# Artikel Terkait WAICO

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "WAICO", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Peskov Klaim Rusia Masuk Lima Besar dalam Perlombaan AI. Apa Kata Peringkat Global?

Pernyataan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Juli 2026 bahwa Rusia masuk dalam lima besar negara dalam perlombaan pengembangan kecerdasan buatan (AI) bertentangan dengan peringkat internasional utama. Laporan Global AI Vibrancy Tool dari Universitas Stanford (2024-2025) menempatkan Rusia di posisi ke-28 dari 36 negara, dengan Amerika Serikat, China, India, Korea Selatan, dan Inggris sebagai pemimpin. Stanford AI Index Report 2026 juga tidak menyebut posisi terkemuka Rusia, sambil mencatat dominasi AS dan China dalam berbagai aspek seperti investasi, model, dan publikasi. Di dalam negeri, model AI Rusia seperti GigaChat dan Yandex terus dikembangkan, namun performanya dalam benchmark independen seperti LM Arena masih tertinggal dari model global seperti ChatGPT. Biaya penggunaan GigaChat Pro untuk bisnis juga dilaporkan jauh lebih tinggi dibandingkan pesaing seperti DeepSeek China. Pemerintah Rusia berupaya mendorong perkembangan sektor ini melalui undang-undang yang mendefinisikan model AI nasional dan membuka akses ke data pemerintah, serta dengan bergabung dalam organisasi internasional WAICO. Namun, analisis mencatat bahwa tantangan utama Rusia adalah defisit perangkat keras komputasi (seperti GPU) akibat sanksi dan ketidakcocokan teknologi, yang menghambat kapasitas pelatihan model AI canggih. Dukungan hukum dan diplomatik dinilai tidak serta merta mengatasi kendala infrastruktur fisik ini.

cryptonews.ru07/28 08:57

Peskov Klaim Rusia Masuk Lima Besar dalam Perlombaan AI. Apa Kata Peringkat Global?

cryptonews.ru07/28 08:57

Xi Jinping Menghadiri Pembukaan World Artificial Intelligence Conference 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Tata Kelola Global AI serta Menyampaikan Pidato Kunci

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Tata Kelola Kecerdasan Buatan Global di Shanghai pada 17 Juli, serta menyampaikan pidato kunci bertajuk "Bekerja Sama Membangun Sistem Tata Kelola Kecerdasan Buatan Global yang Adil dan Rasional". Dalam pidatonya, Xi Jinping menyoroti bahwa kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang pesat membawa peluang besar sekaligus tantangan tata kelola. Ia mengajukan empat proposal: 1) Berpegang pada keterbukaan dan kerja sama menang-menang untuk mendorong inovasi; 2) Memperkuat kesadaran risiko dan memastikan keamanan serta kontrol yang andal, menentang generalisasi konsep keamanan nasional di bidang AI; 3) Mendorong inklusivitas dan saling menghargai untuk memajukan pertukaran peradaban; 4) Menganjurkan solidaritas dan kerja sama untuk menyempurnakan tata kelola global, mendukung negara-negara Global Selatan dan menjembatani kesenjangan digital. Xi Jinping menekankan bahwa Tiongkok, sebagai negara besar yang bertanggung jawab, berkomitmen untuk menyediakan barang publik global di bidang AI. Ia mengumumkan langkah-langkah konkret Tiongkok dalam lima tahun ke depan, termasuk menyediakan 5.000 kuota pelatihan AI untuk negara berkembang, membangun pusat kerja sama aplikasi AI internasional, dan menerapkan sistem peringatan dini cuaca cerdas "Mazu" di 30 negara. Para pemimpin negara dan organisasi internasional yang hadir menyambut baik inisiatif Tiongkok dan sepakat bahwa AI harus dikembangkan dan diatur melalui kerja sama internasional yang inklusif dan setara untuk memastikan manfaatnya dirasakan semua negara. Konferensi ini juga menandai pembentukan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia di Shanghai.

链捕手07/17 08:57

Xi Jinping Menghadiri Pembukaan World Artificial Intelligence Conference 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Tata Kelola Global AI serta Menyampaikan Pidato Kunci

链捕手07/17 08:57

活动图片