AI Menguntungkan Karyawan Senior? 40% CEO Berencana Potong Posisi Entry-Level, Nasib Kaum Muda Semakin Terancam
Survei oleh Oliver Wyman dan Bursa Efek New York terhadap 415 CEO global menunjukkan 43% berencana mengurangi posisi entry-level dalam 1-2 tahun ke depan, beralih ke talenta menengah-senior. AI dinilai menggantikan tugas rutin yang biasanya dikerjakan karyawan pemula, sementara karyawan senior dinilai lebih bernilai karena pengalaman dan penilaiannya. Data Harvard menunjukkan, perusahaan pengadopsi AI cenderung mengurangi perekrutan karyawan junior. Laporan Goldman Sachs memperkirakan AI menghilangkan bersih sekitar 16.000 lapangan kerja AS per bulan, dengan dampak terbesar pada generasi Z. Tren ini berisiko memutus saluran pipa bakat masa depan. Namun, beberapa perusahaan seperti IBM dan Salesforce justru meningkatkan perekrutan lulusan baru untuk membangun sistem AI. Mayoritas CEO masih berada di tahap perencanaan atau percobaan AI, dengan hanya 27% yang merasakan ROI sesuai harapan.
marsbit05/18 05:03