Setelah Valuasi US$1 Miliar dan Eksplorasi Lima Tahun, Mengapa Mereka "Menyerah"?
Setelah lima tahun beroperasi dan mengumpulkan pendanaan $180 juta dengan valuasi hampir $1 miliar, Farcaster secara resmi mengakui kegagalan strategi inti sosial Web3. Platform ini awalnya dirancang untuk menyaingi Twitter dengan pendekatan terdesentralisasi, mengatasi masalah seperti monopoli platform, kepemilikan data pengguna, dan monetisasi kreator. Namun, data menunjukkan bahwa pertumbuhan pengguna aktif bulanan (MAU) Farcaster tidak pernah berhasil keluar dari lingkaran pengguna crypto native—seperti pekerja kripto, VC, dan developer—dengan MAU tertinggi hanya sekitar 80.000 pada pertengahan 2024 dan turun drastis menjadi di bawah 20.000 pada 2025.
Kendala utama termasuk tingginya hambatan pendaftaran, konten yang terlalu niche, dan pengalaman pengguna yang tidak lebih baik daripada platform sosial arus utama. Farcaster akhirnya memutuskan beralih fokus ke pengembangan dompet (wallet), yang ternyata menunjukkan product-market fit lebih kuat dengan frekuensi penggunaan tinggi, jalur monetisasi yang jelas, dan integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem blockchain. Keputusan ini menuai kontroversi di komunitasnya, tetapi dianggap sebagai langkah pragmatis menuju keberlanjutan bisnis.
marsbit12/09 05:10