Prediction Markets Can Hedge Crypto Startups' Regulatory Risk, Paradigm Says

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-31Terakhir diperbarui pada 2024-02-01

Abstrak

Coinbase co-founder Fred Ehrsham's venture capital firm filed a friend-of-the-court brief in Kalshi's case against the CFTC.

Paradigm, the venture capital firm led by Coinbase co-founder Fred Ehrsam, filed a legal brief supporting prediction market platform Kalshi in its suit against the Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

In the case, filed in November, Kalshi asked the court to vacate the CFTC's denial of its bid to list contracts on which party will control each house of the U.S. Congress after an election. The regulator concluded that Kalshi, based in New York, was pursuing unlawful gambling "contrary to the public interest."

10

In a friend-of-the-court brief filed Thursday, Paradigm, which is not an investor in Kalshi, argued that such contracts could help businesses, including cryptocurrency startups, hedge their risks while producing positive spillover effects for the general public.

Advertisement
Advertisement

Paradigm is weighing in at a time of optimistic forecasts for long-languishing prediction markets, particularly those that run on crypto rails (unlike the CFTC-regulated Kalshi, which settles bets in U.S. dollars). In such markets, participants bet on the outcomes of real-world events, from the weather to military maneuvers.

Bullish outlook

Bitwise Asset Management, for example, forecasted in a December report that "more than $100 million will be staked in prediction markets, which will emerge as a new 'killer app' for crypto." That figure would represent double the peak reached in late 2021, according to Bitwise's analysis of data from The Block and DefiLlama.

A chart from Bitwise Asset Management's "The Year Ahead: 10 Crypto Predictions for 2024"
A chart from Bitwise Asset Management's "The Year Ahead: 10 Crypto Predictions for 2024"

Polymarket, the leading crypto-based prediction market platform, logged its biggest volume month in January, according to Dune Analytics data shared on X (formerly Twitter) by Rob Hadick, a general partner at Dragonfly, another VC firm.

Advertisement
Advertisement

Hedging risk

"Paradigm has an interest in this case because prediction markets could be an impactful use case for crypto and related technologies in which Paradigm invests," the firm said in the filing with the U.S. District Court for the District of Columbia.

For example, the brief described a hypothetical "entrepreneur who is building a crypto startup in the U.S. The likelihood that Congress will pass legislation that will impact the viability of U.S.-based crypto startups is directly affected by which party is in control of Congress. … The entrepreneur may therefore want to buy an event contract that pays out depending on which party takes control."

Echoing a longstanding argument in favor of prediction markets, the brief went on, "when market participants hedge substantial sums on a particular event contract, members of the general public—even those who never join the market—get valuable real-time information."

Such markets "might even be better predictors of electoral outcomes than public opinion polling—precisely because they require participants to put their own skin in the game," Paradigm said.

Public benefit

Another friend-of-the-court brief filed Thursday supported Kalshi, this one by a prominent legal scholar.

Joseph A. Grundfest, a professor at Stanford Law School, made a similar appeal to the public good.

"In a world with miniscule poll response rates, sky-high polarization, and rampant fake news, prediction markets offer an objective indicator of the probability of particular election outcomes," he wrote.

Advertisement
Advertisement

The CFTC has about a month to respond to Kalshi's motion for summary judgment and present its own friend-of-the-court briefs. Kalshi would respond to those filings in March and the case may reach a conclusion in early April.

Bacaan Terkait

Ledakan Robot Laut Dalam, Putaran A Paling Keras Tercipta

Investasi penting di sektor teknologi laut dalam telah terjadi. Deep Sea Zhiren, perusahaan robot laut dalam asal Tiongkok, berhasil merampungkan pendanaan Seri A senilai lebih dari 5 miliar yuan (sekitar Rp 10 triliun lebih). Pendanaan ini melibatkan sejumlah nama besar seperti Guanghe Chuangtou, Dachen Caizhi, GGV Capital, Yida Capital, CIC Investor, CETC Investment, dan dana teknologi energi yang dikelola Cathay Innovation dengan TotalEnergies sebagai investor utama. Didirikan oleh Ma Yiming, seorang veteran industri, Deep Sea Zhiren fokus pada pengembangan robot operasi kelas industri (ROV) untuk lingkungan laut dalam yang ekstrem. Perusahaan telah membangun portofolio produk lengkap, termasuk "Taurus" (kedalaman 1.000m), "Phoenix" (3.000m), "Singularity" (6.000m), dan solusi kluster robot otonom DeepMatrix. Kesuksesan komersial telah terbukti dengan diperolehnya kontrak pesanan penting dari luar negeri, seperti dari grup telekomunikasi Uni Emirat Arab, menandai ekspor komersial pertama robot laut dalam buatan Tiongkok. Pelanggannya mencakup kontraktor minyak & gas, kabel laut, dan tenaga angin lepas pantai di berbagai negara. Deep Sea Zhiren tidak hanya mengandalkan perangkat keras, tetapi juga mengembangkan sistem kecerdasan buatan seperti model keputusan tugas SEAgent. Visi jangka panjang mereka adalah DeepMatrix, sebuah sistem kluster robot otonom yang dapat tinggal permanen di dasar laut untuk operasi seperti penambangan, yang berpotensi menghemat miliaran dolar biaya operasi. Pendanaan ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap potensi besar ekonomi laut dalam, yang didukung oleh kebijakan pemerintah Tiongkok. Deep Sea Zhiren bercita-cita menjadi pemimpin global dalam mendefinisikan paradigma baru eksplorasi dan pemanfaatan laut dalam dengan kekuatan teknologi orisinal.

