为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-06-20Terakhir diperbarui pada 2024-06-20

Abstrak

加密货币市场泛滥,新项目井喷的背后,代币通胀问题日益凸显,加密市场可能面临泡沫和通胀风险。

原文作者:Miles Deutscher,加密分析师

原文编译:Mia,ChainCatcher

在加密货币领域,山寨币的过度分散化问题逐渐凸显,成为本轮周期内其表现疲软的核心因素。经过深入研究,我发现这种分散化对加密货币市场的整体健康造成了严重威胁。然而,令人遗憾的是,目前看来,我们尚未找到明确的解决方案来应对这一挑战。

我写这篇帖子的目的,是希望能让更多人深入了解这一影响加密货币未来发展的关键问题。它将解释我们如何走到这一步,为什么价格会表现得如此,以及未来的道路。

加密货币市场泛滥:新项目井喷背后的代币通胀隐忧

在 2021 年的加密货币市场,一片狂热的气氛弥漫其中。新的流动性如潮水般迅速涌入市场,主要驱动力来自于新散户投资者的热情参与。这一时期的牛市行情似乎势不可挡,投资者的风险承受能力也达到了前所未有的顶峰。

为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

在此期间,风险投资公司开始将前所未有的资本注入这一领域。创始人和风险投资家就像散户一样,他们是机会主义者。投资的增加是对市场条件的一种自然的资本主义反应。

为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

对于那些不了解私人市场的人来说,简单来说,风险投资(VC)会在项目的早期阶段(通常在产品发布前 6 个月至 2 年)投入资金,此时的估值通常较低(并附有归属权条款)。

这种投资有助于为项目提供资金以进行开发,同时风险投资公司还经常提供其他服务 / 联系,以帮助项目启动。

有趣的是,有史以来风险投资资金最大的季度(120 亿美元)发生在 2022 年第一季度。

这标志着熊市的开始(没错,风险投资公司精准地把握了市场的最高点)。

为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

但请记住,风险投资公司只是投资者。交易数量的增加也来自于项目创建数量的增加。

进入门槛低,再加上牛市期间加密货币带来的高回报,使得 Web3 成为新创公司的温床。新的代币层出不穷,导致 2021 年至 2022 年间加密代币总数翻了两番。

但不久后,派对结束了。一系列连锁反应,始于 LUNA,终于 FTX,彻底摧毁了市场。

那么,那些在年初筹集到那么多钱的项目都做了什么?

他们推迟了。

又推迟了。

再推迟了。

在熊市中推出项目无异于被判死刑。

流动性低 + 情绪不佳 + 缺乏兴趣意味着许多新的熊市项目一上市就夭折了。

因此,创始人决定等待市场反转。

终于,他们在 2023 年第四季度等到了。

(记住,最大的风险投资资金激增是在 2022 年第一季度,也就是 18 个月前)。

为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

在经历了几个月的延迟后,这些项目终于等到市场条件好转的时机来推出自己的代币。于是,他们纷纷行动起来,一个接一个地推出新项目,源源不断地进入市场。同时,许多新玩家也看到了这些看涨的市场行情,将其作为推出新项目并迅速盈利的良机。

因此, 2024 年出现了历史性的新项目推出数量。

以下是一些统计数据。它们太疯狂了。仅 4 月份以来,就有超过 100 万个新的加密代币推出。(其中一半是在 Solana 网络上创建的 meme 代币)。

为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

据 CoinGecko 数据显示,当前市场加密代币数量是 2021 年牛市高峰时期的 5.7 倍。

为什么山寨币在本轮周期表现不佳?

尽管本轮周期比特币(BTC)已达到了历史新高,但加密货币市场的过度分散化和新项目的大量涌现成为了当前最为严峻的问题,也是今年市场持续挣扎的主要原因之一。

为什么呢?

