Link矿池生态挖矿活动开启:助力提升主网排名,拓展生态应用

金色财经Dipublikasikan tanggal 2024-07-08Terakhir diperbarui pada 2024-07-08

随着加密市场的繁荣,Chainlink发行的子币LINK代币在最近的牛市中经历了近30%的暴涨,展现出了其在区块链生态中极大的潜力。作为行业标准的Web3服务平台,LINK不仅连接了人员、业务和数据,还以其强大的生态和应用价值迎合了牛市的洪流。为了进一步提高其在主流区块链中的排名和拓展多元化生态应用,LINK推出了1.0矿池生态挖矿活动,这一举措将进一步拉升链上币种的价值。

LINK作为行业标准的Web3服务平台,致力于将现有的人员、业务和数据与未来的Web3世界连接起来。作为基于以太坊区块链的ERC20代币,LINK被用于支付Chainlink节点运营商,并从脱链数据中检索数据,将其格式化为区块链可读格式,以及脱链计算等功能。Chainlink的网络是由分布式的节点组成,它们将各种数据、API和离线支付功能直接输送给智能合约。此外,为参与挖矿的用户提供了额外的奖励,并在NFT、元宇宙等生态系统中得到广泛应用。LINK的应用前景十分广阔,它不仅支持智能合约和智能治理,还为用户提供了一个自我修复的区块链平台,可以随着时间的推移进行升级,并支持用户参与和治理。这种基于用户参与和治理的模式将进一步推动Web3革命,使互联网成为真正由用户管理和以用户为中心的运动。

65f27019c9228.png

作为Chainlink区块链的原生代币,LINK在区块链生态中扮演着至关重要的角色。它不仅用于与dapp交互和支付费用,还通过质押保护网络,并在LINK平台上提供基本的记账单位。LINK的社区治理和不断发展的技术愿景使其在区块链领域中具有了广泛的认可和参与度。未来,随着Web3概念的普及,LINK将继续推动区块链的发展,并为用户提供更多的应用场景和价值。

未来,随着区块链行业的不断发展,LINK将继续发挥重要作用,为用户提供更多的应用场景和价值,成为区块链生态的领航者。

随着Link代币在牛市中的涨幅,链上生态也迎来了繁荣的时刻。Link的价值不仅仅体现在其作为行业标准的Web3服务平台,更在于其能够解决区块链资产和应用程序采用所面临的主要障碍。Link的全球社区由验证者、研究人员和构建者组成,他们共同支持着Link的长期升级、开放式参与和智能合约安全性。

在Link的生态系统中,智能合约、智能治理和智能设计相辅相成,为用户提供了一个稳定、安全的平台。Link不断添加新的创新,通过升级机制无缝升级,并在空间内提供新颖的功能。未来,随着Link生态系统的不断发展和完善,它将为区块链领域带来更多的可能性和机遇。

随着牛市的到来,LINK代币的市值暴涨近30%,展现出了其在加密市场中的强劲表现。牛市给主流加密货币带来的影响力非常好,而LINK作为区块链生态的领航者,在这个时刻推出了矿池生态,进一步巩固了其在市场上的地位。为了提高主网在区块链领域的排名和打造多元化生态应用,LINK官方拿出了1亿枚代币举行1.0矿池生态挖矿活动。这一举措不仅有助于提高链上币种的价值,还将吸引更多的用户参与进来,共享区块链Web3.0时代的发展红利。

https://img.jinse.cn/7192284_image3.png

随着Web3概念的普及,Link将继续推动去中心化平台流动性激励活动,为Chainlink提供更多的流动性,并以此获得Link代币奖励。此外,随着Link官方推出智能节点挖矿的第一阶段,链上生态将进一步增添活力,为Link的发展注入新的动力。

Link作为行业标准的Web3服务平台,在牛市中展现出了强劲的表现,并通过推出矿池生态和不断发展的链上生态,进一步巩固了其在区块链领域的领先地位。未来,Link将继续发挥重要作用,引领区块链行业走向新的高度,成为区块链生态的领航者。

Bacaan Terkait

Triliun Rupiah Masuk ke Dana Pensiun? ETF Reinvestasi Dividen Bitcoin Franklin Templeton Bawa Langit-Langit Tekanan Jual

