Barriers to mass adoption: How can the crypto industry attract retail investors?

cryptoslateDipublikasikan tanggal 2022-03-31Terakhir diperbarui pada 2022-03-31

Abstrak

Since March 2020, the global crypto market has skyrocketed by a phenomenal 900%, with no sign of slowing down anytime soon.

Since March 2020, the global crypto market has skyrocketed by a phenomenal 900%, with no sign of slowing down anytime soon. When looking at the current UK economy and trajectory for 2022, it’s easy to understand the industry’s appeal for experienced and more novice retail investors alike.

Achieving meaningful returns from savings is far from a reality in the current climate. The Bank of England recently opted to keep interest rates at 0.1%, and interest rates in Europe are actually below zero.

As a result, diversifying portfolios and taking on more risk is the only way to achieve returns –a balanced portfolio is now recognised as 5% in higher risk, higher reward assets like cryptocurrencies, even for low-risk portfolios.

With so little opportunity for reward elsewhere, investors who would have previously been horrified at the thought of watching their portfolio swing up and down by over 30% can now appreciate the unique benefits that this market can offer.

Crypto confidence

In fact, a recent survey found that around 97% of people are now confident in cryptocurrency as an investment vehicle, and 55% consider it to be a long-term wealth-building strategy.

Of course, this steep upsurge in the crypto market is by no means down to retail investors alone. A survey conducted by London-based crypto fund Nickel Digital Asset Management revealed that 82% of the 100 investors and wealth managers expect to increase their exposure to digital assets between now and 2023.

The primary reason for investing more in digital assets is the long-term capital growth prospects, according to 58% of the respondents. Many are naturally concerned about the risks this poses for retail investors. Crypto was designed to open up investment opportunities to everyone, challenging a financial system where only the rich can get richer.

Exclusionary practices are creeping in

Take launchpads, for example – these are designed to allow investors to access a project in the early stages of investment. Still, some of these require investors to hold thousands of dollars to participate. Unless we prioritise equal participation opportunities, we risk creating another financial system that faces the same issues as its predecessor.

Other experts in the trade, however, have an entirely different view. For one, while a lot of the industry expressed concerns that Bitcoin liquidity may soon become an issue due to institutional investors’ participation, this isn’t something that we have seen come to fruition. Institutional investors can “anchor” the current market whales. In contrast to individuals, financial institutions are mainly limited in their ability to manipulate the markets on any significant scale, so their active involvement may actually contribute to more secure prices.

Many institutional investors work very closely with the regulating bodies to develop clear policies and guidelines. With over 8,000 cryptocurrency scams in the US in 2020 alone, this can only be a development set to benefit retail investors.

Governments are waking up

Outside of the work being done by institutional investors entering the market, governments and regulators around the world are clamping down considerably on the industry in a bid to protect the interests of individual investors.

The Central Bank of Singapore has issued new guidelines to restrict manipulative trade practices by crypto trading service providers in the island nation. The aim, of course, is to protect the interests of retail investors who may not entirely appreciate the potential risks involved in crypto trading.

The Biden administration also released a report that includes specific proposed legislation to bring new regulation to stablecoins. The proposed bill would essentially classify stablecoin issuers as banks, subjecting them to similar oversight aimed at protecting consumers.

Regulation = bad?

For some, there is a significant lack of trust in the abilities of official bodies to regulate the crypto market properly. However, a recent survey found that nearly 30% of investors believe crypto regulations will increase its value, reduce volatility, and curb the risk of scams.

Ultimately, it is clear that the key to mass adoption of cryptocurrency is more education around potential risks, rewards, and regulations. Crypto exchanges can be a great support when it comes to retail investors. The current user base of digital assets is dominated by millennials who grew up in the internet age.

By creating more straightforward and transparent exchange platforms, the crypto industry is opened up to a whole new demographic of investors. A good exchange platform will also offer more novice crypto investors better protection against scams and added wallet security.

Whilst crypto may remain a more volatile and high-risk market, that alone should not deter retail investors from dipping a toe into the industry. The future impact of institutional investors and new regulations remains unknown, but with the right knowledge and support, crypto can be a hugely beneficial addition to an independent investor’s portfolio.