发行的代币越多,市场上的累积供应压力就越大。

而且这种供应压力是「迭加」的。

许多 2021 年的项目仍在解锁中,每年的供应都在「迭加」(2022 年、 2023 年、 2024 年)。

目前的估计表明,每天大约有 1.5 亿至 2 亿美元的新供应压力。

这种持续的抛售压力对市场造成了巨大的冲击。

可以将代币稀释视为通货膨胀。正如政府过度印制货币会导致美元购买力相对于商品和服务下降一样,加密货币市场中过多的代币供应也会降低这些代币相对于其他货币(如美元)的购买力。山寨币的过度分散化实际上就是加密货币版本的通货膨胀,它对市场的整体健康构成了严重威胁。

而且问题不仅仅是新发行的代币数量,许多新发行项目的低市值 / 高流通量机制也是一个大问题,这导致 a) 高度的分散化,和 b) 持续的供应压力。

如果新的流动性进入市场,所有这些新的发行和供应都将是好的。在 2021 年,每天有数百个新项目上线——而且一切都在上涨。然而,现在的情况并非如此。所以我们发现自己处于以下情况:

A) 进入市场的新流动性不足,

B) 解锁带来的巨大稀释 / 抛售压力

情况如何才能扭转?

首先,我必须强调加密货币市场当前面临的一个关键问题是缺乏足够的流动资金。与股票和房地产等传统市场相比,风险投资公司(VCs)在加密货币领域的过度参与成为了一个显著且有害的问题。这种过度倾斜的融资模式导致了散户投资者感受到无法从中获胜的挫败感,如果他们觉得没有获胜的机会,那么他们就不会积极参与市场。

今年 meme 代币在市场中占据主导地位,正是散户投资者在感受到其他领域缺乏获利机会后,转而寻求的一个他们认为自己有获胜可能的领域。由于许多高 FDV(完全稀释估值)的代币在私人市场就已经完成了大部分的价格发现,散户投资者往往无法像 VCs 那样获得高达 10 倍、 20 倍或 50 倍的收益。

在 2021 年,散户投资者还有机会抢购某些启动平台的代币并真正获得高达 100 倍的收益。然而,在这个周期内,由于许多代币以极高的估值(如 50 亿美元、 100 亿美元、甚至 200 亿美元以上)发行,公开市场几乎没有了价格发现的空间。当这些代币的解锁部分开始流入市场时,由于供应量大幅增加,它们的价格往往会持续下跌,给散户投资者带来了进一步的挑战。

这是一个复杂且多维度的问题,涉及加密货币市场的多个方面和参与者。尽管我不能给出所有确切的答案,但以下是一些关于当前加密货币市场动态的思考和观点。

  • 交易所可以加强代币分配的公正性

  • 团队可以优先考虑社区分配和真实用户的更大资金池

  • 在代币发行时可以解锁更高的百分比(可能实施诸如阶梯式销售税等措施来阻止抛售)。

即使内部人士不强制执行这些改变,市场最终也会这么做。市场总是会自我纠正和调整,随着当前模式的效力减弱和公众的反应,未来可能会改变事情的方向。

归根结底,一个更加面向散户的市场对所有人都有好处。对项目、风险资本和交易所都是如此。更多的用户对每个人都有好处。目前的大部分问题都是短视(以及行业的稚嫩)的症状。

此外,在交易所方面,我也希望看到交易所更加务实。一种抵消疯狂的新上市 / 稀释的方法是对退市同样毫不留情。让我们清除那些仍在吸收宝贵流动性的 10, 000 个已死项目。

市场需要给散户一个回来的理由。至少,这能解决问题的一半。

无论是比特币的上涨、以太坊的 ETF、宏观转变,还是人们真正想要使用的杀手级应用。

有很多潜在的催化剂。

希望我能让最近感到困惑的人对最近的价格走势有所理解。

分散化并不是唯一的问题,但肯定是一个主要的问题——也是需要讨论的问题。

Bacaan Terkait

Standard Chartered Lagi-lagi Menyanyikan 'Mimpi Gila' 50 Kali, Membuat 'Kue Kosong' untuk AAVE dengan Target Rp 3.500 (sekitar $3,500)

