Craig Wright's Former Lawyers Say Emails Shared by Wife Are Fake as COPA Trial Heats Up

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-25Terakhir diperbarui pada 2024-02-26

Abstrak

The emails were disclosed by Wright's counsel after COPA's expert witness Patrick Madden spent a tense day on the stand.

  • Craig Wright's former legal representatives at Ontier say emails purportedly showing their correspondence have been doctored as the fourth week of a U.K. trial probing his claims of having invented bitcoin started Monday.
  • The emails were shared by Wright's wife Ramona Watts with his U.K. counsel, who then disclosed it to the court.
  • Before the emails were revealed, Wright's team questioned a flustered Patrick Madden, whose digital forensics reports form the basis for accusations that Wright forged evidence that he's bitcoin creator Satoshi Nakamoto.
10
10.1K

Emails shared by Craig Wright's wife as evidence in the ongoing trial probing whether he'd invented bitcoin (BTC) are "not genuine," Wright's former lawyers said in court, as the fourth week of the legal proceedings kicked off Monday in London.

The emails between Wright and his former representatives at Ontier became part of the trial after the self-proclaimed bitcoin inventor referenced them while he was under cross-examination last week. The emails were then shared by Wright's wife Ramona Watts with his current counsel at London law firm Shoosmiths, who in turn reached out to Ontier to confirm their accuracy.

Wright claimed Ontier had access to the Australian accounting platform MYOB in 2019, and that he had the emails to prove it. Those emails that Wright's wife then shared with Shoosmiths were doctored, according to Ontier.

Advertisement
Advertisement

Shoosmiths disclosed the emails and Ontier's response in court on Monday. The documents are now set to be analyzed by lawyers for both Wright and the plaintiff, the Crypto Open Patent Alliance (COPA).

The emails were shared with the court by Wright's team after it had spent the day cross-examining digital forensics expert Patrick Madden, whose arguments that the Australian computer scientist forged key material he relies on to prove he's Bitcoin inventor Satoshi Nakamoto form the basis for COPA's complaint against Wright.

Madden, who has penned extensive reports questioning the authenticity of numerous documents that Wright has presented as proof, appeared flustered and often downplayed his findings.

Craig Orr, who cross-examined Madden for Shoosmiths, carefully hit a handful of arguments made by Madden to try and undermine the expert's work on the investigation and the strength of his findings.

When asked if he could say for sure that a footer in a document presented by Wright could or could not have existed in 2008, Madden answered: "I can't say that 100%."

When asked by Orr if he was speculating, Madden said, "It's a bit more than that, but, okay."

Later, Orr questioned why Madden had relied on COPA's counsel Bird & Bird LLP to help draft his report instead of hiring an independent assistant. Madden said he didn't trust anyone else to do the work for him.

When Orr asked if he had done anything similar for other cases, Madden answered no, and later disagreed with Orr when he suggested Madden had "undermined" his independence by his approach to preparing for the case.

Advertisement
Advertisement

Madden's planned two-day cross-examination lasted less than a day, and Shoosmiths decided against questioning two more witnesses from COPA's camp lined up for the day. The trial will resume on Tuesday.

Edited by Nikhilesh De.


Bacaan Terkait

Interpretasi Laporan Riset Citigroup: Larangan AS terhadap Modul Optik China Belum Ada Kemajuan Nyata, Kendala Pasokan Hadang Implementasi Jangka Pendek

Analisis Laporan Citi: Rencana Larangan AS atas Optical Module Cina Belum Ada Kemajuan Nyata, Kendala Pasokan Batasi Eksekusi Jangka Pendek Laporan Reuters 4 Agustus menyebutkan pemerintahan Trump dan FCC sedang mempertimbangkan larangan impor optical module Cina ke AS. Dalam laporan 9 Agustus, Citi menemukan bahwa optical module tidak termasuk dalam daftar larangan FCC yang berlaku. Aturan FCC 26-50 menetapkan dua mekanisme daftar terbatas: berdasarkan produsen dan berdasarkan asal. Optical module hanya disebut satu kali dalam contoh persyaratan pengungkapan, bukan sebagai produk yang dilarang. Usulan larangan masih berupa proposal. Citi memperkirakan pemasok Cina menyuplai 60%-70% kebutuhan optical module berkecepatan tinggi untuk hyperscaler AS. Pemasok non-Cina tidak dapat mengisi kekosongan ini dalam waktu dekat, sehingga kemungkinan larangan nyata diberlakukan dalam waktu dekat dinilai rendah. Analisis memetakan tiga skenario kebijakan potensial: larangan berbasis produsen dinilai paling tidak mungkin karena akan langsung mengganggu infrastruktur AI AS. Larangan berbasis asal (semua produk luar negeri) sangat ketat tetapi dampaknya besar, mungkin memerlukan pengecualian. Larangan berbasis asal (hanya produk Cina) memberi ruang bagi kapasitas di luar Cina, tetapi definisi "asal" tetap tidak jelas. Jika larangan diberlakukan, perusahaan seperti XSENS dan Dongshan Precision akan paling terpapar karena ekspor langsung mereka ke AS. Tianfu Communication, sebagai pemasok komponen pasif, risikonya lebih rendah dan relatif terisolasi. Kesimpulan Citi jelas: Pemasok optical module Cina memegang posisi penting dalam rantai pasokan AI AS. Diskusi larangan akan berlanjut, tetapi eksekusi cepat kecil kemungkinannya. Fokus investor harus pada kecepatan pembangunan kapasitas produksi domestik AS dan arah negosasi dalam agenda diplomatik AS-Cina. Logika substitusi impor untuk optical module tetap berlaku, tetapi jendela waktunya mungkin lebih panjang dari perkiraan pasar.