Bacaan Terkait

Mendesak, Alibaba Larang Penggunaan Claude Secara Total, Mulai 10 Juli Harus Diuninstall

Dari artikel berjudul "Ali secara Komprehensif Melarang Penggunaan Claude, Mulai Uninstall pada 10 Juli": Ali Baba baru saja mengeluarkan pemberitahuan internal yang secara komprehensif melarang penggunaan semua produk Anthropic, termasuk Claude Sonnet, Opus, Fable, dan Claude Code, efektif mulai 10 Juli. Larangan ini diambil karena alasan keamanan setelah Claude Code versi 2.1.91 (rilis April 2026) ditemukan menyematkan mekanisme deteksi pengguna tersembunyi. Mekanisme tersebut diam-diam memeriksa zona waktu sistem (seperti Asia/Shanghai) dan alamat proxy/API pengguna untuk kata kunci terkait perusahaan teknologi dan AI Tiongkok seperti Ali, ByteDance, dan Baidu. Jika terdeteksi, alat ini secara diam-diam memodifikasi prompt sistem (misalnya, mengubah format tanggal atau mengganti karakter apostrof dengan karakter Unicode khusus) sebagai penanda untuk dikirim kembali ke server Anthropic. Kode intinya dienkripsi dan disembunyikan, tidak disebutkan dalam log pembaruan. Setelah mekanisme ini terungkap di komunitas pengembang, tim Claude Code mengakui ini sebagai langkah "eksperimental" dan mengklaim telah menghapusnya dalam versi terbaru per 2 Juli. Namun, insiden ini dianggap sebagai pelanggaran kepercayaan yang serius bagi perusahaan yang mempercayakan kode intinya pada alat ini. Larangan Ali ini menandai pergeseran sikap dari perusahaan teknologi Tiongkok terkemuka, dari "mengadopsi" alat luar menjadi memprioritaskan keamanan dan ketergantungan pada solusi yang dapat diperiksa dan dikendalikan sendiri, seperti pengkodean AI internal mereka Qoder. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan gelombang pemblokiran akun pengguna Tiongkok oleh Anthropic yang banyak dikeluhkan.

marsbit37m yang lalu

Mendesak, Alibaba Larang Penggunaan Claude Secara Total, Mulai 10 Juli Harus Diuninstall

marsbit37m yang lalu

Seberapa Jauh Lagi Kita dari Akhir Bearish Cryptocurrency?

Menurut artikel ini, pasar bear crypto saat ini ditandai dengan beberapa indikator negatif utama. Indeks Premium Bitcoin Coinbase telah berada di zona negatif selama 46 hari berturut-turut, rekor terpanjang. Aksi jual Bitcoin oleh perusahaan seperti MicroStrategy (disebut sebagai "Strategy" dalam teks) pada akhir Mei memicu penurunan harga lebih lanjut, dengan BTC bahkan sempat jatuh di bawah $58,000. Analis menyebutkan bahwa Bitcoin telah跌破 200-week moving average, sebuah sinyal konfirmasi pasar bear. Beberapa prediksi awal mengenai akhir bear market, seperti dari CryptoQuant, BIT, dan K33, ternyata belum akurat karena harga terus turun. Kerugian bagi pemegang jangka panjang (long-term holders) BTC dan ETH semakin meluas. Harga saham preferen STRC MicroStrategy sempat terdevaluasi jauh dari nilai nominal $100, meski kemudian sedikit pulih setelah pengumuman program buyback. Mengenai kapan bear market akan berakhir, terdapat beberapa perkiraan. Yi Lihua memperkirakan Juli-Agustus sebagai waktu terbaik untuk akumulasi. Jiang Zhu'er memprediksi BTC akan mencapai dasar antara $42.000-$44.000 pada Oktober-Desember. Indikator harga seperti 4-year moving average dan 200-week moving average heatmap juga dianalisis. Secara kesimpulan, tanpa stimulus eksternal yang kuat, bear market ini diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya selama 2-3 bulan ke depan, dengan periode akhir September hingga awal Oktober menjadi jendela kritis untuk mengamati potensi pemulihan.

marsbit44m yang lalu

Seberapa Jauh Lagi Kita dari Akhir Bearish Cryptocurrency?

marsbit44m yang lalu

Seberapa Jauh Lagi Kita dari Akhir Bear Market Kripto?