Penulis: Jae, PANews Bank Standard Chartered kembali membuat pernyataan mengejutkan di industri crypto, dengan memperkirakan token AAVE berpotensi melonjak 50 kali lipat menjadi $3.500 pada akhir 2030. Laporan mereka berfokus pada narasi makro seperti pertumbuhan besar DeFi TVL menuju $2,7 triliun dan gelombang tokenisasi aset dunia nyata (RWA), yang diyakini akan mendorong pendapatan protokol Aave. Analisis inti bank tersebut adalah: skala deposit menentukan kapasitas pinjaman, yang kemudian mendorong pendapatan biaya, dan akhirnya mengubahnya menjadi kapitalisasi pasar token. Aave, dengan arus kas yang sehat dan program pembelian kembali/burning token, dipandang sebagai aset yang didorong oleh arus kas dan saat ini dinilai terlalu rendah. Laporan terbaru dari Grayscale juga mendukung pandangan ini. Pada tingkat mikro, Aave mendominasi pasar dengan keuntungan bersih. Data menunjukkan Aave menghasilkan sekitar 80,7% dari total laba yang dipertahankan ("Earnings") di sektor peminjaman, meskipun hanya memiliki sekitar setengah dari total TVL sektor. Arsitektur teknis baru V4 dan pasar pinjaman berizin Horizon juga dilihat sebagai faktor pendukung. Namun, tantangan struktural tetap ada. Model pinjaman *peer-to-pool* Aave menyebabkan inefisiensi modal yang signifikan, dengan dana menganggur menimbulkan kerugian besar setiap tahun. Kelemahan ini membuatnya rentan terhadap risiko sistemik, seperti yang terlihat dalam insiden keamanan KelpDAO April lalu, dan membuka peluang bagi pesaing seperti Morpho yang menawarkan efisiensi lebih tinggi. Pada intinya, prediksi optimis Bank Standard Chartered mencerminkan ambisi lembaga keuangan tradisional terhadap masa depan aset yang ditokenisasi. Namun, bagi Aave, perjalanan menuju realisasi "kue" $3.500 tersebut akan bergantung pada kemampuannya mengatasi kelemahan struktural, meningkatkan efisiensi, dan menemukan jalur yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan skala triliunan dolar.

链捕手11m yang lalu

Standard Chartered Lagi-lagi Menyanyikan 'Mimpi Gila' 50 Kali, Membuat 'Kue Kosong' untuk AAVE dengan Target Rp 3.500 (sekitar $3,500)

链捕手11m yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang penggalangan dana besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Alphabet, dan Meta, menimbulkan kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak berikutnya dalam perkembangan AI. Alasan utama optimisme terletak pada intensitas investasi modal (Capex) yang terus berlanjut dan bahkan meningkat tajam. Lima penyedia cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya telah meningkatkan panduan Capex mereka untuk tahun 2026 secara signifikan, dengan angka mencapai ratusan miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur AI. Siklus investasi ini diperkirakan akan lebih tahan lama dibandingkan siklus perangkat keras sebelumnya karena beberapa alasan: 1. **Kompleksitas dan Hambatan Fisik:** Investasi tidak hanya untuk chip (GPU), tetapi juga untuk listrik, transformator, pendinginan, jaringan, dan ruang data. Banyak dari komponen ini menghadapi kendala pasokan yang parah dan waktu tunggu produksi yang panjang (misalnya, transformator bisa memakan waktu 4 tahun). 2. **Sifat Proyek yang Berkelanjutan:** Proyek infrastruktur berskala besar, sekali dimulai, lebih mahal untuk dihentikan di tengah jalan daripada diselesaikan. 3. **Data Pendukung:** Perusahaan seperti Eaton melaporkan lonjakan pesanan data center lebih dari 200%, menunjukkan bahwa investasi ini didukung oleh aktivitas konstruksi nyata. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI (Return on Investment):** Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, menekan arus kas bebas. Namun, model bisnis cloud historis menunjukkan bahwa fase investasi masif dapat diikuti oleh monetisasi skala besar. Sinyal untuk mengubah pandangan akan muncul jika panduan Capex diturunkan atau penggunaan produk AI meleset dari ekspektasi – yang saat ini belum terjadi. 2. **Gelembung seperti tahun 2000:** Krisis dot-com dipicu oleh kelebihan pasokan infrastruktur (serat optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru sebaliknya, ditandai oleh **kekurangan pasokan** di banyak lapisan infrastruktur fisik yang kritis dan tidak dapat diproduksi secara berlebihan dengan mudah. Kesimpulannya, gelombang penggalangan dana saat ini mencerminkan kebutuhan untuk mendanai tahap ekspansi AI berikutnya yang penuh dengan hambatan teknis dan logistik. Sinyal dari perusahaan menunjukkan investasi belum melambat. Meskipun risiko selalu ada, bukti saat ini lebih mendukung narasi bahwa siklus AI masih berlanjut, hanya saja dengan dinamika dan tantangan yang telah berubah.

