# Artikel Terkait Dunia Virtual

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Dunia Virtual", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep seperti metaverse, Web3.0, platform data simulasi, digital twin, dan Physical AI bermunculan, menciptakan kebingungan. Konsep-konsep ini bukanlah hal yang sama dengan Model Dunia (World Model), tetapi semuanya mengarah pada tren besar: kaburnya batas antara dunia digital dan fisik. Model Dunia berperan sebagai "lapisan kognitif" atau "sistem operasi dasar" yang bertanggung jawab agar AI dapat memahami dan mensimulasikan dunia. Analisis hubungannya dengan konsep lain adalah sebagai berikut: 1. **Metaverse**: Ini adalah tujuan atau "ruang pengalaman" imersif. Model Dunia berpotensi menjadi "mesin" atau alat pembuat konten otomatisnya, menghasilkan dunia 3D yang dapat diinteraksi dari teks, sehingga mengatasi hambatan pembuatan konten yang mahal. 2. **Web3.0**: Berfokus pada kepemilikan data, identitas, dan insentif ekonomi berbasis blockchain (masalah aturan/ekonomi). Ini berada di lapisan teknis yang berbeda dengan Model Dunia (masalah rekayasa pemahaman dunia). 3. **Platform Data Simulasi** (mis. untuk mobil otonom): Dapat dilihat sebagai versi 1.0 dari Model Dunia. Platform tradisional mengandalkan pembuatan skenario manual/berbasis aturan, sedangkan Model Dunia (versi 2.0) menggunakan AI untuk menghasilkan variasi skenario yang realistis secara otomatis dan masif. 4. **Digital Twin**: Adalah cermin real-time dari objek fisik (mis. pabrik, kota). Model Dunia melangkah lebih jauh dengan menambahkan kemampuan untuk **memprediksi masa depan** dan mensimulasikan hasil dari berbagai tindakan, bukan hanya mereplikasi keadaan saat ini. 5. **Physical AI** (AI fisik seperti robot, mobil otonom): Model Dunia adalah komponen intinya, khususnya untuk fungsi "memahami" hukum dunia dan memprediksi konsekuensi sebelum bertindak. Ini adalah "korteks otak" yang mensimulasikan sebelum eksekusi. Secara hierarki, Model Dunia berada di **Lapisan Kognitif**, yang mendukung lapisan aplikasi (simulasi, digital twin), lapisan aksi (Physical AI), dan lapisan pengalaman (metaverse). Ia bergantung pada infrastruktur dasar seperti komputasi dan data. Kesimpulannya, Model Dunia bukanlah konsep-konsep tersebut, tetapi ia berpotensi menjadi **sistem operasi** atau fondasi kognitif yang dibutuhkan banyak konsep itu untuk mewujudkan janji-janjinya dalam menghubungkan dan mengaburkan batas antara dunia digital dan fisik.

marsbit06/28 10:44

Model Dunia, Metaverse, Digital Twin, Fisika AI: Apakah Mereka Hal yang Sama?

marsbit06/28 10:44

Karakter Utama Selanjutnya MiHoYo, Adalah Dia yang Bermain Piano

Kebanyakan orang mengenal miHoYo lewat game _Genshin Impact_, tetapi perusahaan ini memiliki visi yang lebih dalam: menciptakan dunia virtual untuk satu miliar orang pada 2030. Untuk mewujudkannya, miHoYo telah berinvestasi dalam teknologi seperti brain-computer interface, fusi nuklir, dan AI. Mereka percaya bahwa karakter virtual di masa depan harus hidup dan memiliki kesadaran, bukan sekadar mengikuti naskah. Pada 2022, salah satu pendiri, Cai Haoyu (atau "AI Soulcaster"), memisahkan diri untuk fokus pada proyek AI baru bernama Anuttacon. Proyek pertamanya, game _Whisper of the Stars_ (2025), menunjukkan potensi namun juga keterbatasan model bahasa AI saat ini. Belakangan, fokus dialihkan ke pengembangan model bahasa yang memahami emosi. Sementara itu, pendiri lainnya, Liu Wei ("Da Wei Ge"), mengumumkan rencana investasi hingga 100 miliar yuan dalam tiga tahun ke depan untuk mengembangkan model bahasa besar ber-emosi, memanfaatkan keahlian miHoYo dalam menciptakan karakter yang dicintai pengguna. Produk pertama dari ambisi AI ini adalah aplikasi _BSide: Olivia Lin_ (dirilis Juni 2026). Berbeda dengan chatbot AI pada umumnya, aplikasi ini menawarkan interaksi yang lebih santai dan natural dengan seorang gadis virtual bernama Olivia (Lin Li) yang bisa bermain piano, membalas surat, dan menjadi wallpaper dinamis. Pendekatan ini disebut "rasa orang hidup", mengurangi frekuensi interaksi untuk menciptakan kesan keaslian yang lebih kuat sambil menunggu teknologi AI matang. Nama "miHoYo" sendiri berasal dari "mi" dalam Hatsune Miku, idol virtual yang menjadi inspirasi awal pendirinya. Perjalanan panjang miHoYo, dari kamar asrama hingga perusahaan bernilai miliaran, kini berfokus pada satu tujuan akhir: memberikan kehidupan dan kesadaran sejati pada karakter virtual yang dicintai banyak orang.

marsbit06/25 04:14

Karakter Utama Selanjutnya MiHoYo, Adalah Dia yang Bermain Piano

marsbit06/25 04:14

活动图片