U.S. court backs Kalshi, reinforcing CFTC’s push for federal control over prediction markets

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-04-06Terakhir diperbarui pada 2026-04-06

Abstrak

A U.S. federal appeals court has ruled in favor of prediction market platform Kalshi, reinforcing the Commodity Futures Trading Commission's (CFTC) position that event-based contracts qualify as federally regulated derivatives, not gambling. The Third Circuit upheld an injunction blocking New Jersey from applying state gambling laws to Kalshi, affirming that such contracts fall under CFTC jurisdiction as "swaps" under the Commodity Exchange Act. This decision strengthens the CFTC's legal arguments against state-level crackdowns, supports the development of a unified national market, and may accelerate institutional adoption of prediction markets.

A U.S. federal appeals court has ruled in favor of Kalshi, strengthening the case for federal oversight of prediction markets and dealing a setback to state-level enforcement efforts.

The United States Court of Appeals for the Third Circuit upheld a preliminary injunction blocking New Jersey from applying its gambling laws to Kalshi’s event-based contracts.

The decision affirms that such products fall under the jurisdiction of the Commodity Futures Trading Commission [CFTC], not individual states.

The ruling marks one of the clearest judicial endorsements yet of the CFTC’s long-standing position that prediction markets operate as federally regulated derivatives.

Court affirms federal jurisdiction over event contracts

At the center of the case is how event contracts should be classified. The court agreed with Kalshi and federal regulators that these instruments qualify as derivatives—specifically “swaps”—under the Commodity Exchange Act.

That classification places them squarely within the CFTC’s authority, preempting state gambling laws. Judges warned that allowing states to regulate such products individually would create a fragmented system that would undermine the uniform market structure Congress intended.

The decision effectively limits states’ ability to treat federally regulated prediction markets as unlicensed betting platforms.

Ruling strengthens CFTC’s ongoing legal strategy

The outcome directly reinforces arguments made by the CFTC in its recent lawsuit against Illinois, where state regulators issued cease-and-desist orders against platforms including Kalshi and other crypto-linked prediction markets.

In that case, federal regulators argued that event contracts fall under derivatives law and should be governed at the national level. The Third Circuit’s decision now gives that position judicial backing, shifting the debate from theory to precedent.

Rather than a standalone win for one platform, the ruling strengthens the CFTC’s broader push to establish clear federal authority over the sector.

State-level crackdowns face new pressure

The decision could have immediate implications for other states attempting to regulate prediction markets under gambling frameworks.

Efforts like those seen in Illinois rely on the argument that event-based contracts resemble sports betting or wagering.

However, the court’s ruling signals that federally approved platforms operating as designated contract markets may be shielded from such actions.

This raises the stakes in ongoing legal disputes, as states may now face greater barriers to enforcing local restrictions against federally regulated platforms.

A step toward national scaling of prediction markets

Beyond the legal implications, the ruling addresses a key structural question: whether prediction markets can scale as a unified financial system in the U.S.

A fragmented, state-by-state approach would likely limit liquidity and participation. By contrast, federal preemption supports the development of a nationwide market, aligning prediction platforms more closely with traditional derivatives exchanges.

This could accelerate institutional interest and broader adoption, particularly as event contracts expand into areas such as macroeconomic indicators, elections, and sports-linked outcomes.


Final Summary

  • The Third Circuit’s ruling in favor of Kalshi reinforces the CFTC’s claim that prediction markets fall under federal derivatives law, limiting state-level enforcement.
  • The decision strengthens the legal foundation for nationwide scaling of prediction markets. However, debates over classification and oversight are likely to continue.

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhat was the main outcome of the U.S. Court of Appeals for the Third Circuit's ruling regarding Kalshi?

AThe court ruled in favor of Kalshi, upholding a preliminary injunction that blocks New Jersey from applying its state gambling laws to Kalshi's event-based products, affirming they fall under federal CFTC jurisdiction as derivatives.

