NarutoInu: Move-To-Earn SocialFi Platform

zycryptoDipublikasikan tanggal 2022-04-07Terakhir diperbarui pada 2022-04-07

Abstrak

Nowadays, gamification involves the incorporation of traditional gaming features into non-gaming activities.

Nowadays, gamification involves the incorporation of traditional gaming features into non-gaming activities. Such features include achievements, skills, and competition to reward user manners. We have seen this trend develop as humans go more digital, coupled with the increasing popularity of video games.

However, combining financial incentives and gamification techniques is a powerful combination, giving rise to the umbrella term, GameFi. Obviously, we have already seen the boom of the Play-to-Earn (P2E) economy borne out of actual games. However, the same strategy could apply to traditionally unentertaining activities such as exercising. This is dubbed Move-to-Earn (M2E), a profitable wave of projects, like Genopets, STEPN, and WIRTUAL are capitalizing on motion-sensor technology to build a new GameFi niche that pays users for staying physically active.

What is Move to Earn (M2E)?

According to CoinGecko & CMC, Move to Earn (M2E) is a web3 concept similar to the gamified exercise movement popularised by Nintendo in games such as Pokémon GO as well as other fitness games on its Nintendo console and the Wii. In addition to the appeal of healthy living, however, M2E takes the attention up a notch by offering financial rewards simply for being active.

A tighter look at NarutoInu Move2Earn (NARU)

NARU is a free mobile app that will reward you for just walking healthily. NARU is a move-to-earn cryptocurrency social-fi application built on the Binance Smart Chain network. The platform defines itself as a “web3 lifestyle app” that rewards people for maintaining a healthy lifestyle through walking, jogging, or running. Some people bet this is another transformation of Metaverse, but it seems more convincing when people are upgrading their health for money.

However, we can see that M2E is a relatively new concept, but obviously, it is similar to the play-to-earn model because it adopts factors of Game-Fi, Social-Fi, and NFT. However, now M2E projects reward people for maintaining healthier lifestyles on their platform instead of only playing games, this is remarkable.

NarutoInu’s Move2Earn

Since in the market, there are only around 7 existing M2E projects, a significant number of blockchain ventures and startups are hunting deeply into M2E, they acknowledge the potential of the project. This is definitely an early stage since only StepN made a sky-rocketing move of 30,000%, smart ventures and investors will get involved soon. NarutoInu is born late compared to StepN, but it seems to be fast since they have their beta app before any big crowdsale and events.

NarutoInu has built a cutting-edge blockchain application to encourage people to stay healthy for rewards, with its small marketcap, this Naruto M2E, the model is building up fast and might even outperform play-to-earn (P2E).

Bacaan Terkait

Probabilitas dalam Harga: Bagaimana Odds Piala Dunia Dihitung

**Ringkasan: Probabilitas dalam Harga – Bagaimana Peluang Piala Dunia Dihitung** Sebelum Piala Dunia 2026, dua sistem otoritatif memberikan "probabilitas juara" yang berbeda. Pasar prediksi (seperti Polymarket, Kalshi) menempatkan Prancis sebagai favorit utama, sekitar **17%**. Sementara model superkomputer Opta menempatkan Spanyol (juara Euro) sebagai favorit, **16.1%**. Angka-angka ini terlihat seperti "probabilitas", tetapi diproduksi dengan cara yang sangat berbeda. **Probabilitas pasar** berasal dari harga yang terbentuk dari perdagangan miliaran dolar. Harga kontrak (dalam sen) dibaca langsung sebagai probabilitas tersirat. Namun, penelitian menunjukkan adanya bias **longshot bias**, di mana underdog cenderung dilebih-lebihkan, bahkan di pasar prediksi kripto yang modern. Likuiditas yang masih terbatas juga memengaruhi keandalan harga. Di sisi lain, **probabilitas model** seperti dari Opta dihasilkan dengan mensimulasikan seluruh turnamen ribuan kali berdasarkan data tim dan peringkat. Menariknya, model ini juga memasukkan informasi dari peluang pasar taruhan tradisional sebagai salah satu inputnya. Pertanyaan mana yang lebih akurat tidak dapat dijawab dengan pasti, karena tidak ada studi akademis ketat yang membandingkan keduanya secara langsung di Piala Dunia sebelumnya. Transparansi pasar prediksi berbasis blockchain memungkinkan audit publik, namun ketidakpastian regulasi di berbagai yurisdiksi (seperti larangan di Minnesota, AS) juga menjadi faktor yang memengaruhi. Kesimpulannya, ketika melihat angka "probabilitas juara", penting untuk menanyakan: **Bagaimana angka ini diproduksi?** Apakah itu harga pasar dengan bias dan dinamika likuiditasnya, atau hasil simulasi model yang mungkin telah menyerap informasi pasar? Akurasi sejati akan terlihat setelah turnamen berakhir.

marsbit28m yang lalu

Probabilitas dalam Harga: Bagaimana Odds Piala Dunia Dihitung

marsbit28m yang lalu

Terbaru! Anthropic Serukan Semua Pihak untuk Hentikan Penelitian AI

**Ringkasan Artikel: Anthropic Serukan Penghentian Penelitian AI** Anthropic baru saja mempublikasikan temuan mengejutkan melalui blog resmi mereka: AI telah memulai proses evolusi mandiri, atau *recursive self-improvement* (RSI). Data internal menunjukkan bahwa model mereka, Claude, kini menulis lebih dari 80% kode yang digunakan di internal Anthropic—lonjakan drastis dari sebelumnya yang hanya berupa angka tunggal. Produktivitas insinyur melonjak delapan kali lipat per kuartal pada 2026 dibandingkan periode 2021-2025, didorong oleh kemampuan coding Claude. Yang lebih mengkhawatirkan adalah peningkatan kualitas dan kreativitasnya. Dalam tugas pemrograman yang kompleks dan terbuka, tingkat keberhasilan Claude naik dari 26% menjadi 76% hanya dalam enam bulan. Claude bahkan kini digunakan untuk mereview kode, berhasil mencegah sepertiga bug yang sebelumnya lolos dari insinyur manusia. Anthropic memperkenalkan metrik baru: "durasi tugas perangkat lunak yang dapat diselesaikan AI secara mandiri." Kemampuan ini berlipat ganda setiap empat bulan. Jika tren berlanjut, pada 2027 AI dapat mengerjakan proyek yang memakan waktu manusia berminggu-minggu. Peran manusia dalam pengembangan AI semakin menyempit, dari penulis kode, reviewer, hingga pelaksana eksperimen. Keunggulan terakhir manusia saat ini mungkin hanya "selera penelitian," namun ini bisa saja segera tersaingi. Anthropic menggarisbawahi tiga kemungkinan masa depan RSI: stagnasi, akselerasi dengan kendali manusia, atau AI yang sepenuhnya mendesain generasi penerusnya sendiri—sebuah skenario yang membawa manfaat besar sekaligus risiko kegagalan *alignment* dan kehilangan kendali. Oleh karena itu, Anthropic secara terbuka menyerukan perlambatan atau bahkan jeda dalam perlombaan pengembangan AI, **asalkan ada mekanisme terverifikasi yang dapat memastikan semua laboratorium AI mematuhinya**. Seruan ini mendapat gema dari OpenAI yang juga mengaku melihat tanda-tanda awal RSI dalam sistem mereka.

marsbit28m yang lalu

Terbaru! Anthropic Serukan Semua Pihak untuk Hentikan Penelitian AI

marsbit28m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片