Торгуемые на Kraken токены не являются ценными бумагами — суд

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-01-27Terakhir diperbarui pada 2024-08-27

  • Суд Северного округа Калифорнии дал ход делу SEC против Kraken.
  • Вместе с тем он постановил, что токены сами по себе не являются ценными бумагами.
  • По словам CLO биржи, регулятору придется доказывать, что каждая отдельная продажа является инвестиционным контрактом.

Федеральный суд Северного округа Калифорнии постановил, что токены, торгуемые на криптобирже Kraken, не являются ценными бумагами сами по себе. Об этом заявил главный юрисконсульт компании Марко Сантори.

Today, the Federal Court for the Northern District of California ruled, as matter of law, that none of the tokens trading on Kraken are securities.

This is a significant win for Kraken, for the principle of clarity and for crypto users everywhere. It also confirms Kraken’s…

— Marco Santori (@msantoriESQ) August 23, 2024

«Это значительная победа для Kraken, принципа ясности и пользователей криптовалют со всего мира. Это также служит подтверждением позиции биржи о том, что она не занимается продвижением ценных бумаг», — отметил Сантори.

Также CLO биржи указал на то, что судья считает утверждение Комиссии по ценным бумагам и биржам США (SEC) касательно классификации токенов неясной или даже вводящей в заблуждение.

В частности, он заявил следующее:

«Многочисленные суды проводили различие между цифровыми активами и предложениями об их продаже перед тем, как приступить к анализу того, являются ли криптовалютные транзакции инвестиционными контрактами. Это различие имеет ценность».

Несмотря на это, судья фактически дал делу ход. В качестве примера и объяснения, почему так произошло, Сантори привел дело SEC против компании Ripple Labs.

Напомним, суд постановил, что розничная продажа токенов XRP не является нарушением закона. Однако это не касается сделок с институциональными клиентами. По второй части обвинений Ripple Labs выплатит штраф.

По словам Сантори, в ходе дальнейшего разбирательства SEC придется доказывать, что каждая отдельная сделка на платформе отвечает тесту Хауи. Он также отметил, что это дорогостоящий и длительный процесс, который только подчеркнет неспособность SEC навязывать свой подход к регулированию посредством принуждения.

Bacaan Terkait

CIO Bitwsie: Penurunan Tajam STRC Adalah Sinyal Pasar Tumbuh, Bull Market Akan Dimulai Pada Musim Gugur

Artikel ini membahas penurunan drastis harga Bitcoin di bawah $60.000, yang dipicu oleh gejolak pada saham preferen STRATOS (STRC) dari perusahaan MicroStrategy. Penulis, Matt Hougan (CIO Bitwise), menjelaskan bahwa STRC adalah produk yang dirancang untuk memberikan dividen tinggi dan stabil pada harga $100. Namun, kekhawatiran atas kemampuan MicroStrategy membayar dividen saat harga Bitcoin turun menyebabkan STRC anjlok ke $75. MicroStrategy kemudian mengumumkan kerangka kerja baru: mereka mungkin menjual sebagian Bitcoin untuk membayar dividen, membiarkan harga STRC mengambang bebas, dan berpotensi membelinya kembali di pasar sekunder. Ini menandai perubahan peran perusahaan dari pembeli Bitcoin satu arah menjadi entitas yang akan membeli dan menjual secara dinamis berdasarkan kondisi pasar. Hougan berpendapat bahwa fluktuasi STRC mencerminkan fase akhir siklus pasar, di mana leverage berlebihan sedang dibersihkan. Dia meyakini bahwa lembaga keuangan global (bank, dana pensiun, dana kekayaan negara) akan menjadi pembeli utama Bitcoin berikutnya, menggantikan MicroStrategy. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun proses deleveraging ini menyakitkan, ini adalah tanda bahwa dasar pasar sedang terbentuk. Beberapa sinyal mendekati dasar termasuk harga MSTR diperdagangkan di bawah nilai aset bersih (NAV), indeks Fear & Greed yang sangat rendah, dan tingkat pendanaan futures Bitcoin yang negatif. Hougan percaya dasar pasar sudah dekat dan bull run baru kemungkinan akan dimulai pada musim gugur tahun ini.