marsbit34m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset Citigroup: Larangan AS terhadap Modul Optik China Belum Ada Kemajuan Nyata, Kendala Pasokan Hadang Implementasi Jangka Pendek

marsbit34m yang lalu

Perusahaan Induk Truth Social Rugi US$238 Juta dalam Satu Kuartal: US$190 Juta Rugi dari Posisi Crypto, Perusahaan Umumkan Strategi Ketat Pengelolaan Kas

Perusahaan induk Truth Social, Trump Media & Technology Group (DJT), melaporkan kerugian bersih $238,1 juta pada kuartal II 2026. Kerugian besar ini terutama ($190,4 juta) berasal dari kerugian belum direalisasi pada aset digital dan sekuritas ekuitas, didorong oleh koreksi harga Bitcoin. Secara operasional, perusahaan hanya menggunakan $13,7 juta dalam arus kas. Menariknya, meski mengalami kerugian, perusahaan justru menambah kepemilikan Bitcoin-nya pada Juli, dengan membeli hampir 4.700 BTC tambahan menggunakan hasil penjualan sekuritas terkait Bitcoin. Total kepemilikan kini mencapai sekitar 14.139 BTC (senilai sekitar $890,5 juta per 31 Juli), menjadikannya bagian dominan dari aset perusahaan. Untuk mengelola volatilitas, perusahaan telah menggunakan strategi keuangan seperti opsi, pinjaman, dan penjaminan dengan Bitcoin. Namun, menyusul kerugian kuartalan, perusahaan mengumumkan akan menerapkan "kerangka manajemen treasury aset digital yang lebih disiplin" untuk mengurangi risiko sambil tetap mempertahankan eksposur jangka panjang. Fokus juga akan lebih dialihkan ke inti bisnis media seperti Truth Social dan produk data Truth API yang baru mulai menghasilkan pendapatan. Perusahaan berencana menyelesaikan merger dengan perusahaan energi fusi nuklir TAE Technologies pada kuartal IV 2026. Dengan pendapatan kuartalan hanya $1,7 juta, pertumbuhan bisnis media dan strategi treasury Bitcoin yang lebih hati-hati akan menjadi penentu utama nilai perusahaan ke depan.

marsbit42m yang lalu

Perusahaan Induk Truth Social Rugi US$238 Juta dalam Satu Kuartal: US$190 Juta Rugi dari Posisi Crypto, Perusahaan Umumkan Strategi Ketat Pengelolaan Kas

marsbit42m yang lalu

Analis Utama Klaim Bitcoin Sedang Berada di Tahap Kritis: 'Kita di Pasar Bear Terendah, Apa Selanjutnya...'

Analis kripto terkenal Benjamin Cowen dalam video analisis terbarunya menilai peristiwa terkini dan siklus historis pasar Bitcoin. Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $64.000-$65.000. Cowen menyatakan bahwa dinamika pasar dan minat investor menunjukkan kemiripan dengan siklus masa lalu, menunjukkan bahwa periode mendatang adalah titik balik kritis. Minat dan antusiasme publik terhadap pasar kripto telah menurun signifikan. Indikator sosial turun ke level 0.2, jauh lebih rendah dibandingkan empat tahun lalu. Volatilitas pasar juga turun drastis dengan sentimen ketidakpercayaan yang mendominasi, situasi yang sangat mirip dengan akhir pasar bearish pada 2018 dan 2022. Data historis menunjukkan pasar Bitcoin biasanya mencapai titik terendah di bulan-bulan musim panas, diikuti periode stagnasi dengan volatilitas rendah. Pergerakan utama mungkin terjadi di kuartal terakhir tahun. Namun, indikator on-chain seperti Z-Score MVRV belum turun di bawah nol yang menandakan dasar, sehingga terlalu dini untuk menyimpulkan dasar telah tercapai. Menurut Cowen, dalam beberapa minggu ke depan, suatu peristiwa berpotensi mengguncang pasar dan memicu gelombang penurunan akhir. Peristiwa ini dapat mengembalikan investor ke pasar dan membuka jalan bagi siklus bull baru. Oktober diprediksi sebagai periode paling mungkin untuk pembentukan dasar, meski September atau November juga mungkin. Pengguna kripto disarankan untuk berhati-hati dan bersiap untuk momen penentu di pasar ini.

cryptonews.ru43m yang lalu

Analis Utama Klaim Bitcoin Sedang Berada di Tahap Kritis: 'Kita di Pasar Bear Terendah, Apa Selanjutnya...'

cryptonews.ru43m yang lalu

Trading

Spot
活动图片