一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-08-06Terakhir diperbarui pada 2024-08-06

Abstrak

波涛汹涌的链上,DeFi 正直接迎战。

原文作者:Pzai,Foresight News

昨日,随着全球市场经历巨大震荡,加密市场也没能独善其身。而在链上,仅以太坊生态上就创下单日清算超 3.5 亿美元的记录。市场的「一波」正在激发 DeFi 的「万波」,而 DeFi 项目是如何应对的?海啸退去之时又是谁在裸泳?故笔者撰写本文对 DeFi 在市场波动下的表现进行总结。

稳定币

在 Ethena 方面,昨日其稳定币 USDe 创下单日流出 9580 万美元的记录,总供应量也从巅峰时期的 36 亿枚回落至 31 亿枚左右。由于 Ethena 的机制导致多头头寸必须保持在较高水平,随着市场的下跌,抵押物的潜在清算导致用户需要控制风险,继而赎回相关代币。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

另外 Blast 上稳定币 USDB 在昨日短时脱锚至最低 0.937 美元。由于 Blast 的稳定币生态相对封闭,且 Blast 链启动初期项目方对 USDB 的激励较大,导致市场波动时资金流出的影响较大。现在 USDB 已经基本回锚。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

借贷协议

就清算情况而言, 8 月 5 日的清算情况最为严重,整体规模超过 3.5 亿美元。按协议分配来看,Aave V3 的清算额最大,达到 2.5 亿美元。其次是 Compound 清算,总清算额达 7960 万美元。在 Aave V3 的清算中,主要集中于以太坊的大类资产清算,前三名分别为 WETH、wstETH 和 WBTC。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

在市场波动中,Aave 也获得了超过 600 万美元的收入。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

清算完成后,链上整体的清算线已经低于 2000 美元。在清算中,由于机制特性,在市场波动较大时容易出现坏账,如 Aave V3 近七天内共产生了 35 万美元的坏账。相比之下,Curve Llamalend 因为其软清算机制避免了大部分硬清算,其中软清算在 8 月 5 日承担了 5024 万美元的清算份额。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

整体而言,借贷协议对本次市场波动的应对还算差强人意。

去中心化交易所(DEX)

在 Uniswap V3 中, 8 月 5 日达到最高峰值 8.4 亿美元,并为 LP 产生了 111.9 万美元的费用。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

GMX 方面, 8 月 5 日当天,持有头寸较前日下降了 30% 左右,并清算了 830 万美元的资产,主要以 USDC 为主。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?


再质押

再质押资产作为现今以太坊的核心资产之一,市场波动下的流出也比较显著。例如 Renzo 的质押通证 ezETH 最低脱锚至 0.876 WETH 点位。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

协议流出上,以 ether.fi 为例, 8 月 5 日全天就提现了 79013 枚 ETH,总价值超过 1 亿美元,其中大部分是 Eigenlayer 的 eETH 提现。凭借着超过 7.7 万枚 ETH 的流动性和 73% 以上的 DeFi 利用率,协议不存在整体上的挤兑风险。

一波万波,市场波动下的DeFi表现如何?

整体而言,Lido stETH 提现队列没有大幅增长的态势,且链上主要的 LST 一直保持稳定。所以整体上再质押生态没有系统性风险。

References:

https://parsec.fi/layout/cryptoian/_N3 3 MkeM

https://community.chaoslabs.xyz/aave/risk/liquidations

https://dune.com/ether_fi/etherfi

https://dune.com/hildobby/ethena

Bacaan Terkait

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

Judul: "Pertempuran Subsidi Token" Raksasa AI, Sudah Mendekati Akhir? Artikel ini membahas "perang subsidi token" yang sedang berlangsung antara perusahaan-perusahaan AI besar seperti OpenAI, Anthropic, Google (Gemini), dan lainnya. Inti dari artikel ini adalah bahwa harga token yang dibayar oleh pengguna saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan beberapa paket berlangganan bahkan mensubsidi biaya token aktual hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganan. Analisis menunjukkan bahwa model bisnis "rugi dulu untuk skala, untung belakangan" yang sukses di era internet (seperti Uber, Didi) mungkin tidak berlaku untuk AI. Alasannya, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dapat dengan mudah berpindah platform jika harga naik karena API yang standar dan tidak ada jaringan lokal (seperti pengemudi atau restoran) yang mengikat. Artikel ini mempertimbangkan dua skenario akhir: 1. **Skenario "Layanan Internet"**: Satu atau dua pemenang akan mendominasi dan menaikkan harga. 2. **Skenario "Utililitas Publik"** (seperti listrik/air): Token menjadi komoditas dasar yang terstandarisasi. Persaingan akan mendorong harga turun mendekati biaya produksi, dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berpendapat skenario ini lebih mungkin karena kurangnya *lock-in*. Ancaman utama bagi startup seperti OpenAI dan Anthropic datang dari raksasa seperti Google, yang memiliki mesin pencetak uang sendiri (iklan) untuk membiayai perang harga tanpa batas. Bill Maris dari Google Ventures bahkan menyatakan kemungkinan 100% Google akan memotong harga token secara drastis sebagai senjata persaingan. Kesimpulannya, "pertempuran subsidi" ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan "permainan tanpa akhir" untuk tetap berada di dalam persaingan. Proses ini justru mendorong adopsi AI secara massal dan menjadikannya infrastruktur publik yang penting. Bagi pengguna, selama perang subsidi berlanjut, mereka akan terus menikmati token AI dengan harga yang sangat murah dibandingkan biaya produksinya.

marsbit27m yang lalu

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

marsbit27m yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

Penulis berpendapat bahwa blockchain, pada dasarnya, adalah komputer lambat dan mahal yang dimiliki secara kolektif. Meski demikian, blockchain unggul karena bersifat tanpa izin (permissionless) dan tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga. Aplikasi utamanya adalah untuk aset keuangan, seperti stablecoin, di mana catatan di buku besar adalah aset itu sendiri. Namun, adopsi besar-besaran terhambat oleh dua kelemahan utama. Pertama, masalah legitimasi hukum yang timbul dari sifat tanpa izin, meski regulasi seperti GENIUS Act mulai mengatasinya. Kedua, dan yang paling kritis, adalah masalah transparansi total. Transparansi ini justru menjadi "pajak" karena semua transaksi dan posisi terbuka untuk umum, memungkinkan eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value) yang telah merugikan pengguna miliaran dolar. Penulis menekankan bahwa privasi tidak bertentangan dengan kepatuhan. Dengan kriptografi modern seperti bukti pengetahuan nol (zero-knowledge proofs), seseorang dapat membuktikan kepatuhan (seperti solvensi atau KYC) tanpa mengungkapkan data pribadi atau posisi keuangan mereka. Ini menghilangkan "kebocoran" informasi sekaligus mempertahankan kemampuan audit. Solusi privasi default dengan bukti kepatuhan yang dapat diverifikasi bukanlah fitur tambahan, melainkan peningkatan mendasar. Ini akan membuka pintu bagi lembaga keuangan besar dan dana institusional yang selama ini enggan karena risiko paparan keuangan mereka. Dengan mengatasi defisit legitimasi dan privasi, blockchain akhirnya dapat memenuhi janjinya untuk menjadi infrastruktur keuangan global yang andal dan inklusif.

marsbit1j yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

marsbit1j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit2j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit2j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit2j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片