SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-08-06Terakhir diperbarui pada 2024-08-06

Abstrak

上周美国非农和以制造业指数为代表的疲弱经济数据引发市场对经济放缓的担忧仍在蔓延。市场的抛售情绪也由传统市场蔓延到了数字货币。

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

上周美国非农和以制造业指数为代表的疲弱经济数据引发市场对经济放缓的担忧仍在蔓延,全球资产遭受“黑色星期一”带来的抛压。美元对日元汇率一度跌破 142 ,回吐过去一年来的几乎所有涨幅。日本,韩国,土耳其股指触发熔断机制。美股三大指数均收跌在 3% 左右,“七巨头”开盘便蒸发 1.3 万亿美元的市值,期货市场完全定价美联储 9 月将降息 50 个基点,两年期美债收益率于盘中一度结束与 10 年期的倒挂,现报 3.957% 。

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: TradingView

市场的抛售情绪也由传统市场蔓延到了数字货币。作为与 SP 500 高度相关的风险资产,BTC 于昨日一度暴跌至五万美元下方,引发了市场的恐慌情绪,短期 IV 冲上三位数区间,流动性出现挤兑,Vol Skew 也随着价格一同下跌,Wing 上的需求暴增导致 Fly 的估值快速上扬。

但随着价格逐步反弹回到 55000 美元,期权市场的流动性逐步回归,IV 下行逃离了局部高点,尾部高昂 Vol Premium 也被重新定价,Fly 整体走低。对 Vol Skew 来说,尽管前端的负斜率轻微反弹,但更需要关注的变化是远端 Vol Skew 的进一步大幅下跌,事实上,昨日价格暴跌的时候只有前端做出了反应,流动性较差的远端 Risky 直到今天才被重新矫正了定价。

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: Deribit (截至 6 AUG 16: 00 UTC+ 8)

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: SignalPlus,ATM Vol

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: SignalPlus, 25 dRR,远端 Vol Skew 被重新定价

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: SignalPlus, 25 dFly

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Data Source: Deribit, ETH 交易总体分布

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Data Source: Deribit,BTC 交易总体分布

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: Deribit Block Trade

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

Source: Deribit Block Trade

SignalPlus波动率专栏(20240806):黑色星期一

您可在 t.signalplus.com 使用 SignalPlus 交易风向标功能,获取更多实时加密资讯。如果想即时收到我们的更新,欢迎关注我们的推特账号@SignalPlusCN,或者加入我们的微信群(添加小助手微信:SignalPlus 123)、Telegram 群以及 Discord 社群,和更多朋友一起交流互动。SignalPlus Official Website:https://www.signalplus.com

Bacaan Terkait

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

Judul: "Pertempuran Subsidi Token" Raksasa AI, Sudah Mendekati Akhir? Artikel ini membahas "perang subsidi token" yang sedang berlangsung antara perusahaan-perusahaan AI besar seperti OpenAI, Anthropic, Google (Gemini), dan lainnya. Inti dari artikel ini adalah bahwa harga token yang dibayar oleh pengguna saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan beberapa paket berlangganan bahkan mensubsidi biaya token aktual hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganan. Analisis menunjukkan bahwa model bisnis "rugi dulu untuk skala, untung belakangan" yang sukses di era internet (seperti Uber, Didi) mungkin tidak berlaku untuk AI. Alasannya, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dapat dengan mudah berpindah platform jika harga naik karena API yang standar dan tidak ada jaringan lokal (seperti pengemudi atau restoran) yang mengikat. Artikel ini mempertimbangkan dua skenario akhir: 1. **Skenario "Layanan Internet"**: Satu atau dua pemenang akan mendominasi dan menaikkan harga. 2. **Skenario "Utililitas Publik"** (seperti listrik/air): Token menjadi komoditas dasar yang terstandarisasi. Persaingan akan mendorong harga turun mendekati biaya produksi, dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berpendapat skenario ini lebih mungkin karena kurangnya *lock-in*. Ancaman utama bagi startup seperti OpenAI dan Anthropic datang dari raksasa seperti Google, yang memiliki mesin pencetak uang sendiri (iklan) untuk membiayai perang harga tanpa batas. Bill Maris dari Google Ventures bahkan menyatakan kemungkinan 100% Google akan memotong harga token secara drastis sebagai senjata persaingan. Kesimpulannya, "pertempuran subsidi" ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan "permainan tanpa akhir" untuk tetap berada di dalam persaingan. Proses ini justru mendorong adopsi AI secara massal dan menjadikannya infrastruktur publik yang penting. Bagi pengguna, selama perang subsidi berlanjut, mereka akan terus menikmati token AI dengan harga yang sangat murah dibandingkan biaya produksinya.

marsbit28m yang lalu

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

marsbit28m yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

Penulis berpendapat bahwa blockchain, pada dasarnya, adalah komputer lambat dan mahal yang dimiliki secara kolektif. Meski demikian, blockchain unggul karena bersifat tanpa izin (permissionless) dan tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga. Aplikasi utamanya adalah untuk aset keuangan, seperti stablecoin, di mana catatan di buku besar adalah aset itu sendiri. Namun, adopsi besar-besaran terhambat oleh dua kelemahan utama. Pertama, masalah legitimasi hukum yang timbul dari sifat tanpa izin, meski regulasi seperti GENIUS Act mulai mengatasinya. Kedua, dan yang paling kritis, adalah masalah transparansi total. Transparansi ini justru menjadi "pajak" karena semua transaksi dan posisi terbuka untuk umum, memungkinkan eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value) yang telah merugikan pengguna miliaran dolar. Penulis menekankan bahwa privasi tidak bertentangan dengan kepatuhan. Dengan kriptografi modern seperti bukti pengetahuan nol (zero-knowledge proofs), seseorang dapat membuktikan kepatuhan (seperti solvensi atau KYC) tanpa mengungkapkan data pribadi atau posisi keuangan mereka. Ini menghilangkan "kebocoran" informasi sekaligus mempertahankan kemampuan audit. Solusi privasi default dengan bukti kepatuhan yang dapat diverifikasi bukanlah fitur tambahan, melainkan peningkatan mendasar. Ini akan membuka pintu bagi lembaga keuangan besar dan dana institusional yang selama ini enggan karena risiko paparan keuangan mereka. Dengan mengatasi defisit legitimasi dan privasi, blockchain akhirnya dapat memenuhi janjinya untuk menjadi infrastruktur keuangan global yang andal dan inklusif.

marsbit1j yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

marsbit1j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit2j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit2j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit2j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片