Хакеры начали применять ИИ для распространения вредоносного ПО

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2021-09-04Terakhir diperbarui pada 2024-10-04

Разработчики вредоносного софта начали использовать генеративный искусственный интеллект для внедрения хакерских ПО в компьютеры жертв. Об этом рассказала команда по кибербезопасности Wolf Security компании HP, которая занималась изучением подозрительного электронного письма.

Проводя расследование, эксперты обнаружили новую разновидность троянской программы с асинхронным удалённым доступом (AsyncRAT). Такой вид программного обеспечения хакеры использовали для управления компьютером жертвы на расстоянии.

Несмотря на то, что сам AsyncRAT был создан людьми, эта новая версия содержала изменённый способ внедрения, разработанный, как предполагают эксперты, с помощью генеративного ИИ. Хакеры не в первый раз используют нейросети в своих преступных целях. Однако точных доказательств этому аналитики не находили.

До этого расследования было мало свидетельств того, что злоумышленники использовали технологию ИИ для написания вредоносного кода, — говорится в отчёте Wolf Security.

В этот раз эксперты обнаружили несколько характеристик того, что программу создал искусственный интеллект. К примеру, почти каждая функция вредоносного ПО сопровождалась комментарием о том, как она была создана.

рис 3

Вредоносное ПО, разработанное искусственным интеллектом

Электронное письмо с вредоносным ПО было отправлено подписчику программы по устранению угроз компании HP. Сообщение было на французском языке и выглядело как счёт. Внутри письма эксперты обнаружили скрипты, которые активировали AsyncRAT. После этого хакеры получали контроль над компьютером жертвы, получая таким образом доступ к его личным данным.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit11j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit11j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit13j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit13j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片