Franklin Templeton telah mengajukan dua ETF yang memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio melalui mekanisme "konfigurasi default" dan reinvestasi dividen. Produk ini dirancang terutama untuk penasihat keuangan, memungkinkan klien memegang Bitcoin tanpa menyadarinya, dengan struktur awal 95% saham dan 5% Bitcoin. Dividen dari bagian saham akan otomatis digunakan untuk membeli Bitcoin. Namun, analisis menunjukkan dampak pembeliannya kecil. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% untuk dana luas dan 0.5% untuk sektor inovasi), aliran pembelian tahunan diperkirakan hanya beberapa juta dolar, yang terserap pasar dalam hitungan menit. Desainnya justru menciptakan tekanan jual saat harga Bitcoin naik, karena aturan rebalancing kuartalan akan menjual Bitcoin jika porsinya melebihi 5% untuk kembali ke 4.5%, dengan batas maksimal 20%. Produk ini berpotensi menjadi penjual pasif di pasar bullish. Produk ini memanfaatkan kemalasan manusia dan celah peraturan, menawarkan cara bagi penasihat untuk mengalokasikan Bitcoin secara "tidak langsung" dan mematuhi aturan internal yang melarang aset kripto. Meski ada potensi aliran dana pensiun setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini, dampak langsungnya terhadap permintaan Bitcoin dianggap terbatas, dan produk semacam ini justru dapat menciptakan "langit-langit tekanan jual" jika banyak diterapkan.

marsbit7m yang lalu

Triliun Rupiah Masuk ke Dana Pensiun? ETF Reinvestasi Dividen Bitcoin Franklin Templeton Bawa Langit-Langit Tekanan Jual

marsbit7m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Harga Bitcoin menyentuh level terendah dalam 20 bulan terakhir, jatuh di bawah $60,000 pada 25 Juni. Aset kripta utama lainnya seperti ETH dan SOL juga terkoreksi tajam. Lebih dari $1 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam, dengan mayoritas adalah posisi long. Indeks Fear & Greed turun ke 15, menandakan sentimen "ketakutan ekstrem". Pilar utama bull run sebelumnya—yaitu strategi pembelian berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy (MSTR) dan aliran dana institusional melalui ETF spot AS—sedang melemah secara bersamaan. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, kini mencatat kerugian mengambang lebih dari $14,6 miliar. Produk pendanaan terbarunya, STRC, telah anjlok 25% dari nilai nominalnya, mengancam kemampuan perusahaan untuk terus mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin. Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih besar-besaran, dengan sekitar $2,8-3,5 miliar mengalir keluar sepanjang Juni. Lingkungan makro yang ketat dengan inflasi tinggi dan penundaan ekspektasi pemotongan suku bunga AS semakin menekan aset berisiko seperti kripto. Modal institusional juga tampak beralih ke sektor AI. Faktor jangka pendek, termasuk kadaluarsa opsi Bitcoin senilai sekitar $10 miliar pada 26 Juni, diperkirakan akan terus memicu volatilitas. Analis memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi pasar mungkin datang pada awal Juli setelah likuidasi kontak berjangka kuartalan dan penurunan leverage.

Foresight News15m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Foresight News15m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

STRC, saham preferen Strategos yang ditargetkan pada nilai nominal $100, telah jatuh di bawah $80, menawarkan yield dividen tersirat yang tampak tinggi sekitar 13-15%. Artikel ini menganalisis apakah ini peluang beli atau perangkap. Poin utamanya: Diskon ini bukan hanya karena likuiditas, tetapi mencerminkan keraguan pasar tentang kemampuan model pembiayaan Strategos. Strategos mengandalkan siklus "menerbitkan sekuritas -> membeli BTC" untuk tumbuh. STRC, sebagai lapisan pendanaan berbiaya tinggi yang membutuhkan pembayaran dividen tunai, menjadi titik tekanan jika siklus ini melambat. Alasan utama STRC melemah: 1. Tekanan pada harga BTC dan premium saham MSTR, mengurangi efisiensi pendanaan. 2. Mekanisme penerbitan STRC terhambat saat harga jauh di bawah nominal. 3. Kompetisi dari produk pendapatan serupa (seperti SATA) menarik likuiditas. 4. Sinyal risiko: Strategos menjual sedikit BTC (32 BTC) untuk mendanai dividen, mempertanyakan komitmen "hanya beli, tidak jual". STRC bukan skema Ponzi karena didukung aset BTC nyata, tetapi memiliki risiko "Ponisifikasi" jika dividennya semakin bergantung pada penjualan BTC atau penerbitan sekuritas baru. "Ledakan" atau kegagalan bagi STRC lebih mungkin berupa keruntuhan bertahap dalam kepercayaan dan kemampuan pendanaan, dipicu oleh kombinasi: BTC turun dalam, diskon STRC yang dalam berlanjut, tekanan biaya dividen tunai, dan penjualan BTC menjadi rutin untuk membayar dividen. Kesimpulan: STRC bukan aset pendapatan tetap bebas risiko. Ini adalah taruhan pada apakah model perbendaharaan BTC Strategos dapat bertahan dalam pasar bearish. Membelinya adalah spekulasi pada pemulihan harga menuju $100 dan keberlanjutan narasi pendanaan Strategos, sambil menerima risiko dividen tertunda atau harga diskon yang berkepanjangan.

