Batas 10% Posisi Dialokasikan, Dana Ritel Berizin Inggris Rencanakan Eksposur Tidak Langsung ke Aset Kripto
**FCA Inggris Usulkan Batas 10% untuk Dana Ritel Berinvestasi di Aset Kripto melalui ETN**
Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) sedang mengkonsultasikan peraturan baru yang akan mengizinkan dana ritel UCITS dan sebagian besar dana ritel non-UCITS (NURS) untuk memegang Crypto Exchange Traded Notes (ETN), dengan batas maksimal 10% dari aset total dana.
Usulan ini, tertuang dalam dokumen konsultasi CP26/17, membuka jalan bagi investor ritel biasa untuk mendapatkan eksposur tidak langsung ke aset kripto melalui dana yang dikelola secara profesional. Namun, dana tetap dilarang untuk memegang langsung aset kripto native seperti Bitcoin atau Ethereum.
Batas 10% dirancang agar alokasi kripto tetap menjadi posisi "satelit" minor dalam portofolio yang terdiversifikasi. Peraturan yang berbeda berlaku untuk dana investor profesional (Qualified Investor Schemes), yang tidak dikenakan batas ini, sementara dana aset jangka panjang (LTAF) dilarang berinvestasi di ETN kripto.
Kebijakan ini melanjutkan langkah FCA yang sebelumnya telah mengizinkan investor ritel untuk memperdagangkan ETN kripto di bursa Inggris yang diakui mulai Oktober 2025. FCA menekankan bahwa ETN kripto tetap dikategorikan sebagai investasi berisiko tinggi.
Meskipun pintu investasi dibuka, tanggung jawab berat ada pada manajer dana. Mereka harus memastikan ETN kripto sesuai dengan tujuan investasi dana, melakukan due diligence ketat, menilai likuiditas, dan memberikan informasi yang jelas kepada investor tentang risikonya. Persyaratan pelaporan dan pengungkapan yang ketat ini bisa menjadi penghalang bagi banyak lembaga pengelola aset.
Pada akhirnya, keberhasilan implementasi kebijakan ini bergantung pada kemauan industri manajemen dana. Ada dua kemungkinan: kebijakan ini dapat diadopsi secara moderat, menandai perubahan signifikan dalam memasukkan kripto ke arus utama, atau hanya bersifat simbolis jika biaya kepatuhan dan risiko persepsi dianggap terlalu besar dibandingkan manfaatnya. Konsultasi publik untuk aturan terkait dana ini akan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
Foresight News06/11 08:13