tentang masa depan. Internet pun disebutkan akan menelan segalanya, namun kenyataannya tidak. Penulis lebih setuju melihat model bahasa besar sebagai fondasi penting, seperti jaringan tulang punggung internet atau pembangkit listrik. Tanpa fondasi ini, dunia tidak bisa berkembang. Namun, setelah fondasi terbentuk, hal yang menarik justru terjadi di atasnya. Seperti listrik: setelah ditemukan, aplikasi pertamanya adalah bola lampu. Tapi kemudian muncul berbagai peralatan seperti mesin cuci, TV, dan penyedot debu. Listrik adalah dasar, tetapi peralatan spesifik itulah yang benar-benar mengubah dunia. Demikian pula, model bahasa besar menyediakan kecerdasan dasar, tetapi kecerdasan ini harus dimasukkan ke dalam "mesin" atau "alat" yang ditujukan untuk skenario spesifik agar dapat berfungsi dan mengubah dunia. Claude Code untuk menulis kode, Claude Design untuk desain, VoiceDrop untuk menulis artikel — meski menggunakan model dasar yang sama, mereka menyelesaikan masalah yang berbeda. Hanya memiliki listrik atau air tidak cukup untuk mencuci pakaian tanpa mesin cuci. Kecerdasan itu bagus, tetapi sebagian besar hal di dunia memerlukan kombinasi berbagai elemen untuk bekerja. Model bahasa besar mungkin bisa menggantikan banyak hal di bidang perangkat lunak, tetapi tidak banyak skenario yang hanya membutuhkan satu elemen. Saat ini, selain model besar, diperlukan lapisan seperti "Harness" untuk menghubungkannya dengan kode dan membentuk sesuatu yang benar-benar bisa digunakan. Lapisan antarmuka ini membantu memasukkan kecerdasan, seperti listrik atau air, ke dalam aplikasi spesifik, mengubahnya menjadi mesin yang memecahkan masalah konkret. Penulis mengakui bahwa ada logika tertentu di balik "menelan segalanya", terutama terkait perangkat lunak yang ada saat ini. Banyak perangkat lunak, seperti CRM, sistem informasi rumah sakit (HIS), dan berbagai sistem lainnya, dibangun dari aturan, formulir, alur kerja yang tetap. Lapisan ini memang mungkin banyak "ditelan" oleh model bahasa besar karena terdiri dari instruksi jelas yang dapat dieksekusi komputer — sesuatu yang sangat dikuasai model bahasa besar. Namun, di lapisan ini, selain perangkat lunak, ada banyak hal lain: informasi pelanggan, kemampuan eksekusi (seperti memesan tiket pesawat), kepercayaan, dan banyak hal di dunia fisik. Ini tidak akan ditelan. Setelah "menelan" lapisan perangkat lunak lama, justru terbuka ruang yang lebih besar untuk perangkat lunak baru di atasnya. Perangkat lunak baru kemungkinan akan memiliki antarmuka yang lebih "mengalir", tidak terlalu kaku dengan aturan. Jika bagian aturan diserahkan kepada AI, seperti yang dilakukan Salesforce dengan CRM-nya, maka imajinasi dan kemungkinan baru akan terbuka — bagian yang saat ini belum kita lihat. Kesalahan umum adalah, ketika teknologi baru datang, karena kita belum melihat jalan yang lebih besar di depannya, kita hanya fokus pada apa yang ada di depan mata. Penulis mengingatkan bahwa pada 2004, banyak yang mengira internet hampir berakhir dan perusahaan seperti Sina, Sohu, NetEase akan memonopoli segalanya. Beberapa tahun kemudian, segalanya berubah drastis. Kesimpulannya, model besar itu penting — ia adalah fondasi dan titik fokus utama saat ini. Namun, begitu menjadi sesuatu yang stabil dan dapat disediakan secara berkelanjutan, dibutuhkan berbagai "mesin" dan "alat" di atasnya untuk memecahkan masalah spesifik. Lapisan tebal itulah — di mana dan bagaimana ia digunakan — yang akan menjadi arus utama gelombang kedua. "Menelan segalanya" adalah istilah yang tidak tepat. Yang penting adalah menemukan peluang di area yang "ditelan"nya.

marsbit2j yang lalu

Pendiri Baixing.com: Saya Percaya Setengah pada Pernyataan "Model Bahasa Besar Melahap Segalanya"

marsbit2j yang lalu

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

Setelah empat belas tahun, Bitcoin dari era Satoshi kembali menjadi pusat gugatan hukum. Pada 6 Juli, amicus brief kedua diajukan untuk menentang upaya "Noah Doe" mengklaim kepemilikan atas koin Satoshi sebagai "properti terlantar." Tiga penggugat dengan nama samaran—Noah Doe, ABC Company, dan XYZ Company—berusaha memperoleh kepemilikan hukum atas 39.069 dompet Bitcoin yang tidak aktif. Mereka mengklaim telah memberi pemberitahuan lewat fungsi OP_RETURN Bitcoin, memberi pemilik dompet 90 hari untuk menanggapi. Setelah periode itu, sekitar 2.900 dompet dihapus, menyisakan 39.069 yang mereka anggap terlantar. Namun, para tergugat menentang gugatan ini. Mereka menekankan bahwa penggugat tidak memiliki kunci privat untuk mengakses Bitcoin dan tidak punya bukti bahwa pemilik dompet melihat pemberitahuan tersebut. Hanya mengandalkan ketidakaktifan dompet sebagai bukti penelantaran dinilai berbahaya, karena banyak investor sengaja menyimpan Bitcoin tanpa bergerak selama bertahun-tahun. Mereka memperingatkan bahwa mengabulkan tuntutan penggugat akan mengganggu seluruh industri dan hak properti digital. Argumen ini diperkuat oleh aktivitas baru-baru ini di dompet Satoshi dengan alamat *1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe*, yang baru saja memindahkan 15 BTC. Dompet ini termasuk dalam daftar tergugat. Para ahli seperti Alex Thorn menegaskan bahwa kepemilikan Bitcoin bergantung pada kontrol kunci privat, bukan riwayat transaksi, sehingga ketidakaktifan dompet tidak membuktikan penelantaran. Singkatnya, penggugat berusaha mendapatkan kendali hukum atas dompet yang dianggap terlantar, sementara tergugat menolak dengan alasan klaim tersebut lemah dan berpotensi merusak hak properti digital.

ambcrypto2j yang lalu

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

ambcrypto2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片