ZachXBT:先潜伏再攻击,起底朝鲜加密黑客不为人知的幕后

链捕手Dipublikasikan tanggal 2024-08-16Terakhir diperbarui pada 2024-08-16

作者:ZachXBT,加密侦探;

翻译:金色财经xiaozou

 

最近有一个团队寻求我的帮助,事情的起因是有人通过恶意代码从他们的金库中盗走130万美元。

这个团队不知道的是,他们雇佣了多名虚假身份的朝鲜IT人员作为开发者。

然后,我发现了自2024年6月以来与这些开发人员有关的一直保持活跃的加密项目就有至少25个。

Ug98A5k43OCadR6PV9T0zhg4tDibQ4vgVp2hYpiD.jpeg

lheEauB1zFVBuxvxomKNT3qSLLbwsu5cSf0qIMru.jpeg

该事件的洗钱途径如下:

1)将130万美元转移到偷盗地址

2)通过deBridge将130万美元从Solana桥接到以太坊

3)向Tornado存入50.2 ETH

4)向两个交易所转账16.5 ETH

偷盗地址为:

6USfQ9BX33LNvuR44TXr8XKzyEgervPcF4QtZZfWMnet

wa4FN9wAIQ1HWVh33aZQKEdnpZpeDihbIfujeQPi.jpeg

借助21个开发者的多个支付地址,我能够绘制出过去的一个月里最近一批约37.5万美元的支付集群。

0 xb721adfc3d9fe01e9b3332183665a503447b1d35

在过去的一周里,你可能也看到了,我请这些项目直接联系我。

7cqfs8eklzljoFc5aHxPxPlpD3wPP4jubNlGZc22.jpeg

此前,有550万美元流入了一个外汇存款地址,其中包括朝鲜IT人员从2023年7月至2024年期间收到的款项,该地址与OFAC制裁人员Sim Hyon Sop有关。

0x8f0212b1a77af1573c6ccdd8775ac3fd09acf014

Wm80X7J0bQ3g0Vu1oFT7vzumduQZpEFNktPyCx71.png

i9P8peI90OwREY5xJvm9U3o5ULy1DTHKsO0TubZT.jpeg

pTUi5j1PHLY3Zv3UZlErAePi9MWQ0ilDDWEZjGOY.png

调查过程中发现了一些有趣的事:

- 俄罗斯电信IP被美国和马来西亚的开发者使用。

- 在开发记录中他们不小心泄露了他们在记事本上的其他身份。

- 开发付款地址涉及到OFAC制裁名单上的Sang Man Kim和Sim Hyon Sop的。

- 一些开发者是由招聘公司安排的。

- 多个项目具有3名以上互推荐IT人员。

hTwIvN5rUdqpepL36WaP5GuFCSQ4vuFnf5jxXyXF.jpeg

LN6PpgWo1q6eNQbKfdOKYyHC9MP4FVjCIKT2ywjb.jpeg

许多经验丰富的团队都雇佣了这些开发者,所以把他们当成是罪魁祸首是不公平的。

各团队未来可以关注的一些指标包括:

1) 他们互推荐的角色

2) 漂亮的简历/ GitHub活动,尽管有时会谎报工作经历。

3) 通常表面上乐意接受KYC,但却提交假身份证,希望团队不会进一步调查。

4) 关于他们所声称的来源地,问些具体问题。

5) 一个开发人员被解雇了,但立即出现了好几个找工作的新账户。

6) 可能一眼看起来是很优秀的开发者,但往往工作起来就表现不佳。

7) 查看日志

8) 喜欢使用流行NFT pfps

9) 亚洲口音

以防你是那种把一切归咎于朝鲜的事都称为巨大阴谋的人。

无论如何,这项研究证明:

在亚洲,一个实体通过使用假身份可以同时从事25个以上的项目,每月可以获得30万至50万美元的收入。

后续:

