Chainalysis: Регион Центральной и Южной Азии и Океании стал третьим по величине мировым криптоцентром

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-09-13Terakhir diperbarui pada 2024-09-13

Согласно отчету Chainalysis, за указанный период около 17% инвестиций в цифровые активы пришлось на страны CSAO. Благодаря активному росту клиентской базы и значительной рыночной активности пользователей, такие страны как Индия, Сингапур и Индонезия добились выдающихся успехов в развитии своей цифровой экономики.

Среди стран региона Индия заняла первое место по принятию цифровых активов и второе по объему привлеченных криптоактивов — за отчетный период приток средств в криптосектор страны превысил $157 млрд.

Сингапур вышел в лидеры региона в области принятия криптовалютных платежей и стал центром инноваций CSAO. Во втором квартале этого года общая стоимость криптотранзакций, проведенных через торговые сервисы в Сингапуре, приблизилась к 1 млрд. Аналитики считают, что росту объемов криптотранзакций способствовала нормализация регуляторной политики Денежно-кредитного управления Сингапура (MAS).

В Индонезии основными факторами быстрого роста криптотрейдинга, по мнению экспертов, стал высокий интерес розничных пользователей к спекулятивным инвестициям, а также растущая осведомленность населения о криптовалютах как об альтернативных финансовых инструментах. На этом фоне крипторынок Индонезии вырос почти на 200%.

По данным Агентства по надзору за торговлей товарными фьючерсами Индонезии (Bappebti), объем криптотранзакций в мае этого года достиг 49,82 млрд рупий ($5 млн), что на 506,83% больше, чем в мае 2023 года. За первое полугодие общий объем транзакций достиг 260,9 млрд рупий ($17 млн), что почти вдвое превышает показатель 2023 года.

При этом семь из двадцати стран, вошедших в первую двадцатку рейтинга Chainalysis в глобальном индексе принятия криптовалют, представляют именно регион CSAO. Помимо Индии и Индонезии значимых достижений добились Вьетнам, Филиппины, Пакистан, Таиланд и Камбоджа.

Ранее индийский премьер-министр Наренда Моди (Narenda Modi) призвал лидеров стран «Большой двадцатки» к созданию международной системы регулирования цифровых активов.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

SK Hynix, produsen memori terkemuka asal Korea Selatan, telah mencatatkan diri di Nasdaq dengan penawaran umum perdana (IPO) senilai $265 miliar. Langkah ini mencatat rekor sebagai IPO terbesar oleh perusahaan asing di AS. Yang menarik, perusahaan ini sebenarnya tidak kekurangan dana, karena pada kuartal pertama tahun ini saja mereka meraih laba bersih sekitar $300 miliar dengan margin keuntungan mencapai 77%, bahkan melampaui Nvidia. Alasan utama di balik IPO ini bukanlah sekadar mengumpulkan modal, melainkan untuk mendapatkan penilaian ulang yang lebih tinggi dari pasar global. Di Bursa Efek Korea, SK Hynix diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PE) hanya sekitar 8x, jauh di bawah pesaingnya di AS seperti Micron Technology yang memiliki PE di atas 23x. Perbedaan ini mencerminkan "Korea Discount", sebuah fenomena diskon valuasi bagi perusahaan-perusahaan berkualitas yang terdaftar di Korea akibat likuiditas terbatas dan hambatan bagi investor global. SK Hynix mendominasi pasar HBM (High-Bandwidth Memory) global dengan pangsa 56.4%. Memori HBM adalah komponen kritis untuk mempercepat pelatihan model AI, menjadikannya pemain sentral dalam rantai pasokan AI, terutama untuk chip Nvidia. Namun, persaingan teknologi di era AI membutuhkan pendanaan yang sangat masif. Dengan transisi ke HBM4 yang memerlukan proses fabrikasi canggih dari pihak ketiga seperti TSMC, kebutuhan biaya modal menjadi jauh lebih besar. Dengan mendaftar di Nasdaq, SK Hynix membuka akses bagi dana pensiun global, reksa dana, dan investor institusional AS yang lebih luas. Ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan valuasi yang lebih tinggi guna mendanai ekspansi dan inovasi secara agresif. Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dalam persaingan AI yang ketat, efisiensi modal dan akses ke pasar keuangan global menjadi sama pentingnya dengan keunggulan teknologi.

marsbit2j yang lalu

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

marsbit2j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

Momen bersejarah lainnya. SK Hynix, raksasa memori global, resmi melantai di Nasdaq pada 10 Juli. Kapitalisasi pasar penutupannya mencapai 1,22 triliun USD (sekitar 83 triliun RMB). IPO ini mengumpulkan dana 26,5 miliar USD, menjadi yang terbesar untuk perusahaan asing di AS dan kedua terbesar sepanjang sejarah global. Perjalanan SK Hynix adalah sebuah cerita bangkit dari keterpurukan. Bermula dari Hyundai Electronics pada 1983, perusahaan ini pernah nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh SK Group pada 2012. Fokus pada pengembangan HBM (High Bandwidth Memory), yang awalnya dianggap niche, akhirnya membuahkan hasil. Gelombang AI yang dipicu ChatGPT pada 2022 mendorong permintaan meledak, menjadikan SK Hynix pemasok utama HBM untuk chip Nvidia. Kini, mereka menguasai 58% pasar HBM global. Laba mereka juga fenomenal. Pada Q1 2026, margin operasi mencapai 72% dan margin laba bersih 77%, bahkan melampaui Nvidia. Karyawan pun mendapat bagian, dengan bonus tahunan rata-rata diperkirakan mencapai ratusan juta won. Siklus "super memori" sedang berlangsung, didorong kebutuhan komputasi AI. Pasar memori global diprediksi tumbuh pesat hingga 2028. Ini adalah peluang besar bagi pemain China. Di dalam negeri, Changxin Memory Technology (CXMT) bersiap IPO di Bursa Shanghai pada 16 Juli, dengan valuasi diperkirakan mencapai 3 triliun RMB. Sebagai produsen DRAM terintegrasi terbesar di China dengan pangsa pasar global sekitar 8%, CXMT diperkirakan bisa melampaui Micron pada 2026. Pemain lain seperti YMTC juga bersiap go public. Meski masih ada jarak dengan pemimpin global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, perusahaan memori China seperti CXMT dan YMTC terus mengejar dalam perlombaan yang menantang ini.

marsbit2j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片