UK’s Tough Crypto Regulator FCA Won’t Go Easy on Stablecoins, Official Says

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-07Terakhir diperbarui pada 2023-11-08

Abstrak

The Financial Conduct Authority on Monday published a discussion paper with proposals for a stablecoin regime.

  • U.K. regulators published plans to regulate stablecoins on Monday.
  • The FCA, which will oversee stablecoin issuers alongside the Bank of England, is setting tough standards for firms, an official told CoinDesk.
10

The U.K.’s financial watchdog won’t deviate from its usual tough stance on crypto when regulating stablecoins under proposed rules, an official told CoinDesk.

The Financial Conduct Authority (FCA) on Monday published a discussion paper with proposals for a stablecoin regime. Though the country’s Conservative government has said it wants the U.K. to be a crypto hub and has managed to push through legislation that lets stablecoins be regulated as a means of payment, the FCA has been a strict regulator and it will do most of the supervision work involving the broader crypto sector.

"Ultimately, we'll set the standards," Matthew Long, director of payments and digital assets at the FCA, told CoinDesk. "Those that meet the standards will be admitted and those that don't meet the standards won't get through and we won't apologize for those high standards.”

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

Long said officials have seen stablecoins used to launder money, as well as poor practices among issuers and issues with de-pegging, where the cryptocurrency loses its par with the asset it’s pegged to. One such de-pegging in 2022 caused devastation in crypto markets and made regulators worry about contagion and damage to broader financial systems.

“We've seen lots of things that we're really concerned about and at the end of the day, the person this actually affects is the customer," Long said.

The regime

The FCA's proposed stablecoin regime will require prospective stablecoin issuers in the U.K. to apply for authorization. Issuers can proceed only if they can prove they meet various requirements such as ensuring their crypto maintains a stable value and they can keep accurate records that ensure a firm holds "the correct amount of regulated stablecoin backing assets for a consumer," the discussion paper said.

To regulate stablecoins in the country, the FCA will work with the Bank of England, Long explained.

The BOE also released a discussion paper on Monday containing its own plans to be the primary regulator for stablecoins backed by the British pound that are in wide use – and have the ability to threaten financial stability should they collapse.

"We will have to come together because we are looking at business conduct and the BOE is looking at bank and prudential," Long said.

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

The FCA will be observing the market and will be on the lookout for the emergence of wide-use “systemic” stablecoins, Long said. He added the two regulators plan on setting out a formal agreement on what their roles will look like.

What’s next

The FCA is seeking comments on the proposals it laid out in Monday’s discussion paper. It will engage with the industry via roundtables and other discussions to gather feedback, Long said.

"There are a number of different ways that we can approach the problem and working with industry helps us ensure that we create our high standards, avoiding money laundering, but also supporting innovation," he explained.

To ensure firms comply with its rules, the FCA will host meetings and inspections, but regulators have yet to decide on penalties for those that do not comply.

"There's a number of things that we might consider, which are in legislation, which normally are fines, imprisonment, and other supervisory tools that we've got," Long said.

Edited by Sandali Handagama and Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Hubei State-Owned Assets Menikmati Pengembalian Terbesar dalam Sejarah