在本文发布不久后,另一个项目发现他们雇佣了我名单里列出的一个朝鲜IT人员(Naoki Murano),项目管理人员在他们的聊天中分享了我的文章。

jvXUP0DEZLmknHOLMThafxwC5wwdV3pcKCLcGNiu.png

结果是,就在两分钟之内,Naoki退出了聊天,并删除了他的Github

cK5dh6lYjLeodNZOP7QKAaJ3vAh4cgQDX3kI2srC.png

Bacaan Terkait

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Harga Bitcoin menyentuh level terendah dalam 20 bulan terakhir, jatuh di bawah $60,000 pada 25 Juni. Aset kripta utama lainnya seperti ETH dan SOL juga terkoreksi tajam. Lebih dari $1 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam, dengan mayoritas adalah posisi long. Indeks Fear & Greed turun ke 15, menandakan sentimen "ketakutan ekstrem". Pilar utama bull run sebelumnya—yaitu strategi pembelian berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy (MSTR) dan aliran dana institusional melalui ETF spot AS—sedang melemah secara bersamaan. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, kini mencatat kerugian mengambang lebih dari $14,6 miliar. Produk pendanaan terbarunya, STRC, telah anjlok 25% dari nilai nominalnya, mengancam kemampuan perusahaan untuk terus mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin. Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih besar-besaran, dengan sekitar $2,8-3,5 miliar mengalir keluar sepanjang Juni. Lingkungan makro yang ketat dengan inflasi tinggi dan penundaan ekspektasi pemotongan suku bunga AS semakin menekan aset berisiko seperti kripto. Modal institusional juga tampak beralih ke sektor AI. Faktor jangka pendek, termasuk kadaluarsa opsi Bitcoin senilai sekitar $10 miliar pada 26 Juni, diperkirakan akan terus memicu volatilitas. Analis memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi pasar mungkin datang pada awal Juli setelah likuidasi kontak berjangka kuartalan dan penurunan leverage.

Foresight News7m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Foresight News7m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

STRC, saham preferen Strategos yang ditargetkan pada nilai nominal $100, telah jatuh di bawah $80, menawarkan yield dividen tersirat yang tampak tinggi sekitar 13-15%. Artikel ini menganalisis apakah ini peluang beli atau perangkap. Poin utamanya: Diskon ini bukan hanya karena likuiditas, tetapi mencerminkan keraguan pasar tentang kemampuan model pembiayaan Strategos. Strategos mengandalkan siklus "menerbitkan sekuritas -> membeli BTC" untuk tumbuh. STRC, sebagai lapisan pendanaan berbiaya tinggi yang membutuhkan pembayaran dividen tunai, menjadi titik tekanan jika siklus ini melambat. Alasan utama STRC melemah: 1. Tekanan pada harga BTC dan premium saham MSTR, mengurangi efisiensi pendanaan. 2. Mekanisme penerbitan STRC terhambat saat harga jauh di bawah nominal. 3. Kompetisi dari produk pendapatan serupa (seperti SATA) menarik likuiditas. 4. Sinyal risiko: Strategos menjual sedikit BTC (32 BTC) untuk mendanai dividen, mempertanyakan komitmen "hanya beli, tidak jual". STRC bukan skema Ponzi karena didukung aset BTC nyata, tetapi memiliki risiko "Ponisifikasi" jika dividennya semakin bergantung pada penjualan BTC atau penerbitan sekuritas baru. "Ledakan" atau kegagalan bagi STRC lebih mungkin berupa keruntuhan bertahap dalam kepercayaan dan kemampuan pendanaan, dipicu oleh kombinasi: BTC turun dalam, diskon STRC yang dalam berlanjut, tekanan biaya dividen tunai, dan penjualan BTC menjadi rutin untuk membayar dividen. Kesimpulan: STRC bukan aset pendapatan tetap bebas risiko. Ini adalah taruhan pada apakah model perbendaharaan BTC Strategos dapat bertahan dalam pasar bearish. Membelinya adalah spekulasi pada pemulihan harga menuju $100 dan keberlanjutan narasi pendanaan Strategos, sambil menerima risiko dividen tertunda atau harga diskon yang berkepanjangan.

marsbit21m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

marsbit21m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

Penulis: Gu Yu, ChainCatcher Di dunia bisnis tradisional, aset merek adalah garis hidup perusahaan. Mengganti nama secara sering hampir setara dengan menghancurkan pertahanan bisnis secara sukarela. Namun, di dunia kripto, aturannya seringkali berkebalikan. Menurut statistik RootData, lebih dari 16% proyek kripto pernah mengganti nama, termasuk banyak proyek terkenal. Artikel ini membahas alasan umum di balik fenomena ini: 1. **Loyalitas merek kripto yang rendah:** Pengguna awal banyak proyek kripto seringkali adalah investor, pemburu airdrop, atau pedagang naratif, bukan konsumen setia. Loyalitas mereka lebih terikat pada potensi keuntungan daripada pengalaman produk. Nama lama yang dikaitkan dengan penurunan harga, narasi usang, atau kontroversi bisa menjadi beban, bukan aset. 2. **Strategi pemasaran dan penyesuaian:** Beberapa pergantian nama merupakan penyesuaian strategis yang sah saat cakupan bisnis berkembang melampaui nama awal (contoh: Matic Network menjadi Polygon). Namun, banyak juga yang bertujuan "menumpang" pada tren panas pasar (seperti AI, RWA) untuk mendapatkan perhatian dan modal segar. Pergantian nama juga bisa menjadi alat hubungan masyarakat untuk memutus hubungan dengan masa lalu setelah peretasan, kerugian, atau kegagalan yang merusak kepercayaan. 3. **Ruang abu-abu "ganti nama dan ganti token":** Yang perlu diwaspadai adalah ketika pergantian nama disertai migrasi token. Ini bisa menjadi kesempatan untuk "mereset" likuiditas dan grafik harga lama, menciptakan kesan segar. Dalam proses ini, seringkali terjadi perubahan pada tokenomics yang tidak menguntungkan pemegang token lama, seperti pengenceran melalui penambahan pasokan untuk insentif baru. **Kesimpulan:** Masalah sebenarnya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan pada motif di baliknya. Pergantian nama untuk memperluas visi strategis dengan produk nyata dapat positif. Namun, jika tujuannya adalah melarikan diri dari sejarah kegagalan, menggeser narasi usang, atau mereset grafik harga dan likuiditas untuk permainan lama yang sama, maka itu adalah tanda bahaya. Ketika sebuah proyek mengganti nama, pertanyaan kritisnya adalah: Apa kemampuan atau strategi baru yang nyata? Apakah tokenomics berubah? Sejarah lama apa yang paling ingin mereka lupakan?

