DeFi project aims to unlock a multibillion-dollar market with new DeFi Debit Card

News DirectDipublikasikan tanggal 2023-12-29Terakhir diperbarui pada 2023-12-31

Abstrak

DeFi offers anonymity and a global reach but lacks user experience and more use cases for everyday scenarios. Retik Finance launches a DeFi debit card to bridge decentralized finance to traditional spending.

DeFi offers anonymity and a global reach but lacks user experience and more use cases for everyday scenarios. Retik Finance launches a DeFi debit card to bridge decentralized finance to traditional spending.
In the dynamic world of digital finance, decentralized finance (DeFi) stands on the periphery of mainstream financial engagement. Its innovative promise is often overshadowed by its perceived complexity, rendering it a realm mainly navigated by those deeply immersed in cryptocurrency
The gap between the advanced DeFi systems and the conventional understanding of finance by the everyday consumer has been a significant barrier. A DappRadar report highlights the technical knowledge required to fully utilize DeFi as a substantial concern for retail users. DeFi’s complexities, wrapped in technical jargon and a lack of user-friendly interfaces, make it appear daunting and inaccessible, keeping it at arm’s length from the broader audience that sticks to traditional banking methods.
This landscape, however, is on the cusp of change with the introduction of new use cases that bridge DeFi to traditional finance. Retik Finance, a DeFi-based project, has introduced its DeFi debit card to seamlessly integrate DeFi assets into users’ everyday spending habits. 
Emphasizing user privacy, these cards allow anonymous transactions, removing the need for the conventional Know Your Customer (KYC) verification process. This feature aligns with the core values of DeFi, which upholds user autonomy and privacy.
In terms of security, Retik Finance has integrated a noncustodial DeFi wallet into its debit card system, ensuring that users retain full control over their digital assets — a fundamental aspect of DeFi. The wallet’s noncustodial nature means that, unlike traditional banking systems where the institution holds customer funds, Retik’s users are solely responsible for their asset management.


The complete ecosystem of Retik Finance solutions. Source: Retik Finance
Hot on the heels of a successful $1.5 million, Retik Finance continues its Presale Stage with an aim to unlock a multibillion-dollar market with its DeFi debit cards. To achieve this, Retik designed its cards for global use, removing geographical barriers in financial transactions. DeFi debit cards are intended to provide a seamless payment experience, whether for local purchases or international travel. This feature addresses significant pain points in traditional finance, including currency conversion and cross-border transaction fees.
Incentivizing DeFi for shoppers 
Adding another layer to its DeFi debit card, Retik Finance introduces a rewards program that incentivizes usage. Each transaction made with the card accrues rewards for the user, ostensibly converting routine spending into potential savings. Such programs are common in traditional finance but represent a relatively novel approach in the DeFi space, potentially attracting users who value tangible benefits from their financial transactions. 
At the heart of these cards’ functionality lies blockchain technology, which Retik Finance asserts delivers faster and more secure transactions than traditional financial systems. Blockchain’s inherent features, such as immutability and transparency, could potentially streamline transaction processes. 


Source: Retik Finance  
Retik Finance has also integrated an exclusive feature into its DeFi debit card offering — complimentary access to airport lounges worldwide. This perk, typically associated with premium credit cards in traditional banking, adds a layer of luxury to the user experience. By including such a benefit, Retik Finance aims to elevate its position in the competitive market, appealing to a segment of users who appreciate these additional comforts. 
The emergence of the DeFi debit card is not just a step toward simplifying transactions; it’s a leap toward a future where finance is universally accessible and seamlessly integrated. It marks a pivotal moment where DeFi sheds its niche status and holds the promise of decentralized financial services becoming an integral part of daily life, fostering global financial inclusion.
Learn more about Retik Finance
Disclaimer. Cointelegraph does not endorse any content or product on this page. While we aim at providing you with all important information that we could obtain in this sponsored article, readers should do their own research before taking any actions related to the company and carry full responsibility for their decisions, nor can this article be considered as investment advice.

Bacaan Terkait

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

Eksodus talenta dari Google tampaknya berlanjut dengan hengkangnya Denny Zhou, yang dijuluki "Raja Penalaran" DeepMind, ke Meta. Ia telah bekerja diam-diam di MSL Meta selama empat bulan sebelum berita kepergian sejumlah ilmuwan top Google lainnya ramai diperbincangkan. Zhou, yang direkrut ke Google pada 2017 berkat program Google AI China yang diinisiasi Fei-Fei Li, adalah pionir tim penalaran dan berkontribusi besar pada karya dasar LLM seperti Chain-of-Thought. Kepergiannya disusul masuknya profesor UC Berkeley, Dawn Song ("Bunda Keamanan AI"), ke Meta beserta tim startup AI security-nya. Sementara itu, Google terus kehilangan banyak pemain kunci. Noam Shazeer (salah satu penulis Transformer) bergabung dengan OpenAI, sementara peraih Nobel John Jumper serta kontributor inti Gemini lainnya, Jonas Adler dan Alexander Pritzel, pindah ke Anthropic. Laporan dari The Information mengungkapkan kemungkinan penyebab di balik eksodus ini: Google dikabarkan mengutamakan "Tim Serang Pengkodean" (Coding Strike Team) yang baru dibentuk, bahkan didukung langsung oleh pendiri Sergey Brin. Tim ini berfokus mempercepat pengembangan kemampuan coding Gemini, menggeser prioritas dari jalur "model dunia" AGI yang lebih teoritis yang selama ini digagas DeepMind. Alokasi sumber daya komputasi yang diprioritaskan untuk tim pengkodean ini diduga menjadi salah satu alasan kepergian para peneliti, seperti yang disinggung Shazeer. Pergeseran fokus ke pengkodean, yang memiliki nilai komersial jelas, tampaknya mengorbankan jalur penelitian jangka panjang lainnya, menciptakan ketegangan internal dan mendorong talenta untuk mencari peluang di perusahaan pesaing seperti Meta, OpenAI, dan Anthropic.

