JPMorgan: Более 70% институциональных инвесторов не планируют торговать криптовалютами

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-11-06Terakhir diperbarui pada 2025-02-06

Согласно опросу, проведенному американским банком JPMorgan среди 4 200 клиентов по всему миру, 71% институциональных инвесторов не планируют торговать криптовалютами в 2025 году.

По результатам исследования, проведенного с 9 по 23 января, этот показатель немного снизился по сравнению с прошлым годом (78%). В этом году 16% крупных компаний-юрлиц готовы торговать цифровыми активами, а 13% уже делают это. Однако все респонденты намерены увеличить торговую активность с менее ликвидными активами.

Клиенты JPMorgan уверены, что инфляция и процентные ставки окажут сильное влияние на рынок, и это будет способствовать усилению геополитической напряженности. По мнению 41% участников опроса, волатильность — самое большое препятствие для их выхода на крипторынок, тогда как в прошлом году подобным образом думали 28% респондентов.

Руководитель отдела по развитию цифровых рынков в JPMorgan Эдди Вэнь (Eddie Wen) отметил, что среди крупных клиентов банка до сих пор наблюдается отсутствие интереса к криптотрейдингу, несмотря на приход новой администрации Дональда Трампа. Ранее президент подписал указ о развитии криптиндустрии, который призван улучшить нормативную среду для цифровых активов в Соединенных Штатах.

Недавно аналитики JPMorgan предположили, что в этом году биткоин продолжит доминировать над альткоинами из-за большого притока капитала в спотовые биржевые фонды (ETF), привязанные к BTC. Позиции первой криптовалюты могло бы укрепить и создание госрезерва в биткоинах, считают аналитики.

Bacaan Terkait

Probabilitas Menembus di Bawah 50%: Apakah RUU Clarity Tahun Ini Tidak Ada Harapan?

Tajuk: Probabilitas Turun di Bawah 50%: Clarity Act Tidak Akan Terjadi Tahun Ini? Rangkuman: Rencana awal untuk menandatangani undang-undang Clarity Act pada 4 Juli telah gagal, dan jendela peluang untuk disahkannya sebelum pemilihan paruh waktu semakin menyempit. Meskipun sebagian besar pekerjaan Senat dapat dilanjutkan di balik layar selama reses musim panas, prosedur di DPR saat ini mandek. Rancangan undang-undang ini, yang bertujuan menciptakan kerangka kerja regulasi federal pertama untuk pasar aset digital AS, telah disetujui oleh DPR. Senat juga telah meloloskan rancangan tersebut di tingkat komite dan memasukkannya ke kalender legislatif. Namun, perdebatan dan perbedaan pendapat antara partai politik terkait ketentuan pendapatan stablecoin, pengecualian tanggung jawab pengembang DeFi, serta detail penegakan hukum dan etika masih belum terselesaikan. Ini menyebabkan negosiasi tertutup pecah awal Juni. Meskipun ada faktor positif seperti perubahan sikap Asosiasi Sheriff Kabupaten AS dari oposisi menjadi netral terhadap klausul tertentu, hambatan utama tetap ada. Menurut data dari Polymarket, probabilitas Clarity Act ditandatangani menjadi undang-undang tahun ini hanya 49%, mencerminkan sikap pasar yang berhati-hati namun masih berharap. Analis dari Jefferies menilai bahwa jika undang-undang ini berhasil disahkan, hal itu akan mendorong adopsi aset digital yang lebih luas oleh lembaga keuangan tradisional. Sebaliknya, penundaan akan memperpanjang ketidakpastian regulasi. Waktu tiga minggu yang efektif setelah Kongres kembali bersidang pada 13 Juli menjadi periode kritis yang akan menentukan nasib undang-undang ini pada tahun 2026.

Foresight News1j yang lalu

Probabilitas Menembus di Bawah 50%: Apakah RUU Clarity Tahun Ini Tidak Ada Harapan?

Foresight News1j yang lalu

Laporan Mingguan Pendanaan | 9 Acara Pendanaan Terbuka, Venice AI Raih Pendanaan Seri A $65 Juta, Dipimpin Dragonfly

**Laporan Mingguan Pendanaan: 9 Acara Pendanaan Terbuka, Total Melebihi $506 Juta** Aktivitas pasar primer crypto minggu lalu menurun, dengan pendanaan tetap berfokus pada transaksi on-chain dan Web3+AI. Secara keseluruhan, terdapat **9 acara pendanaan** dengan total lebih dari **$506 juta**. **Sorotan Utama:** * **Venice AI**, platform AI berprioritas privasi, meraih **$65 juta** dalam pendanaan Seri A yang dipimpin Dragonfly, valuasi $1 miliar. Platform ini menawarkan akses ke 200+ model AI. * **Ionic Digital**, penambang Bitcoin, menyelesaikan pendanaan privat **$400 juta** yang dipimpin Attestor sebelum rencana pencatatan langsung di Nasdaq. * Di sektor **DeFi**, bursa kontrak berkelanjutan on-chain **Extended** mendapatkan $12.5 juta (dipimpin eToro), platform kredit privat **Techdollar** meraih $3 juta, dan DEX **Arcus** (dikembangkan tim dYdX) meluncur di Robinhood Chain dan mendapat investasi. * Bidang **Web3+AI** juga mencatat pendanaan untuk **THEA** ($8 juta) untuk jaringan AI prediktifnya dan **Kled AI** ($3 juta) untuk pasar data AI di Solana. * **Adjacent**, penyedia indeks pasar prediksi, mengumpulkan $2.5 juta. **Lion Group** berencana berinvestasi hingga $12 juta di pengembang stablecoin Rupiah Indonesia, **PT Nusantara Bumi Sangkara**. * Terdapat juga akuisisi di mana proyek enkripsi **Sunscreen** diakuisisi oleh **Fhenix**.

marsbit1j yang lalu

Laporan Mingguan Pendanaan | 9 Acara Pendanaan Terbuka, Venice AI Raih Pendanaan Seri A $65 Juta, Dipimpin Dragonfly

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片