marsbit1j yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

marsbit1j yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang besar pengumpulan modal dari raksasa teknologi seperti IPO SpaceX senilai $750 miliar dan rencana pendanaan besar-besaran oleh Alphabet dan Meta. Ini memicu kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, menurut "Tidal Investment", ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak baru. Alasan untuk tetap optimis telah berubah. Dua tahun lalu, cerita didorong oleh ledakan permintaan dan imajinasi industri. Pada pertengahan 2026, fokusnya beralih ke pertanyaan apakah intensitas investasi ini berkelanjutan. Kunci jawabannya terletak pada niat dan kemampuan para pemain kunci untuk terus berinvestasi. Data menunjukkan investasi justru semakin agresif. Panduan belanja modal (Capex) 2026 dari lima vendor cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya dinaikkan secara signifikan, mencapai angka ratusan miliar dolar AS. Bahkan perusahaan dengan arus kas kuat pun mengatur ulang struktur modalnya untuk mendanai infrastruktur AI. Siklus investasi ini sulit berhenti karena beberapa alasan. Pertama, investasi tersebar di banyak lapisan fisik seperti komputasi, memori, jaringan, dan yang paling kritis: **listrik**. Kemacetan bergeser dari chip ke komponen fisik seperti transformer, pendinginan cair, dan akses jaringan listrik, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan. Kedua, pesanan untuk peralatan pendukung data center (seperti dari Eaton yang melonjak 240%) membuktikan ada progres konstruksi riil di balik angka Capex yang besar. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI**: Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, meningkatkan beban penyusutan dan menekan arus kas bebas (seperti yang dialami Amazon). Namun, ini mirip dengan fase awal pengembangan cloud. Risiko ROI nyata, tetapi belum ada sinyal seperti panduan Capex yang diturunkan atau pesanan yang dibatalkan. 2. **Gelembung seperti tahun 2000**: Krisis dot-com disebabkan oleh kelebihan pasokan infrastruktur (seperti fiber optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru terbalik. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI (listrik, transformer) sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan tidak dapat "dipra-pasang" seperti fiber optic, sehingga risiko kelebihan pasokan mendadak lebih rendah. Kesimpulannya, gelombang pendanaan besar-besaran ini lebih mencerminkan **"istirahat tengah babak"** daripada akhir permainan. Tantangan di babak selanjutnya (keterbatasan listrik, pasokan transformer) justru membutuhkan lebih banyak modal dan waktu. Siklus investasi AI masih berlangsung, hanya saja alur ceritanya yang berubah dari narasi murni pertumbuhan menjadi narasi ketahanan dan realisasi nilai dalam menghadapi kendala fisik.

链捕手1j yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

链捕手1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

**Ringkasan: 15 Protokol Kripto Penghasil Pendapatan yang Dinilai Terlalu Rendah Menurut Grayscale** Grayscale Research melaporkan bahwa 15 protokol on-chain dengan pendapatan tertinggi saat ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang sangat rendah, banyak di antaranya hanya 1x hingga 9x. Protokol seperti Pump.fun, PancakeSwap, dan Meteora bahkan memiliki kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan pendapatan satu tahun mereka. Rendahnya valuasi ini terjadi meskipun protokol-protokol ini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dengan biaya operasional minimal. Grayscale berpendapat bahwa potensi disahkannya *CLARITY Act* (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) pada bulan depan bisa menjadi katalis. Regulasi yang lebih jelas diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi lembaga keuangan tradisional, mendorong lebih banyak aktivitas dan nilai terkunci (TVL) di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan protokol-protokol ini. Laporan ini mengelompokkan protokol berdasarkan kelipatan pendapatannya: - **"Klub 1x"**: Pump.fun (PUMP), PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), Collector Crypt (CARDS). - **Kelipatan satu digit**: Raydium (RAY), Lido Finance (LDO), Aerodrome (AERO), Sky (SKY), Jupiter (JUP), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Aave (AAVE). - **Kelipatan tinggi**: Hyperliquid (HYPE, 15x), World Liberty Financial (WLFI, 17x), dan Uniswap (UNI, 37x) yang dinilai berdasarkan narasi dan nilai opsi masa depan. Grayscale juga memberikan analisis valuasi DCF (Discounted Cash Flow) untuk Aave, dengan target harga sekitar $175. Namun, penting dicatat bahwa Grayscale memiliki kepentingan komersial dalam laporan ini sebagai perusahaan pengelola aset kripto, dan katalis regulasi (CLARITY Act) belum tentu terwujud. Investor disarankan untuk melakukan penilaian mandiri.

marsbit1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片