Foresight News2m yang lalu

CIO Bitwsie: Penurunan Tajam STRC Adalah Sinyal Pasar Tumbuh, Bull Market Akan Dimulai Pada Musim Gugur

Foresight News2m yang lalu

Pendiri ENS Ingin 'Merebut Kekuasaan' dari Tangan DAO

Pada 29 Juni, proposal perpanjangan kewenangan veto Komite Keamanan ENS DAO selama dua tahun memasuki tahap voting on-chain. Pendiri ENS, Nick Johnson, menggunakan kepemilikan ENS-nya yang besar untuk memberikan suara menentang, meningkatkan suara penolakan menjadi 3,55 juta. Komite Keamanan, dibentuk Juli 2024 dengan kewenangan veto 4/8, bertujuan melindungi perbendaharaan DAO sebesar $350 juta dari proposal berbahaya. Tindakan Nick Johnson ini dipandang sebagai langkah awal dalam upayanya mereformasi tata kelola ENS DAO. Pada November 2025, ia menyatakan keprihatinan bahwa DAO penuh dengan politik internal, menyebabkan orang-orang berkompetensi pergi. Sebelumnya, pada 19 Juni, COO ENS Katherine Wu mengajukan proposal untuk memperkuat Yayasan ENS, menyerahkan pengelolaan operasional sehari-hari dan perbendaharaan kepada yayasan yang direstrukturisasi, sementara DAO mempertahankan kekuasaan inti seperti upgrade protokol. Proposal ini menuai kontroversi, terutama terkait kontrol atas perbendaharaan. Nick menjelaskan bahwa penolakannya terhadap perpanjangan komite didasari kekhawatiran kurangnya checks and balances, serta potensi penyalahgunaan veto untuk tujuan politik. Menanggapi hal ini, Katherine mengajukan proposal revisi yang meningkatkan ambang eksekusi veto dari 4/8 menjadi 5/8 dan menambahkan mekanisme pembatasan. Langkah ini terjadi di tengah penurunan pendapatan ENS, dari lebih dari $10 juta (2023) menjadi kurang dari $2 juta (2025). Dengan kepemilikan token yang signifikan, Nick memiliki kemampuan untuk mendorong perubahan. Tekanannya kini adalah memastikan yayasan baru berkinerja lebih baik daripada tata kelola DAO sebelumnya.

Foresight News33m yang lalu

Pendiri ENS Ingin 'Merebut Kekuasaan' dari Tangan DAO

Foresight News33m yang lalu

Memprediksi Babak Gugur Piala Dunia, Seberapa Besar Perbedaan Level AI?

**Ringkasan: Prediksi Piala Dunia oleh AI, Seberapa Akuratkah Mereka?** Odaily Planet Daily menguji akurasi prediksi berbagai model AI (ChatGPT, Grok, Qwen, DeepSeek, Gemini, Claude) untuk babak knockout Piala Dunia dengan membandingkannya dengan hasil aktual. **DeepSeek dan Gemini** menonjol dengan prediksi brilian mereka untuk pertandingan Belanda vs Maroko. Keduanya tidak hanya meramal hasil seri 1-1 di waktu normal, tetapi juga memprediksi kemenangan Maroko melalui adu penalti, yang ternyata sangat akurat. **Grok dan Qwen** menunjukkan konsistensi dalam memprediksi skor tepat untuk pertandingan dengan tim favorit yang jelas, seperti Kanada 1-0 atas Afrika Selatan dan Brasil 2-1 atas Jepang. Mereka pandai memperkirakan seberapa sulit tim unggul akan menang. **ChatGPT** lebih kuat dalam menganalisis dinamika dan kesulitan pertandingan. Misalnya, ia memperkirakan Jepang dan Pantai Gading akan memberikan perlawanan sengit meski kalah, yang terbukti benar. Namun, ChatGPT cenderung ragu untuk memprediksi kejutan besar. Kegagalan kolektif terjadi pada pertandingan Jerman vs Paraguay. Semua model AI meramalkan kemenangan mudah Jerman, tetapi Paraguay berhasil membawa pertandingan ke adu penalti dan mengeliminasi Jerman. **Kesimpulan:** Setiap model AI memiliki keunggulannya masing-masing. DeepSeek dan Gemini paling berani dan akurat dalam memprediksi kejutan. Grok dan Qwen stabil untuk prediksi skor pada pertandingan favorit. ChatGPT unggul dalam analisis proses pertandingan. Pemilihan model bergantung pada kebutuhan: apakah untuk prediksi skor/kejutan atau untuk memahami alur pertandingan.

Odaily星球日报1j yang lalu

Memprediksi Babak Gugur Piala Dunia, Seberapa Besar Perbedaan Level AI?

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片