В Южной Кореи арестовали преступную группировку

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-03-10Terakhir diperbarui pada 2024-09-10

В Южной Корее завершена крупная операция по пресечению международной торговли запрещенными веществами, в ходе которой было арестовано 9 человек, включая главу организации. Национальное полицейское агентство Южной Кореи (KNPA) сообщило, что группа злоумышленников занималась распространением препаратов через мессенджер Telegram и использовала криптовалюты. Об этом рассказали исследователи Chainalysis.

Преступная сеть начала свою деятельность в 2020 году, организовав канал для торговли и реализовала запрещенные вещества на сумму 5 млрд корейских вон KRW или около $3,7 млрд. По данным местной полиции, банда переправила в Южную Корею товары, используя сложные схемы контрабанды. Лидером группировки был человек, скрывавшийся за границей. Его задержание стало возможным благодаря международному расследованию и сотрудничеству правоохранительных органов нескольких стран.

Отдел по расследованию полиции города Тэджон объявил об аресте 9 человек, включая главу преступной организации, а также о привлечении к ответственности 45 лиц за нарушение закона о контроле за запрещенными веществами. Полиция также продолжает преследовать соучастников, участвовавших в деятельности сети.

Данный случай подчеркивает важность международного сотрудничества в борьбе с организованной преступностью, особенно в условиях активного использования преступниками современных технологий, таких как криптовалюты и защищенные мессенджеры. Благодаря внимательному изучению и технической поддержке, южнокорейская полиция смогла не только задержать участников сети, но и перекрыть важные каналы поставок запрещенных веществ.

«Успешная операция KNPA подтверждает эффективность современных методов расследования и международного сотрудничества в борьбе с транснациональной наркоторговлей», — подытожили аналитики Chainalysis.

Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit52m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit52m yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片