marsbit29m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

marsbit29m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

Penulis: Gu Yu, ChainCatcher Di dunia bisnis tradisional, aset merek adalah garis hidup perusahaan. Mengganti nama secara sering hampir setara dengan menghancurkan pertahanan bisnis secara sukarela. Namun, di dunia kripto, aturannya seringkali berkebalikan. Menurut statistik RootData, lebih dari 16% proyek kripto pernah mengganti nama, termasuk banyak proyek terkenal. Artikel ini membahas alasan umum di balik fenomena ini: 1. **Loyalitas merek kripto yang rendah:** Pengguna awal banyak proyek kripto seringkali adalah investor, pemburu airdrop, atau pedagang naratif, bukan konsumen setia. Loyalitas mereka lebih terikat pada potensi keuntungan daripada pengalaman produk. Nama lama yang dikaitkan dengan penurunan harga, narasi usang, atau kontroversi bisa menjadi beban, bukan aset. 2. **Strategi pemasaran dan penyesuaian:** Beberapa pergantian nama merupakan penyesuaian strategis yang sah saat cakupan bisnis berkembang melampaui nama awal (contoh: Matic Network menjadi Polygon). Namun, banyak juga yang bertujuan "menumpang" pada tren panas pasar (seperti AI, RWA) untuk mendapatkan perhatian dan modal segar. Pergantian nama juga bisa menjadi alat hubungan masyarakat untuk memutus hubungan dengan masa lalu setelah peretasan, kerugian, atau kegagalan yang merusak kepercayaan. 3. **Ruang abu-abu "ganti nama dan ganti token":** Yang perlu diwaspadai adalah ketika pergantian nama disertai migrasi token. Ini bisa menjadi kesempatan untuk "mereset" likuiditas dan grafik harga lama, menciptakan kesan segar. Dalam proses ini, seringkali terjadi perubahan pada tokenomics yang tidak menguntungkan pemegang token lama, seperti pengenceran melalui penambahan pasokan untuk insentif baru. **Kesimpulan:** Masalah sebenarnya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan pada motif di baliknya. Pergantian nama untuk memperluas visi strategis dengan produk nyata dapat positif. Namun, jika tujuannya adalah melarikan diri dari sejarah kegagalan, menggeser narasi usang, atau mereset grafik harga dan likuiditas untuk permainan lama yang sama, maka itu adalah tanda bahaya. Ketika sebuah proyek mengganti nama, pertanyaan kritisnya adalah: Apa kemampuan atau strategi baru yang nyata? Apakah tokenomics berubah? Sejarah lama apa yang paling ingin mereka lupakan?

marsbit35m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

marsbit35m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

**Artikel Inti (Ringkasan dalam Bahasa Indonesia):** Franklin Templeton mengajukan dua ETF baru yang dirancang untuk membawa Bitcoin ke investasi tradisional melalui mekanisme "konfigurasi default" dan rencana reinvestasi dividen (DRIP). Produk ini, yaitu Franklin US Equity Bitcoin Reinvestment Index ETF dan Franklin US Equity Innovation Sector Bitcoin Reinvestment Index ETF, akan berinvestasi di ETF Bitcoin spot, futures, dan opsi. Dengan alokasi awal 95% saham dan 5% Bitcoin, dividen dari bagian saham akan digunakan secara otomatis untuk membeli Bitcoin. Namun, terdapat batasan: porsi Bitcoin akan dijual kembali jika melebihi 5% (diturunkan ke 4,5%) selama rebalancing triwulanan, dengan batas keras maksimal 20% dari aset dana. Desain ini berarti dalam pasar bullish, dana justru menjadi penjual Bitcoin yang terprogram, berpotensi menciptakan tekanan jual. Artikel ini mengkritik dampak langsungnya yang kecil terhadap permintaan Bitcoin. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% atau 0,5%), daya beli tahunan untuk Bitcoin sangat minimal dibandingkan volume pasar harian. Target utama produk ini adalah penasihat keuangan, memungkinkan mereka mengalokasikan Bitcoin kepada klien secara tidak langsung dan "patuh regulasi", dengan menampilkannya sebagai produk ekuitas AS biasa. Kesimpulannya, meski mekanisme "default" yang memanfaatkan inersia investor berpotensi membuka akses besar seperti dana pensiun 401(k) di masa depan (terutama setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini), dalam jangka pendek, aliran dana masuk dari produk ini diperkirakan sangat terbatas, dan desainnya justru bisa menjadi sumber tekanan jual pasif jika Bitcoin naik signifikan.

Foresight News38m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

Foresight News38m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片