marsbit35m yang lalu

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

marsbit35m yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

**Toss dan Poseidon Ajak 30 Juta Pengguna Masuk ke Ekonomi Data AI** Toss, platform keuangan seluler Korea, bermitra dengan Poseidon, infrastruktur data untuk AI, untuk memperkenalkan model pertama di dunia yang memungkinkan pengguna biasa berkontribusi data dunia nyata untuk pelatihan AI dan dibayar atas kontribusinya. Kolaborasi ini membuka pasar data AI kepada sekitar 30 juta pengguna Toss. Aplikasi kontributor Poseidon, Numo, akan diluncurkan di dalam aplikasi Toss. Pengguna dapat membantu membangun data pelatihan dalam bahasa Korea (suara, gambar, video) dan menerima pembayaran yang terikat langsung dengan kontribusi mereka. Poseidon menyediakan infrastruktur yang melacak nilai setiap kontribusi, sementara Toss menyediakan basis pengguna dan pengalaman finansial untuk mengubah partisipasi menjadi pembayaran. Data yang dikumpulkan Numo adalah data orang-pertama dari lingkungan nyata, kategori yang sangat berharga untuk mengembangkan kecerdasan fisik AI (seperti di robotika dan kendaraan otonom). Setiap kontribusi dicatat di jaringan DATA, dengan jejak audit publik yang dapat diverifikasi, memastikan transparansi bagi pembeli dan kontributor. Korea dipandang sebagai pasar ideal untuk membuktikan model ini karena kombinasi data kehidupan nyata yang padat, sistem keuangan matang, dan pengalaman seluler kelas dunia yang dimiliki Toss. Setelah terbukti di Korea, kemitraan ini berencana untuk berekspansi ke pasar global.

TheNewsCrypto52m yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

TheNewsCrypto52m yang lalu

Orang yang Menciptakan ChatGPT, Sudah Tidak Lagi Menggunakan ChatGPT untuk Bekerja

Pembuat ChatGPT Sudah Tidak Lagi Mengandalkan ChatGPT untuk Bekerja Dalam waktu kurang dari setahun, OpenAI telah menggeser fokus dari chatbot ke agen AI cerdas (AI Agent) bernama Codex. Hingga Juni 2026, Codex menangani 99,8% dari total token keluaran mingguan perusahaan, melonjak drastis dari kurang dari 10% sepuluh bulan sebelumnya. Pergeseran besar terjadi sekitar September lalu ketika Codex diperkuat dengan model yang lebih canggih dan kemampuan yang lebih lengkap, memungkinkannya menangani tugas-tugas yang semakin kompleks. Karyawan OpenAI menemukan bahwa daripada bertanya-jawab dalam kotak dialog, lebih efisien untuk menyerahkan satu set tugas utuh kepada Codex untuk dijalankan secara mandiri. Perubahan ini tidak hanya terjadi di tim teknik, tetapi telah menyebar ke setiap departemen termasuk hukum, keuangan, dan rekrutmen. Saat ini, rata-rata lebih dari 85% token keluaran per karyawan dihasilkan oleh Codex. Agen seperti Codex mengubah unit dasar kerja pengetahuan: dari interaksi tanya-jawab singkat menjadi tugas berjangka panjang yang dapat "dilempar" untuk diselesaikan secara mandiri. Sekitar seperempat permintaan ke Codex kini terkait dengan pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih dari satu jam jika dikerjakan manusia. Yang mengejutkan, pertumbuhan pengguna non-pengembang (pengguna individu dan organisasi) telah melampaui pengembang. Orang-orang dari bidang non-teknik seperti keuangan dan humas menggunakan Codex untuk mengotomatisasi alur kerja mereka, bahkan untuk tugas-tugas pemrograman. Ini menunjukkan bahwa Codex telah berubah dari alat bantu pemrograman menjadi agen alur kerja universal. Codex, yang didukung oleh GPT-5.5, kini dapat menjalankan rantai tugas teknik secara utuh: implementasi, refaktor, debug, pengujian, dan verifikasi. Pengguna berat bahkan dapat menjalankan beberapa agen secara paralel, menghasilkan hingga lebih dari 60 jam kerja agen dalam satu hari. Intinya, cara kerja telah bergeser: dari membuka kotak obrolan menjadi menyerahkan seluruh tugas kepada agen cerdas. Pembeda di masa depan akan terletak pada seberapa besar dan kompleks tugas yang berani dipercayakan kepada AI untuk dijalankan secara mandiri.

marsbit1j yang lalu

Orang yang Menciptakan ChatGPT, Sudah Tidak Lagi Menggunakan ChatGPT untuk Bekerja

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片