QHow does the court's classification of event contracts impact state regulation?

ABy classifying event contracts as derivatives (specifically 'swaps') under the Commodity Exchange Act, the court places them under CFTC authority, preempting state gambling laws and limiting states' ability to treat these markets as unlicensed betting platforms.

QWhy does the ruling strengthen the CFTC's legal strategy against states like Illinois?

AThe decision provides judicial backing for the CFTC's argument that event contracts are federally regulated derivatives, shifting the debate from theory to precedent and supporting the agency's push for uniform national oversight instead of state-level enforcement.

QWhat are the implications of this ruling for the scalability of prediction markets in the U.S.?

AFederal preemption supports the development of a unified nationwide market, preventing a fragmented state-by-state approach that would limit liquidity and participation, thereby accelerating institutional interest and broader adoption.

QWhat types of outcomes might event contracts expand into, according to the article?

AEvent contracts could expand into areas such as macroeconomic indicators, elections, and sports-linked outcomes as federal oversight facilitates broader market development.

Bacaan Terkait

OpenAI Tidak Lagi Mengandalkan Model Termahal untuk Menghasilkan Uang

OpenAI tidak lagi mengandalkan model termahal untuk menghasilkan uang. Pada 30 Juli, perusahaan mengumumkan penyesuaian harga, menurunkan harga model GPT-5.6 Luna sebesar 80% dan Terra sebesar 20%. Yang lebih penting dari angka penurunan harga adalah pesan intinya: untuk banyak tugas, model terkuat (seperti Sol) tidak selalu diperlukan. OpenAI secara eksplisit merekomendasikan strategi di mana model mahal (Sol) menangani perencanaan dan analisis kompleks, sementara model yang lebih terjangkau (Luna) mengeksekusi tugas, menulis kode, dan menjalankan pengujian. Pergeseran ini mencerminkan perubahan industri AI dari hanya mengejar kecerdasan tertinggi menuju optimisasi biaya dan efisiensi untuk penggunaan skala besar. Anthropic juga mengikuti pola serupa dengan meluncurkan Claude Opus 5 dengan harga setengah dari model andalannya, Fable 5. Kedua raksasa Silicon Valley ini menunjukkan bahwa model flagship kini berfungsi lebih untuk nilai merek dan pembuktian teknologi, sementara model "kendaraan massal" yang lebih murah (seperti Luna, Terra, Opus) yang akan mendorong adopsi komersial luas dan menghasilkan pendapatan utama. OpenAI mengungkapkan bahwa penurunan biaya ini sebagian didorong oleh model AI (Sol) yang mengoptimalkan kode produksi dan alur kerjanya sendiri, menciptakan siklus peningkatan efisiensi yang dapat mempercepat penurunan biaya di masa depan. Intinya, kompetisi AI bergeser dari "siapa yang paling pintar" menjadi "mana yang paling bernilai". Perusahaan tidak lagi membeli satu model tunggal, tetapi merancang sistem dengan beberapa model yang cocok untuk tugas yang berbeda—mirip dengan arsitektur komputasi awan. Tujuan akhir OpenAI adalah membangun ekosistem yang mengunci alur kerja pengembang melalui volume panggilan API yang sangat besar dan biaya yang sangat rendah, sehingga menciptakan daya tarik yang kuat. Ketika AI menjadi murah dan tersebar luas seperti listrik, tertanam dalam setiap proses tanpa diperdebatkan, era sesungguhnya baru dimulai.

marsbit1j yang lalu

OpenAI Tidak Lagi Mengandalkan Model Termahal untuk Menghasilkan Uang

marsbit1j yang lalu

Gaji Puluhan Miliar untuk Rebut Tukang Listrik, Meta Buru-buru Buka Sekolah Kejuruan Sendiri

