Otoritas Pengawasan Keuangan Inggris (FCA) sedang mendiskusikan pendekatan regulasi untuk emas tercetak token dengan peserta pasar. Hal ini dilaporkan Financial Times mengutip sumber.
Menurut narasumber publikasi, regulator telah berkomunikasi dengan perwakilan industri, termasuk bank-bank besar. FCA meminta konsultasi terkait pembuatan aturan untuk emas tercetak token dan dukungan pertumbuhan segmen tersebut.
Secara paralel, Otoritas mengumpulkan umpan balik tentang bagaimana instrumen tersebut dapat berfungsi sebagai jaminan di pasar grosir.
Salah satu sumber mencatat bahwa dalam beberapa bulan ke depan, lembaga tersebut mungkin akan mengumumkan pengembangan standar regulasi.
Financial Times mengaitkan diskusi-diskusi ini dengan program digitalisasi pasar keuangan grosir Inggris dan persaingan untuk kepemimpinan dalam perdagangan emas.
Menurut publikasi, London tetap menjadi pusat perdagangan terbesar, tetapi menghadapi tekanan dari Tiongkok, serta platform di Shanghai dan Hong Kong. Salah satu narasumber FT menyatakan bahwa tanpa modernisasi pasar, termasuk tokenisasi, kepemimpinan dapat direbut oleh pesaing.
Sumber juga menunjuk pada masalah pengawasan. FCA tidak mengatur perdagangan emas fisik, tetapi menetapkan aturan untuk derivatif emas dan produk bursa.
Sebagai pengingat, pada Juni, regulator Inggris menetapkan periode pengajuan aplikasi untuk otorisasi perusahaan kripto—dari 30 September 2026 hingga 28 Februari 2027.





