В Tristero Research предупредили о повторении кризиса 2008 года в RWA-секторе

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-04Terakhir diperbarui pada 2025-09-05

Быстрорастущий сектор RWA создает «парадокс ликвидности», который может спровоцировать кризис, подобный ипотечному коллапсу 2008 года, но на «блокчейн-скорости». Об этом заявили в Tristero Research.

Рынок RWA вырос с $85 млн до $25 млрд за пять лет, отметили аналитики. Крупные игроки вроде BlackRock уже выпускают токенизированные казначейские облигации, а аналитики прогнозируют приток триллионов долларов в этот сектор.

Источник: Tristero Research, RWA.xyz.
Galaxy Digital токенизирует собственные акций на Solana

Иллюзия ликвидности

Проблема в том, что токенизация не меняет природу базовых активов, отметили эксперты. По их словам, офисное здание, частный заем или слиток золота остаются медленными и неликвидными. Их продажа и передача прав юридически занимают недели или месяцы.

Токенизация создает «ликвидную оболочку». Токен можно мгновенно продать, использовать в качестве залога или ликвидировать. Возникает несоответствие: медленные риски реального мира, связанные с кредитами и оценкой, превращаются в высокочастотные риски волатильности на блокчейне.

Параллель с 2008 годом

Эксперты провели прямую аналогию с финансовым кризисом 2008 года. Тогда Уолл-стрит превратила неликвидные ипотечные кредиты в якобы надежные производные инструменты — CDO и CDS.

Когда заемщики начали массово допускать просрочки, реальные убытки по ипотекам нарастали месяцами. Однако связанные с ними деривативы обрушились за считанные дни, вызвав цепную реакцию и глобальный шок.

Аналитики считают, что токенизация RWA воспроизводит эту же архитектуру, только быстрее. Кризис в DeFi-протоколах может распространиться не за месяцы, а за минуты.

Как произойдет коллапс

В Tristero Research привели в пример токен, привязанный к коммерческой недвижимости. Пока арендаторы платят, а документы в порядке, актив выглядит стабильным. Однако процесс передачи прав на саму недвижимость занимает недели.

На блокчейне этот же актив в виде токена торгуется круглосуточно. Слух в соцсетях или задержка в обновлении данных оракулом может мгновенно обрушить доверие к токену.

Начнется паническая распродажа. DeFi-протоколы зафиксируют падение цены и запустят автоматические ликвидации залогов, обеспеченных этим токеном. Это создаст петлю обратной связи, которая превратит медленную проблему с недвижимостью в полномасштабный ончейн-крах.

Следующий этап: «RWA2»

Исследователи уверены, что следующим шагом станет создание деривативов на базе RWA-токенов. Появятся индексы, синтетические активы и структурированные продукты, объединяющие доли в разных реальных активах.

Это создаст новые риски. Вместо недобросовестных рейтинговых агентств слабым звеном станут оракулы, вместо дефолта контрагента — уязвимости в смарт-контрактах. Сбой в одном крупном протоколе сможет обрушить все производные инструменты, построенные на его основе.

В Tristero Research подчеркнули, что токенизация приносит рынку эффективность и прозрачность, но не устраняет риски базовых активов. Она лишь ускоряет реакцию на них.

По мнению аналитиков, индустрия должна не отказываться от токенизации, а разрабатывать ее с учетом «парадокса ликвидности». Для этого необходимы более консервативные стандарты залогового обеспечения, надежные механизмы обновления данных и встроенные «автоматические выключатели» для предотвращения каскадных ликвидаций.

Напомним, в июне эксперты Moody’s заявили, что рост использования токенизированных гособлигаций США с доходностью в качестве залога для маржинальной торговли открывает «новые каналы передачи рисков» между рынками.

Отчет: с начала 2024 года RWA-рынок прибавил более $100 млрд

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit32m yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit32m yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit2j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit2j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit5j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片