India’s Finance Minister Urges Nations to Prepare for Stablecoins

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-04Terakhir diperbarui pada 2025-10-04

Finance Minister Nirmala Sitharaman on Friday said India might be reconsidering its approach to cryptocurrencies. Speaking at the Kautilya Economic Conclave, she noted that countries need to “prepare to engage” with stablecoins, whether they are ready or not. She pointed out that these digital currencies are becoming an important part of global finance.

Stablecoins vs. Private Cryptocurrencies

Stablecoins are cryptocurrencies linked to assets such as currencies or precious metals, which helps them maintain a steady value. In comparison, private cryptocurrencies are taxed in India but are not regulated. 

Governments around the world are watching stablecoins closely because they can significantly affect money flows and financial systems.

India has so far taken a cautious approach to private cryptocurrencies, also called virtual digital assets (VDAs). The Ministry of Finance has raised concerns, while the Reserve Bank of India (RBI) has pushed for a complete ban. 

At the same time, the RBI has been testing its own Central Bank Digital Currency (CBDC), which carries the same legal backing as official money.

Sitharaman on Strategic and Economic Shifts

Speaking at the conclave, Ms. Sitharaman highlighted the broader implications of such innovations. “Innovations like stablecoins are transforming the landscape of money and capital flows. These shifts may force nations to make binary choices: adapt to new monetary architectures or risk exclusion,” she said.

She also emphasized India’s resilience in navigating global disruptions. “Wars and strategic rivalries are redrawing the boundaries of cooperation and conflict. Alliances that once appeared solid are being tested, and new coalitions are emerging,” she added. 

While acknowledging India’s capacity to absorb shocks, she cautioned against complacency: “Just as eternal vigilance is the price of liberty, eternal performance is the price of strategic independence.”

Calls for Clearer Policy on Stablecoins

The Finance Minister’s comments come after former RBI Executive Director G Padmanabhan urged the government last month to take a clear stance on stablecoins. Speaking at a prelude event for the Global Fintech Festival 2025, Padmanabhan said, “Stablecoin is quite a different proposition from crypto, and India as part of the global ecosystem has to take a view one way or the other very quickly.”

He recommended closed-door discussions with regulators and alignment with international developments, particularly following advancements in the US e-currency framework. Padmanabhan warned that leaving stablecoins without clear regulations could create the same uncertainty that private cryptocurrencies caused in India.

Next Steps

As global interest in stablecoins grows, India appears ready to deal with them in a more organized way instead of rejecting them completely. While private cryptocurrencies continue to be closely monitored, the government’s acknowledgment of stablecoins indicates that a more structured policy discussion is starting.

Also Read: Coinbase Re-Enters India with Early Access Amid Regulatory Shifts


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Saham SpaceX Senilai 1,7 Triliun Dolar, Beli atau Tidak? Ini yang Dikhawatirkan Pasar

SpaceX sedang mempersiapkan IPO yang dapat memecahkan rekor di pasar modal. Perusahaan berencana mengumpulkan sekitar $75 miliar dengan valuasi keseluruhan sekitar $1,75 triliun. Meskipun memiliki prestasi luar biasa seperti roket yang dapat digunakan kembali dan jaringan internet satelit Starlink yang menguntungkan, IPO ini menghadapi keraguan pasar yang signifikan. Kekhawatiran utama berpusat pada valuasi yang sangat agresif, yang sulit dijelaskan hanya dengan bisnis inti saat ini. Pasar dituntut untuk mempercayai dan membayar di muka untuk visi jangka panjang seperti infrastruktur AI, pusat data orbital, Starship, dan ekonomi luar angkasa. Saat ini, departemen AI SpaceX mengalami kerugian operasional besar ($2,47 miliar pada Q1 2026) dan menyerap sebagian besar pengeluaran modal, sementara Starlink tetap menjadi pencipta laba utama. Akuisisi xAI dan pengaturan pembiayaan terkait menambah kompleksitas, membawa risiko dan kewajiban AI ke dalam neraca perusahaan publik. Struktur kepemilikan saham ganda memastikan Elon Musk mempertahankan kendali absolut, membatasi kemampuan pemegang saham biasa untuk mempengaruhi keputusan strategis berisiko tinggi dan jangka panjang. Kemajuan Starship juga menjadi variabel kritis untuk mewujudkan visi infrastruktur orbital. Intinya, pasar tidak meragukan pencapaian SpaceX, tetapi mempertanyakan seberapa banyak premi yang harus dibayar untuk potensi masa depan yang masih belum pasti, sambil menghadapi ketidakjelasan terkait profitabilitas AI, transaksi afiliasi, dan tata kelola perusahaan.

marsbit34m yang lalu

Saham SpaceX Senilai 1,7 Triliun Dolar, Beli atau Tidak? Ini yang Dikhawatirkan Pasar

