Bitcoin Price Drops From $116K as $125M Liquidations Hit Traders: Analysts Call It a Buy Signal

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-15Terakhir diperbarui pada 2025-10-15

Abstrak

The Bitcoin price slipped after a failed push above $116,000, triggering roughly $125 million in liquidations and a fresh bout...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The Bitcoin price slipped after a failed push above $116,000, triggering roughly $125 million in liquidations and a fresh bout of risk-off across altcoins.

The pullback follows last week’s tariff-driven shock and Monday’s fade from resistance, with traders eyeing whether the dip sets up the next leg higher, or a deeper test of support.

Bitcoin Price Rejected at $116K, Liquidations Flush Leverage

After rebounding more than $15,000 off the weekend low, the Bitcoin price stalled near $111,500, a level that’s repeatedly attracted seller interest and profit-taking. As price rolled over, a wave of long liquidations swept through derivatives venues, wiping out overleveraged positions and cooling overheated funding.

crypto citi bitcoin BTC BTCUSD

BTC's price trends to the downside on the daily chart. Source: BTCUSD on Tradingview

Short-term, $111,000 has emerged as an initial demand zone, with deeper supports clustered near $110,000 and the psychological $105,000–$108,000 band. A decisive daily close back above $116,000 would reassert bullish control and put the prior high back in focus.

Macro headlines continue to frame intraday swings. Tariff uncertainty recently amplified volatility across risk assets, though a softer tone from both Washington and Beijing has tempered worst-case fears. That shift helped stabilize crypto broadly, but BTC’s latest rejection shows bulls still need a clean catalyst to reclaim the trend.

Sentiment Capitulation: “Buy-the-Fear” Signal?

On-chain and social gauges flash a familiar pattern: retail FUD peaked into the drop while “smart money” accumulated, according to market analysts.

Santiment’s Brian Q. noted that spikes in negative retail sentiment have repeatedly preceded short-term reversals this cycle, from spring tariff scares to summer geopolitical headlines.

Several technicians also highlight a bullish MACD cross on higher time frames, a setup that appeared before previous alt-season advances, even as near-term chop persists.

Strategists point to improving market structure after the liquidation sweep: lower funding, cleansed leverage, and still-elevated spot participation. That mix often precedes range rebuilds and trend continuation, provided key supports hold and macro rhetoric doesn’t re-ignite broad de-risking.

What to Watch Next

Key technical levels remain clear for traders. Immediate support is seen between $110,500–$111,000, followed by a deeper cushion at $110,000. A decisive close above $116,000 would confirm renewed bullish momentum, while a drop below $110,000 could expose Bitcoin to the $105,000–$108,000 range.

Beyond Bitcoin price action, attention turns to Bitcoin ETF net flows and stablecoin liquidity, which signal broader market participation. Sustained inflows would strengthen the buy-the-dip narrative, while macro factors, such as tariff headlines or surprise data, could still trigger volatility.

Cover image from ChatGPT, BTCUSD chart from Tradingview

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

Grayscale: Zcash, Privasi Keuangan di Era AI

**Grayscale: Zcash, Privasi Keuangan di Era AI** Privasi keuangan bukan fitur tambahan, tapi komponen penting fungsi uang. Perubahan teknologi seperti adopsi stablecoin, aplikasi blockchain, dan alat pengawasan baru berbasis AI dapat memicu gelombang perhatian publik ketiga terhadap privasi keuangan. Zcash muncul sebagai mata uang digital terdesentralisasi yang mirip Bitcoin, namun dilengkapi mekanisme privasi matang. Bitcoin transparan, sedangkan Zcash menawarkan transaksi "terlindungi" yang menyembunyikan pengirim, penerima, dan jumlah menggunakan teknologi **zero-knowledge proof**, dengan opsi pengungkapan selektif jika diperlukan. Jalur evolusi Zcash fokus pada peningkatan kegunaan melalui pembaruan seperti **Sapling** (2018) dan **Orchard** (2022), serta pengoptimalan dompet seperti Zodl untuk menjaga aset tetap dalam lingkungan terlindungi selama bertransaksi. Saat ini, ZEC hanya mencakup sekitar 0,6% dari kapitalisasi pasar aset "mata uang kripto". Data on-chain menunjukkan permintaan riil untuk privasi, dengan 90% transaksi Zcash menggunakan fitur terlindungi dan 25% pasokan ZEC beredar berada di kolam terlindungi (rekor tertinggi). Ini menunjukkan bahwa privasi adalah perilaku nyata, bukan hanya narasi. Nilai Zcash terletak pada kemungkinan pasar yang belum sepenuhnya menilai pentingnya privasi di masa depan. Risiko meliputi tantangan regulasi, masalah kolam warisan (legacy pools), dan eksekusi roadmap teknis yang kompleks seperti proposal **Tachyon** dan **Crosslink**. Kesimpulannya, Zcash mewakili opsi untuk privasi keuangan digital yang praktis. Peluang investasinya terletak pada potensi pasar yang belum mengenali sepenuhnya nilai privasi, bukan pada penggantian Bitcoin.