marsbit23m yang lalu

Ledakan Robot Laut Dalam, Putaran A Paling Keras Tercipta

marsbit23m yang lalu

1confirmation: 5 Jalur Kripto Konsumen yang Layak Ditinjau Kembali

**5 Jalur Kripto Konsumen yang Layak Ditinjau Kembali Menurut 1confirmation** Artikel dari 1confirmation membahas lima bidang aplikasi kripto konsumen yang pernah gagal di masa lalu, tetapi kini berpotensi untuk sukses karena infrastruktur dan waktu yang lebih matang. 1. **Aset Asli Internet**: Sementara RWA (Real World Assets) populer, peluang besar justru terletak pada penciptaan aset kripto asli yang tidak ada di dunia nyata, seperti yang secara berarti menangkap momen budaya atau perhatian di internet, melampaui bentuk sederhana seperti meme coin atau NFT koleksi digital. 2. **X-to-Earn**: Model seperti STEPN dan Axie Infinity menunjukkan bahwa orang bisa mendapatkan kripto pertama mereka melalui aktivitas, bukan membeli. Pelajaran utamanya adalah model ekonomi yang berkelanjutan diperlukan, bukan sekadar mencetak token secara terus-menerus. Pertanyaannya adalah aset apa yang bernilai untuk dipertahankan. 3. **Metaverse**: Kegagalan proyek seperti Decentraland bukan karena ide orang menghabiskan waktu di dunia digital itu salah, tetapi karena mencoba meniru realitas fisik (tanah, properti). Peluangnya terletak pada menciptakan pengalaman "bersama online" generasi berikutnya dengan bentuk yang benar-benar baru dan native secara digital. 4. **DAO**: DAO sering terlalu fokus pada tata kelola yang kompleks. Inti peluang konsumen sebenarnya lebih sederhana: mengumpulkan dana secara kolektif di internet untuk tujuan bersama yang spesifik (seperti membeli barang bersejarah, mendanai film, atau menyelamatkan bisnis), seperti yang ditunjukkan ConstitutionDAO. 5. **Manusia sebagai Pasar**: Banyak proyek SocialFi (Friend.tech, dll.) gagal menciptakan pasar di sekitar individu. Ide dasarnya mungkin benar (orang ingin bertaruh pada atau mendukung seseorang), tetapi implementasinya sering menjadikan kreator sebagai "produk" yang diperdagangkan. Tantangannya adalah membangun pasar *di sekitar* seseorang tanpa membuat orang itu sendiri menjadi komoditas. Kesimpulannya, aplikasi kripto konsumen berikutnya yang benar-benar meledak kemungkinan besar adalah ide yang pernah gagal sebelumnya, namun kini ekosistem dan waktunya sudah tepat.

marsbit27m yang lalu

1confirmation: 5 Jalur Kripto Konsumen yang Layak Ditinjau Kembali

marsbit27m yang lalu

Kumpulan Interaksi Terpopuler | predict.fun Meluncurkan Acara Spesial Dota 2; Ajukan Daftar Putih Awal Soar (13 Agustus)

**Ringkasan: Kumpulan Interaksi Populer** **1. predict.fun: Aktivitas Khusus Dota 2** Platform pasar prediksi di BNB Chain ini meluncurkan acara prediksi untuk The International Dota 2 2024. Pengguna dapat memprediksi hasil pertandingan mulai 13 Agustus. Total hadiah mencapai **$100,000 USDT dan 5 juta Poin PP**. Hadiah dibagi menjadi dua fase: fase grup (13-16 Agustus) dan fase final (20-23 Agustus). Untuk berpartisipasi, kunjungi situs web, daftar, kunci saham minimal 20 untuk tim pilihan sebelum pertandingan dimulai, dan jawab 9 pertanyaan prediksi per match untuk mendapatkan poin. **2. CheomaYield: Protokol Pendapatan Stablecoin** Protokol ini dibangun di GIWA Chain (L2 dari Upbit Korea). Ini adalah protokol pendapatan stablecoin pertama di testnet GIWA. CheomaYield telah merilis model ekonomi token **CHEOMA** dengan total pasokan 100 juta, dimana **30% dialokasikan untuk airdrop**. Untuk berinteraksi, klaim testnet GIWA dari faucet, kunjungi aplikasi CheomaYield, klaim 10,000 USDC testnet, dan lakukan interaksi di platform untuk mendapatkan poin. **3. Soar: Platform Perdagangan Pre-IPO** Platform ini memungkinkan pengguna retail untuk mendapatkan eksposur dini ke perusahaan swasta ternama (seperti OpenAI, SpaceX) dengan melakukan posisi long/short pada valuasi mereka, tanpa perlu menunggu IPO. Saat ini, proyek sedang membuka pendaftaran daftar tunggal (waitlist) awal. Untuk mendaftar, kunjungi situs web mereka dan daftarkan alamat email Anda.

Odaily星球日报29m yang lalu

Kumpulan Interaksi Terpopuler | predict.fun Meluncurkan Acara Spesial Dota 2; Ajukan Daftar Putih Awal Soar (13 Agustus)

Odaily星球日报29m yang lalu

Trading

Spot
活动图片