Dalam sebuah esai baru-baru ini, peraih Fields Medal Terence Tao dan Maryna Viazovska (yang dirujuk sebagai "王虹" dalam teks) berbagi pandangan serupa tentang bagaimana dunia matematika harus merespons ledakan pembuktian yang dihasilkan AI. Inti pesan mereka: komunitas matematika perlu belajar "mencerna" hasil kerja AI. Tao menghabiskan beberapa hari untuk sepenuhnya memahami dan menyempurnakan bukti yang melibatkan AI untuk Konjektur Sendov, yang telah terbengkalai selama 67 tahun. Proses "pencernaan" ini bukan hanya verifikasi ulang, tetapi juga menyederhanakan argumen (mengurangi kode Lean dari 90.000 menjadi 15.000 baris) dan bahkan memperluas temuan untuk membuktikan konjektur yang lebih kuat. Ini menunjukkan bahwa nilai sebenarnya dari sebuah hasil matematika tidak hanya terletak pada pembuktiannya, tetapi juga pada kemampuannya untuk dipahami, dijelaskan, dan diintegrasikan ke dalam pengetahuan yang ada. Tao menguraikan lima tahap lengkap sebuah pencapaian matematika: **generasi argumen, verifikasi kebenaran, komunikasi kepada rekan sejawat, publikasi dan pemeriksaan komunitas, serta reorganisasi hasil menjadi pengetahuan standar.** AI saat ini terutama mempercepat dua langkah pertama. Langkah-langkah selanjutnya—menjelaskan, mengulas, dan mengkonsolidasikan—tetap membutuhkan keahlian dan penilaian manusia yang dalam. Oleh karena itu, Tao menyerukan pergeseran nilai dalam matematika: alih-alih hanya menghormati "orang pertama yang memberikan bukti," komunitas harus lebih menghargai pekerjaan "mencerna dan mengatur bukti." Sebuah bukti, bahkan jika diverifikasi oleh AI, belum menjadi hasil yang lengkap jika tidak dapat dijelaskan dengan jelas kepada matematikawan manusia. Sebagai langkah praktis, Tao meluncurkan **Palomar**, sebuah repositori untuk mendaftarkan dan memverifikasi hasil yang divalidasi Lean. Palomar bertindak sebagai stasiun persinggahan antara verifikasi dan publikasi, mendorong kolaborasi dan memastikan bahwa hasil AI terdokumentasi dengan baik sebelum diserap sepenuhnya ke dalam literatur matematika. Kesimpulannya, era AI bukanlah akhir dari matematika, tetapi transformasi. Peran matematikawan berevolusi dari sekadar *pembuat bukti* menjadi *pencerna, penjelas, dan integrator* pengetahuan, memastikan bahwa kemajuan yang dihasilkan mesin dapat benar-benar dipahami dan digunakan oleh manusia.
marsbit7天前

