# Artikel Terkait USDT

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "USDT", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Tumpukan Stablecoin Binance Mencapai $47,5 Miliar Saat Pasar Crypto Mendingin – Pembangunan Likuiditas?

Meskipun pasar crypto tampak sepi saat ini, dana yang sangat besar masih tersimpan dalam stablecoin, terutama di Binance. Menurut data CryptoQuant, cadangan stablecoin di Binance telah mencapai sekitar $47,5 miliar, yang merupakan sekitar 65% dari total likuiditas stablecoin di semua bursa. Peningkatan ini terjadi sementara pertumbuhan di bursa lain seperti OKX, Coinbase, dan Bybit lebih lambat atau datar. Sebagian besar likuiditas ini didominasi oleh Tether (USDT), dengan kontribusi yang lebih kecil dari USD Coin (USDC) milik Circle. Aliran jangka pendek menunjukkan fluktuasi, tetapi modal terus kembali ke Binance setelah aliran keluar singkat. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan persiapan AS untuk perubahan regulasi besar, termasuk GENIUS Act yang disahkan pada 2025, yang diharapkan sepenuhnya diterapkan setelah pemilu paruh waktu 2026. Aturan yang jelas untuk stablecoin ini dapat membuka peluang untuk pergerakan pasar besar berikutnya. Selain itu, pasokan stablecoin global terus pulih, dengan total stablecoin ERC20 melebihi $150 miliar. Di kawasan Asia Pasifik, Jepang telah melampaui Singapura sebagai hub stablecoin lokal terbesar, menunjukkan permintaan yang kuat untuk stablecoin yang dipatok pada mata uang tertentu. Secara keseluruhan, akumulasi likuiditas yang besar ini mengindikasikan bahwa investor sedang mempersiapkan diri untuk siklus pasar crypto berikutnya, dan regulasi yang akan datang dapat menjadi katalis untuk pergerakan signifikan ke depan.

ambcrypto02/18 09:04

Tumpukan Stablecoin Binance Mencapai $47,5 Miliar Saat Pasar Crypto Mendingin – Pembangunan Likuiditas?

ambcrypto02/18 09:04

Dari Bitcoin ke Nvidia: Bagaimana Gate Membangun 'Akun Trading Serba Bisa' di Era Web3?

Artikel ini membahas bagaimana Gate, sebuah platform pertukaran crypto, mengembangkan dirinya menjadi "akun perdagangan serba bisa" di era Web3 dengan menghadirkan perdagangan multi-aset. Penulis menyoroti masalah yang dihadapi trader crypto yang sering terkendala ketika ingin beralih ke aset tradisional seperti saham AS atau emas karena proses yang lambat dan rumit. Gate merespons dengan menghadirkan tiga jenis produk: aset tokenisasi (seperti saham dan emas yang diwakili token), derivatif crypto yang diperluas (kontak berkelanjutan untuk saham), dan CFD TradFi) yang terhubung dengan harga pasar tradisional. Platform ini menawarkan lebih dari 144 aset, mencakup logam, saham, indeks, forex, dan komoditas. Keunggulan utama Gate adalah efisiensi dana yang tinggi. Pengguna dapat dengan cepat mentransfer USDT ke sub-akun TradFi (ditampilkan sebagai USDx) dan langsung membuka posisi tanpa proses penjualan kripto atau transfer bank yang memakan waktu. Biaya perdagangan untuk pengguna VIP juga sangat kompetitif. Namun, penulis mengingatkan beberapa hal penting: adanya biaya swap (overnight fee) untuk posisi yang dipegang melewati penutupan pasar, perbedaan likuiditas antar aset, dan leverage tinggi (hingga 500x) yang berisiko. Pengalaman uji coba penulis membeli CFD emas dengan USDT berjalan lancar dan cepat, tetapi perlu adaptasi dengan aturan pasar tradisional seperti jam perdagangan yang terbatas. Kesimpulannya, langkah Gate menuju perdagangan multi-aset adalah bagian dari tren larger untuk mempertahankan pengguna dengan menjadi "super app" keuangan. Meski demikian, ini masih merupakan simulasi aset tradisional di dalam ekosistem crypto (melalui CFD), bukan integrasi sepenuhnya. Masa depannya akan bergantung pada regulasi, penerimaan pengguna, dan persaingan dengan lembaga keuangan tradisional yang mulai masuk ke crypto.

marsbit02/13 09:19

Dari Bitcoin ke Nvidia: Bagaimana Gate Membangun 'Akun Trading Serba Bisa' di Era Web3?

marsbit02/13 09:19

活动图片