Perlombaan AI kini menghadapi hambatan baru: **kelangkaan tenaga ahli teknik**, terutama tukang listrik. Proyek data center raksasa seperti "Stargate" OpenAI membutuhkan ratusan pekerja konstruksi yang bekerja hingga 7 hari seminggu. Menurut prediksi, AS membutuhkan **130.000 tukang listrik tambahan** hingga 2030, namun puluhan ribu lowongan per tahun tetap tak terisi. Gaji yang ditawarkan sangat tinggi, mencapai **$240.000-$280.000 per tahun** untuk tukang listrik andal. Namun, kelambatan proyek karena kekurangan tenaga kerja bisa menyebabkan kerugian **$14,2 juta per bulan**. Presiden Microsoft menyebut kelangkaan tukang listrik sebagai **hambatan utama** ekspansi data center. Kompleksitas data center AI sangat tinggi karena kebutuhan daya besar (setara puluhan ribu rumah), sistem distribusi listrik rumit, dan tantangan pendinginan yang membutuhkan ahli pipa dan HVAC. Akibatnya, perusahaan seperti Meta dan Alphabet berinvestasi besar dalam pelatihan. Meta mengalokasikan **$115 juta** untuk mendirikan sekolah pelatihan konstruksi, menawarkan program gratis dengan tunjangan hidup. Upaya ini menarik minat generasi Z, dengan lonjakan pendaftaran sekolah kejuruan. Namun, tantangan berlanjut: konsumsi listrik data center AI melonjak **84,2% per tahun**, mendorong harga listrik naik. Selain itu, pekerjaan konstruksi bersifat proyek - setelah data center selesai, ribuan pekerja terlatih harus mencari pekerjaan baru, berpotensi membanjiri sektor lain dan menekan upah. Masa depan pasar tenaga kerja teknik pasca-boom AI masih belum pasti.

marsbit1j yang lalu

Gaji Puluhan Miliar untuk Rebut Tukang Listrik, Meta Buru-buru Buka Sekolah Kejuruan Sendiri

marsbit1j yang lalu

The Fed Harus Naikkan Suku Bunga di September? Bagaimana Tekanannya pada Crypto dan Saham AS?

Pasar telah meningkatkan perkiraan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September menjadi lebih dari 73%, meningkat pesat dari kurang dari 53% sepekan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh perbedaan suara dalam rapat The Fed Juli (9-3) dan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak, yang didorong oleh ketegangan geopolitik di dekat Selat Hormuz. Kunci penentu berikutnya adalah data CPI bulan Juli pada 12 Agustus. Jika inflasi menunjukkan kenaikan berlanjut, probabilitas kenaikan suku bunga September akan semakin kuat. Untuk aset kripto seperti Bitcoin, ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya menekan harga karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tidak menghasilkan dan menarik aliran modal ke aset yang lebih aman. Namun, dampaknya mungkin terbatas jika pasar memandang kenaikan ini sebagai akhir dari siklus pengetatan. Saham AS terkait kripto (seperti Coinbase, MicroStrategy) cenderung bereaksi lebih volatil. Kenaikan suku bunga meningkatkan tingkat diskonto dalam valuasi, memberi tekanan lebih besar pada saham pertumbuhan dan teknologi. Hal ini bertepatan dengan musim laporan keuangan dimana investor kini lebih kritis, menilai apakah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI dapat benar-benar menghasilkan pendapatan dan arus kas. Perusahaan dengan cerita pertumbuhan lemah dan arus kas negatif mungkin menghadapi volatilitas lebih tinggi jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga.

marsbit1j yang lalu

The Fed Harus Naikkan Suku Bunga di September? Bagaimana Tekanannya pada Crypto dan Saham AS?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli PUSH

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Push Protocol (PUSH) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Push Protocol (PUSH) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Push Protocol (PUSH) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Push Protocol (PUSH) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Push Protocol (PUSH)Lakukan trading Push Protocol (PUSH) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

410 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli PUSH

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga PUSH (PUSH) disajikan di bawah ini.

活动图片