Momen yang telah lama ditunggu akhirnya tiba. Perusahaan patungan memori terkemuka China, Changcun Konggu (diulas sebagai "Changcun Holdings" dalam artikel), telah mengajukan IPO di Papan Sains dan Teknologi STAR dengan target pendanaan 33 miliar yuan, berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar tersebut. Ini akan menggeser rekor yang baru dibuat oleh Changxin Technology dari Hefei. Didirikan pada 2016, kedua perusahaan ini dijuluki "Bintang Kembar Memori Dalam Negeri". Keberhasilan IPO Changxin Technology, dengan valuasi melonjak hingga 4 triliun yuan, telah membawa imbal hasil triliunan yuan bagi modal negara Hefei. Kini, giliran Wuhan dan modal negara Hubei. Changcun Holdings berakar dari pendirian Wuhan Xinxin pada 2006. Pada 2016, dengan dukungan dana industri negara, perusahaan ini dibentuk sebagai basis memori nasional. Perjalanannya cepat: dari terobosan chip memori 3D NAND, arsitektur Xtacking, hingga chip flash 3D 128-layer. Data Q1 2026 menunjukkan pendapatan 47,042 miliar yuan dan laba bersih 33,379 miliar yuan. Dalam prospektus IPO terungkap, lima dari tujuh pemegang saham utama (memegang >1%) adalah entitas milik negara Hubei, seperti Hubei Changsheng, Xintek, Guochuang Fund, Guanggu Chantou, dan Changjiang Industry Group. Mereka telah mendampingi perusahaan selama satu dekade, dengan total dukungan dana melebihi 30 miliar yuan, bahkan saat perusahaan merugi. Jika valuasi pasca-IPO mencapai triliunan yuan seperti perkiraan pasar, nilai kepemilikan modal negara Hubei akan bernilai ratusan miliar yuan. Kisah keberhasilan serupa terlihat pada Huagong Tech (kini bernilai >100 miliar yuan), yang sebelumnya diakuisisi oleh dana negara Wuhan. Pendampingan jangka panjang dan investasi strategis di titik terendah kini menuai hasil. Di balik ledakan perusahaan unggulan ini, muncul klaster industri raksasa. Lembah Optik dan Elektronik (Optics Valley) Wuhan kini menjadi rumah bagi 16.000 perusahaan di bidang ini, dengan total skala industri melampaui 850 miliar yuan dan menuju target triliunan yuan. Gelombang IPO tahun ini juga mengubah peta kota. Hefei, dengan keberhasilan Changxin Technology, melompat dari peringkat ke-19 ke peringkat ke-4 dalam total valuasi pasar perusahaan A-shares di China, melampaui 15 kota besar. Anhui, provinsi tempat Hefei berada, juga kembali masuk 10 besar ekonomi nasional. Kisah Changcun Konggu dan Changxin Technology membuktikan bahwa transformasi industri membutuhkan visi jangka panjang, kesabaran, dan keberanian untuk bertanggung jawab dari investor negara. Satu perusahaan dapat mengubah sebuah industri, dan satu industri dapat mengubah nasib sebuah kota.

marsbit16m yang lalu

Hubei State-Owned Assets Menikmati Pengembalian Terbesar dalam Sejarah

marsbit16m yang lalu

Mitos Investasi AI Runtuh

**Investasi AI yang Dianggap Mitos, Ambruk: Kisah Dana SA Situational Awareness** Dana lindung nilai Situational Awareness (SA), yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI Leopold Aschenbrenner, nyaris runtuh total pada akhir Juli. Dana yang pernah menjadi legenda dengan aset kelolaan melesat dari $1,5 miliar menjadi $45 miliar dalam setahun itu, kehilangan 67% keuntungannya hanya dalam seminggu selama koreksi pasar semikonduktor. Strategi SA sangat sederhana: membeli saham perusahaan perangkat keras dan komputasi AI (seperti SK Hynix, CoreWeave) dan menjual short saham perusahaan perangkat lunak yang dianggap akan tergantikan AI (seperti Adobe). Namun, strategi ini bukan lindung nilai sebenarnya, melainkan taruhan satu arah yang diperkuat leverage. Baik posisi long maupun short sama-sama bergantung pada satu faktor: keyakinan pasar terhadap AI. Ketika sentimen berbalik, dana mengalami kerugian dari kedua sisi sekaligus. Dengan leverage tinggi (menggunakan $1 modal untuk mengendalikan $3 aset), konsentrasi portofolio yang berat pada sedikit saham AI, dan kepemilikan aset privat (Anthropic) yang tidak likuid, SA sangat rentan. Saat pasar berbalik, mereka langsung menghadapi krisis margin dan terpaksa menjual seluruh portofolio publiknya kepada Citadel dengan diskon, hanya 20 menit sebelum pasar dibuka, untuk menghindari likuidasi paksa oleh bank. Kegagalan SA menjadi peringatan keras tentang risiko sistemik dalam euforia investasi AI. Ini menunjukkan bagaimana strategi "lindung nilai palsu" (Texas hedge), leverage berlebihan, dan ketergantungan pada narasi tunggal dapat dengan cepat melumatkan dana, bahkan jika logika investasi jangka panjangnya mungkin benar. Kisah ini mengingatkan pada pepatah pasar: pasar bisa tetap irasional lebih lama dari kemampuan Anda untuk tetap solvent (mampu bayar).

marsbit17m yang lalu

Mitos Investasi AI Runtuh

marsbit17m yang lalu

Trading

Spot
活动图片