# Artikel Terkait Hukum Tao

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Hukum Tao", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Hukum Tau (τ), Membuat EDA "Tersorot" ke Permukaan

"Hukum Tao (τ)" yang diusulkan oleh Huawei pada ISCAS 2026 memperkenalkan konsep baru untuk pengembangan industri semikonduktor global. Berbeda dengan Hukum Moore yang berfokus pada miniaturisasi geometris, Hukum Tao berfokus pada "miniaturisasi waktu," dengan tujuan mengurangi konstanta waktu (τ) sinyal pada tingkat perangkat, sirkuit, chip, dan sistem. Pendekatan ini menawarkan jalur alternatif untuk meningkatkan kinerja chip tanpa hanya bergantung pada pemrosesan canggih. Hukum ini telah diterapkan oleh Huawei dalam produksi 381 chip untuk berbagai aplikasi, dan diperkirakan akan mencapai tingkat kinerja setara dengan 1,4nm pada tahun 2031. Implementasinya sangat bergantung pada alat EDA (Electronic Design Automation) yang berevolusi dari alat gambar tradisional menjadi platform pengoptimalan kinerja sistem. EDA perlu mengembangkan kemampuan desain 3D asli, optimasi kolaboratif lintas lapisan (STCO), dan analisis kopling multi-fisik untuk mendukung teknologi seperti Chiplet, 3DIC, dan LogicFolding. Produsen EDA domestik Tiongkok, seperti Huada Jiutian, semakin melengkapi kemampuan mereka. Sebagai contoh, universitas seperti Universitas Peking telah mengembangkan prototipe alat EDA "3D sejati" yang menunjukkan peningkatan signifikan. Perkembangan ini menandai transisi industri EDA dari pengembangan alat tunggal menuju pembangunan platform kolaboratif yang lengkap dan kuat, membuka peluang baru dalam tren "miniaturisasi waktu."

marsbit18j yang lalu

Hukum Tau (τ), Membuat EDA "Tersorot" ke Permukaan

marsbit18j yang lalu

Huawei "Hukum Tao (τ)", Analisis Lengkap Perusahaan Inti

Tanggal 25 Mei 2026, He Tingbo, Direktur Huawei dan Presiden Departemen Bisnis Semikonduktor, secara resmi mengusulkan Hukum Tao (τ) di ISCAS 2026. Ini adalah pertama kalinya Tiongkok mengajukan prinsip baru yang memandu pengembangan industri di bidang semikonduktor global. Hukum Tao beralih dari pengecilan geometris tradisional (Hukum Moore) ke *"pengurangan waktu"*: secara terus-menerus mengurangi delay propagasi sinyal, tidak bergantung pada lebar garis yang ekstrem. Jalan inti implementasinya adalah *"lipatan logika"*, yang mengubah tata letak sirkuit dari struktur planar 2D menjadi tumpukan multilayer, menggantikan interkoneksi jarak jauh horizontal dengan interkoneksi vertikal jarak pendek untuk secara signifikan mempersingkat konstanta waktu τ. Dalam enam tahun terakhir, Huawei telah merancang dan memproduksi massal 381 chip yang mengikuti Hukum Tao. Rencananya, chip Kirin dengan teknologi lipatan logika akan diluncurkan pada musim gugur 2026. Diperkirakan pada 2031, chip high-end berbasis Hukum Tao dapat mencapai level kinerja setara dengan proses teknologi 1,4nm. Artikel ini menyoroti perusahaan-perusahaan kunci yang terkait dengan tiga pilar pendukung Hukum Tao: 1. **Perangkat Lunak Desain (EDA):** Penting untuk optimasi sirkuit. Perusahaan terkemuka termasuk **Huada Jiutian, Primarius Technologies, Semitronix**. 2. **Chiplet & Packaging Lanjutan:** Teknologi seperti 3D packaging dan TSV sangat penting untuk realisasi *"lipatan logika"*. Pemain utama adalah **Tongfu Microelectronics, JCET Group, Huatian Technology**. 3. **Foundry/Manufaktur:** Diperlukan untuk memproduksi chip baru. **SMIC** dipandang sebagai pemasok potensial utama untuk chip Kirin generasi baru, dengan **Hua Hong Semiconductor** dan lainnya juga mendapat manfaat dari tren lokalisasi rantai pasokan.

marsbit05/25 11:36

Huawei "Hukum Tao (τ)", Analisis Lengkap Perusahaan Inti

marsbit05/25 11:36

活动图片