**Berapa Lama Lagi Sampai Berakhirnya Bear Market Kripto?** Pasar kripto masih berada dalam cengkeraman bearish. Indeks Premium Bitcoin Coinbase telah mencatat rekor negatif terpanjang selama 46 hari berturut-turut (3 Juli), mencerminkan tekanan jual yang kuat. Harga BTC sempat menyentuh level terendah di sekitar $59,100, dengan lebih dari 1 juta BTC dalam kondisi rugi. Awal bearish ini dipicu oleh aksi penjualan BTC oleh MicroStrategy pada akhir Mei, yang mematahkan sentimen pasar. Analis menyebut pelanggaran terhadap *200-week moving average* sebagai konfirmasi fase bear market. Prediksi beberapa lembaga tentang akhir siklus bearish di sekitar $53,600 atau selama Piala Dunia 2026 terbukti prematur. Indikator lain seperti pelepasan *stablecoin* STRK dari patokan $100 dan kerugian yang meluas di kalangan *holder* jangka panjang BTC & ETH memperkuat gambaran pasar yang suram. Meskipun ada rencana buyback dari MicroStrategy, tekanan jual dari ETF Bitcoin AS terus berlanjut. Mengenai waktu berakhirnya, beberapa pendapat muncul: * **Yi Lihua** (TrendResearch): Juli-Agustus bisa menjadi waktu terbaik untuk akumulasi. * **Jiang Zhuó'ěr** (B.TOP): Memperkirakan dasar terbentuk pada Oktober-Desember di kisaran $42.000-$44.000. * **Analisis Teknis:** Indeks harga 4-tahun rata-rata BTC mendekati 1, dan harga masih di bawah *200-week MA*, mengisyaratkan potensi area dasar. Kesimpulannya, tanpa stimulus eksternal yang kuat, bear market diperkirakan masih akan berlanjut selama 2-3 bulan ke depan. Periode akhir September hingga awal Oktober akan menjadi jendela kritis untuk mengamati apakah pemulihan dapat dimulai. Kembalinya Indeks Premium Coinbase ke zona positif mungkin membutuhkan kenaikan BTC mendekati $77.000.

Odaily星球日报51m yang lalu

Seberapa Jauh Lagi Kita dari Akhir Bear Market Kripto?

Odaily星球日报51m yang lalu

Saham Semikonduktor Jatuh, Anthropic Justru Ingin Membuat Chip 2nm

Anthropic dilaporkan telah memulai pekerjaan awal untuk mengembangkan chip AI buatannya sendiri, dan berencana menggunakan teknologi manufaktur 2nm dan *advanced packaging* terdepan dari Samsung. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional model AI Claude, khususnya dalam tugas *inference*, guna mengurangi biaya komputasi yang sangat besar. Kemitraan ini tidak terlepas dari investasi strategis Samsung dalam putaran pendanaan Anthropic sebelumnya. Samsung, yang selama ini tertinggal dari TSMC di bisnis *foundry*, melihat peluang untuk merebut pelanggan besar seperti Anthropic di tengah permintaan chip AI yang tinggi dan keterbatasan kapasitas TSMC. Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya besar Korea Selatan, termasuk investasi ratusan miliar dolar, untuk mendominasi industri semikonduktor. Meski merencanakan chip sendiri, Anthropic tetap sangat bergantung pada berbagai pemasok eksternal. Perusahaan ini memiliki komitmen jangka panjang dan investasi besar dengan Amazon Web Services (AWS) untuk akses ke chip Trainium dan dengan Google untuk akses ke Tensor Processing Unit (TPU). Mereka juga menyewa kapasitas besar dari kluster komputasi milik xAI yang menggunakan GPU Nvidia. Strategi multi-pemasok ini digunakan untuk mendiversifikasi risiko. Analis mencatat bahwa tren desain chip khusus justru mempererat interdependensi dalam rantai pasokan global, di mana lab AI AS, pabrikan chip Asia seperti Samsung, dan Nvidia saling terkait. Meski banyak perusahaan mencoba alternatif, Nvidia masih mendominasi pasar chip inferensi AI dengan pangsa sekitar 74%, dan posisinya tetap kuat dalam jangka pendek. Keputusan Anthropic untuk merancang chip sendiri masih dalam tahap sangat awal dan mungkin tidak dilanjutkan.

链捕手1j yang lalu

Saham Semikonduktor Jatuh, Anthropic Justru Ingin Membuat Chip 2nm

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片