Akhirnya Saya Mengerti, Mengapa Elon Musk Yakin Kita Hidup di "Dunia Simulasi"
Penulis, seorang investor dan pengusaha yang awalnya skeptis, mulai mempertanyakan realitas setelah mengalami dua kejadian "metafisika" yang tidak dapat dijelaskan. Pertama, ramalan Ba Zi (astrologi Tionghoa) yang secara akurat memprediksi hasil investasinya berkali-kali. Kedua, teman dekatnya yang menjadi pembaca tarot memberikan penjelasan mengejutkan: dunia ini seperti database besar, dan tarot hanyalah alat untuk mengaksesnya.
Dengan perspektif programmer, penulis menemukan "kebetulan" yang mendukung teori simulasi Elon Musk: DNA memiliki 98% "kode sampah" yang mirip dengan kode peninggalan versi lama, kisah banjir besar di berbagai budaya yang menandai "pembaruan versi" dengan penurunan drastis usia manusia, dan batas kecepatan cahaya yang dianggap sebagai batas CPU.
Kesimpulannya, dunia mungkin virtual, tetapi pengalaman manusia (cinta, sukacita) adalah nyata. Meski "nasib" seperti pengaturan awal karakter game, kita dapat berusaha mencapai batas teratas dan mengalami semua yang ditawarkan dunia. Teori simulasi justru membebaskan, dan dengan Web3 serta AI, kita dapat beralih dari "pemain" pasif menjadi "pemain tingkat lanjut" yang mungkin menjelajahi bahkan mengubah aturan "dunia simulasi" ini.
marsbit02/24 10:33