marsbit9m yang lalu

Grayscale: Zcash, Privasi Keuangan di Era AI

marsbit9m yang lalu

Bear Market Telah Berakhir, Siklus Bull Market Baru Telah Dimulai

Hanya dalam tiga hari, Bitcoin melonjak lebih dari 20% dari titik terendah $64.100 pada 19 Agustus, mencapai $79.500 pada 21 Agustus. Pasar berubah dari panik menjadi serakah. Aset kripto global mengalami likuidasi lebih dari $4 miliar, dengan posisi short mendominasi $3.7 miliar, mencatat pemerasan short terburuk sejak 2021. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai $1.5 triliun, melampaui Meta. ETF spot Bitcoin mencatat aliran masuk bersih $606 juta. Kapitalisasi pasar altcoin kembali ke $1 triliun, dengan ETH, XRP, HYPE, dan SOL menunjukkan kinerja kuat. Beberapa faktor mendorong kenaikan ini: Sinyal pelonggaran likuiditas makro AS, pertemuan Presiden Trump dengan pemimpin industri kripto yang mendorong UU CLARITY, serta proposal kerangka regulasi baru dari SEC dan komitmen CFTC untuk membentuk aturan pasar kripto. Pasar juga mengalami pemerasan short yang signifikan, dengan banyak posisi short terlikuidasi, termasuk oleh paus terkenal. Analis terbagi: Banyak yang optimis (Bitwise, Coinbase CEO) menyatakan dasar telah terbentuk dan siklus bull baru dimulai, dengan target harga tinggi dari Standard Chartered dan Risk Dimensions. Namun, beberapa memperingatkan kondisi jenuh beli dan menyarankan kehati-hatian, menunggu konfirmasi penembusan $80,000-$85,000. Tantangan ke depan adalah mempertahankan aliran masuk ETF spot, menembus dan bertahan di zona resisten $78.000-$80.000, serta hasil voting UU CLARITY di Senat AS pada 15 September yang akan menjadi katalis penting berikutnya.

marsbit14m yang lalu

Bear Market Telah Berakhir, Siklus Bull Market Baru Telah Dimulai

marsbit14m yang lalu

Tanpa DeFi, Apakah RWA Masih Bermakna?

Pembahasan industri RWA seringkali dimulai dengan visi sederhana: tokenisasi aset seperti obligasi, saham, atau komputasi. Namun, tokenisasi saja ibarat memberi kode batang pada kontainer—ini berguna tetapi bukan solusi transformatif. Token hanyalah representasi hak yang dapat dialamatkan, sedangkan DeFi adalah sistem operasi pasar yang memberikan utilitas nyata. Nilai RWA terletak pada kemampuannya untuk dinilai, dibiayai, dilindung nilai, diperdagangkan, dan diselesaikan dalam lingkungan yang menekan, tanpa memerlukan koordinasi manual setiap kali. Tokenisasi adalah langkah pertama, tetapi untuk menjadi komponen keuangan yang matang, RWA memerlukan enam lapisan: hak hukum yang dapat ditegakkan, orakel data yang andal, aturan transfer/penebusan yang jelas, likuiditas pasar sekunder, parameter kolateral yang realistis, dan jalur penyelesaian kerugian yang kredibel. Tantangan mendasar adalah RWA berjalan pada beberapa "jam" waktu yang berbeda—penyelesaian blockchain yang instan versus waktu penyelesaian dunia nyata yang lambat—yang menciptakan kesenjangan risiko likuidasi dan likuidasi. Likuiditas sejati bukan tentang TVL, tetapi tentang kemampuan untuk keluar dari posisi dalam jendela waktu yang diperlukan. Leverage membuka utilitas ekonomi tetapi juga memperkenalkan kerapuhan; tingkat kolateral harus memperhitungkan faktor-faktor seperti penundaan penebusan dan kemampuan market maker, bukan hanya volatilitas historis. Risiko RWA harus dipetakan sebagai grafik hubungan dari berbagai node yang saling bergantung. Pemantauan harus proaktif, mendeteksi sinyal risiko off-chain sebelum tercermin pada harga. Sementara tokenisasi obligasi pemerintah adalah titik masuk yang baik, batas depan yang lebih menarik adalah aset seperti daya komputasi dan energi, yang memerlukan model risiko khusus. Tokenisasi saham dan kontrak *perpetual* akan menghubungkan dua sistem besar, tetapi memerlukan arsitektur yang kuat untuk mengelola risiko yang saling terkait. Kesimpulannya, tanpa DeFi, RWA memiliki nilai terbatas—terutama untuk distribusi dan transparansi yang lebih baik. Nilai transformatif sejati muncul ketika RWA terintegrasi ke dalam pasar modal yang dapat diprogram, di mana aset dapat digunakan sebagai kolateral dan dikelola dengan ketahanan yang diuji. Token hanyalah kode batang; pasar adalah mesin yang sebenarnya beroperasi. Tahap selanjutnya bukanlah lebih banyak token, tetapi membangun lapisan operasional yang mengubah kepemilikan hukum menjadi strategi keuangan yang tangguh.

marsbit35m yang lalu

Tanpa DeFi, Apakah RWA Masih Bermakna?

marsbit35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片