marsbit34m yang lalu

Akhir dari Kripto Faktor Tunggal

Artikel berjudul "Akhir dari Era Monokultur Kripto" membahas pergeseran dalam industri kripto dari ketergantungan semata pada harga Bitcoin menuju ekonomi yang lebih terdiversifikasi. Penulis, Charlie, mengamati bahwa diskusi kini lebih fokus pada aspek seperti bisnis peminjaman, AI, dan infrastruktur pembayaran, bahkan tanpa menyebut "harga token". Kripto kini terbagi menjadi dua kategori: **ekonomi endogen** (aset seperti Bitcoin yang nilainya bergantung pada siklus harga kripto) dan **ekonomi eksogen** (proyek yang nilai dan penggunaannya didorong faktor di luar pasar kripto, seperti fintech, AI, atau aset tokenisasi dunia nyata). Contohnya termasuk Venice (layanan inferensi AI berbayar) atau akuisisi perusahaan stablecoin oleh raksasa pembayaran tradisional. Pergeseran ini mengubah analisis investasi. Aset eksogen perlu dievaluasi seperti bisnis biasa—menganalisis model pendapatan, ekonomi unit, dan daya saing—alih-alih hanya melacak grafik Bitcoin. Kategori eksogen yang menjanjikan mencakup pertukaran on-chain, solusi kredit, AI privat, neobank, pinjaman, stablecoin, saluran pembayaran, produk konsumen non-keuangan, dan ekonomi agen. Meski aset endogen tetap relevan, masa depan industri akan semakin ditentukan oleh berbagai faktor eksternal. Investasi jangka panjang kemungkinan akan lebih banyak melalui ekuitas daripada token, kecuali terjadi peningkatan signifikan dalam struktur dan regulasi token. Intinya, industri kripto tidak lagi bergerak sebagai satu kesatuan yang seragam.

marsbit39m yang lalu

Akhir dari Kripto Faktor Tunggal

marsbit39m yang lalu

Berita Pagi | Bitmine Rencana Kumpul Dana $3 Miliar melalui Penerbitan Saham Preferen; Polymarket Tuduh Kalshi Terlibat Aktivitas Spionase Bisnis

**Rangkuman Berita Cryptocurrency (5 Juni)** ChainCatcher merangkum berita utama seputar dunia cryptocurrency dalam 24 jam terakhir: **Berita Penting:** * **Bitmine** mengumumkan rencana penerbitan saham preferen untuk mengumpulkan dana hingga $3 miliar. * **Polymarket** menuduh platform prediksi saingannya, **Kalshi**, melakukan aktivitas spionase industri, menyebut terlalu banyak "kebetulan" dalam peluncuran produk serupa. * **Departemen Kehakiman AS** bekerja sama dengan **Coinbase, Meta, Google**, dan perusahaan lain dalam operasi anti-penipuan "Disruption Week", membekukan aset kripto senilai lebih dari $3,8 juta yang terkait penipuan. Operasi ini juga membantu otoritas Thailand menangkap 7 tersangka. * **Makau** menyelesaikan integrasi dengan sistem jembatan mata uang digital bank sentral multilateral **mBridge**, membangun saluran pembayaran dan penyelesaian lintas batas yang efisien dan aman. * **Cosmos Labs** mengakuisisi penjelajah blok **Mintscan**. * **Goldman Sachs** bersama **Apex** dan **Archax** meluncurkan dana real estat yang ditokenisasi. **Analisis Pasar & Lainnya:** * **Geoffrey Kendrick**, kepala penelitian aset digital di **Standard Chartered Bank**, menyatakan bahwa harga Bitcoin mendekati titik terendahnya dan mempertahankan target akhir tahun sebesar $100,000. Dia melihat level sekitar $63,000 sebagai zona pembelian. * Menjelang IPO **SpaceX**, para orang dalam di perusahaan pesaing **Rocket Lab (RKLB)** dilaporkan telah menjual saham senilai lebih dari $18,41 juta. **Trending Meme Coins (24 jam):** * **Ethereum:** HEX, SHIB, LINK, PEPE, mUSD * **Solana:** TROLL, swarms, WORLDCUP, neet, Buttcoin * **Base:** PEPE, toby, ODDS, ELSA, SKI

链捕手54m yang lalu

Berita Pagi | Bitmine Rencana Kumpul Dana $3 Miliar melalui Penerbitan Saham Preferen; Polymarket Tuduh Kalshi Terlibat Aktivitas Spionase Bisnis

链捕手54m yang lalu

55TB Menjadi 28TB? Rumor dan Panik di Balik Pemotongan Memori Rubin Setengahnya

Pada 4 Juni, laporan dari SemiAnalysis menyatakan bahwa konfigurasi memori SOCAMM default untuk platform AI NVIDIA Vera Rubin NVL72 kemungkinan akan turun dari perkiraan sebelumnya sekitar 55TB menjadi sekitar 28TB per rak. Ini memicu kekhawatiran pasar atas penurunan permintaan memori, menyebabkan saham Micron (MU) turun lebih dari 10%. Namun, analisis mendetail mengungkap bahwa kepanikan tersebut mungkin keliru. Pertama, modul SOCAMM di platform Rubin bersifat moduler dan dapat ditingkatkan, sehingga pengurangan konfigurasi awal bukanlah pengurangan permintaan permanen. Kedua, alasan utama pengurangan ini adalah keterbatasan pasokan global LPDDR5X yang parah pada 2026, bukan kurangnya permintaan. NVIDIA diduga memilih konfigurasi yang lebih rendah untuk memastikan pengiriman rak komputasi yang lebih cepat. Ketiga, dengan konfigurasi yang lebih rendah per rak, NVIDIA justru dapat memproduksi lebih banyak rak dengan pasokan memori yang sama, sehingga total volume pemesanan memori tidak serta-merta turun. Penurunan saham Micron lebih terkait dengan faktor pasar luas, termasuk penurunan sektor semikonduktor setelah laporan pendapatan Broadcom, serta aksi ambil untung setelah kenaikan harga saham yang signifikan. Risiko utama Micron sebenarnya terletak pada pangsa pasar yang kecil dalam pasokan HBM4 untuk Rubin, bukan pada konfigurasi SOCAMM di mana posisinya kuat. Kesimpulannya, laporan SemiAnalysis akurat dalam detail teknis, tetapi interpretasi pasar tentang "permintaan memori turun drastis" terlalu disederhanakan dan mengabaikan konteks arsitektur modular serta realitas ketatnya pasokan rantai industri.

marsbit1j yang lalu

55TB Menjadi 28TB? Rumor dan Panik di Balik Pemotongan Memori Rubin Setengahnya

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片