marsbit27m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

marsbit27m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

**Artikel Inti (Ringkasan dalam Bahasa Indonesia):** Franklin Templeton mengajukan dua ETF baru yang dirancang untuk membawa Bitcoin ke investasi tradisional melalui mekanisme "konfigurasi default" dan rencana reinvestasi dividen (DRIP). Produk ini, yaitu Franklin US Equity Bitcoin Reinvestment Index ETF dan Franklin US Equity Innovation Sector Bitcoin Reinvestment Index ETF, akan berinvestasi di ETF Bitcoin spot, futures, dan opsi. Dengan alokasi awal 95% saham dan 5% Bitcoin, dividen dari bagian saham akan digunakan secara otomatis untuk membeli Bitcoin. Namun, terdapat batasan: porsi Bitcoin akan dijual kembali jika melebihi 5% (diturunkan ke 4,5%) selama rebalancing triwulanan, dengan batas keras maksimal 20% dari aset dana. Desain ini berarti dalam pasar bullish, dana justru menjadi penjual Bitcoin yang terprogram, berpotensi menciptakan tekanan jual. Artikel ini mengkritik dampak langsungnya yang kecil terhadap permintaan Bitcoin. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% atau 0,5%), daya beli tahunan untuk Bitcoin sangat minimal dibandingkan volume pasar harian. Target utama produk ini adalah penasihat keuangan, memungkinkan mereka mengalokasikan Bitcoin kepada klien secara tidak langsung dan "patuh regulasi", dengan menampilkannya sebagai produk ekuitas AS biasa. Kesimpulannya, meski mekanisme "default" yang memanfaatkan inersia investor berpotensi membuka akses besar seperti dana pensiun 401(k) di masa depan (terutama setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini), dalam jangka pendek, aliran dana masuk dari produk ini diperkirakan sangat terbatas, dan desainnya justru bisa menjadi sumber tekanan jual pasif jika Bitcoin naik signifikan.

Foresight News30m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

Foresight News30m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

Mengapa proyek kripto sering mengganti nama? Di dunia bisnis tradisional, mengganti merek sama dengan menghancurkan asetnya. Namun, di ekosistem kripto, statistik menunjukkan lebih dari 16% proyek pernah mengubah namanya, termasuk nama-nama besar seperti Matic (Polygon), Elrond (MultiversX), dan lainnya. Ada beberapa alasan di balik tren ini. Pertama, loyalitas pengguna di kripto rendah karena pengguna terutama adalah investor atau pencari keuntungan jangka pendek. Nama lama yang dikaitkan dengan kinerja buruk atau kerugian bisa menjadi beban. Kedua, pergantian nama bisa menjadi strategi pemasaran untuk menyegarkan narasi, menyesuaikan dengan konsep pasar yang sedang tren (seperti AI, RWA), atau menjauhi citra negatif setelah insiden seperti peretasan. Ketiga, perubahan yang lebih berbahaya adalah ketika pergantian nama disertai dengan migrasi token. Hal ini dapat digunakan untuk me-reset grafik harga lama, memberikan peluang baru bagi proyek dan pembuat pasar, dan terkadang digunakan untuk menyembunyikan perubahan tokenomics seperti pengenceran melalui penambahan pasokan. Masalah utamanya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan jika itu dilakukan untuk melarikan diri dari sejarah: melupakan kegagalan narasi, harga yang terpuruk, atau kepercayaan yang hilang. Saat sebuah proyek mengumumkan perubahan nama, pertanyaan kritis adalah: apakah ada peningkatan kemampuan nyata di baliknya, apakah tokenomics berubah, dan sejarah apa yang coba mereka tinggalkan? Pergantian nama bisa menjadi awal baru yang sah, tetapi juga bisa sekadar permainan lama dengan kemasan baru.

链捕手36m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

链捕手36m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片