# Artikel Terkait SOTA

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "SOTA", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Model Besar Tak Lagi Hanya 'Berbicara Saja' Saat Memberi Skor pada Gambar, Gunakan Peta Struktur, Spektrum Frekuensi sebagai 'Bukti Fisik', dan 'Bukti Visual' untuk Memberi Skor pada Gambar

Model multi-modal besar (MLLM) sering gagal menilai kualitas gambar secara akurat karena mengandalkan bias semantik internal, bukan bukti degradasi visual yang terukur. Untuk mengatasi ini, tim peneliti dari **Northwestern Polytechnical University** dan **Hong Kong University of Science and Technology** memperkenalkan **IQA-T1**, sebuah framework baru yang memungkinkan MLLM menilai kualitas gambar dengan **bukti visual terstruktur**. IQA-T1 dilengkapi dengan **toolbox analisis** yang berisi alat-alat seperti *Noise Residual Map*, *Fourier Magnitude Spectrum*, dan *Gradient Orientation Coherence Map*. Alat-alat ini menghasilkan "bukti visual" yang memvisualisasikan noise, artefak, blur, dan degradasi lainnya. Model kemudian belajar **memanggil alat-alat ini secara adaptif** dan melakukan penalaran langkah demi langkah berdasarkan bukti-bukti tersebut. Framework ini dilatih dalam dua tahap: **Supervised Fine-Tuning (SFT)** untuk mempelajari cara menggunakan alat dan template penalaran, dan **Reinforcement Learning (RL)** dengan GRPO untuk mengoptimalkan strategi pemanggilan alat yang efisien. Tim juga membuat dataset **Q-Tool**, dataset IQA pertama yang dilengkapi rantai penalaran multimodal berbasis bukti. Dalam evaluasi pada 7 benchmark IQA (termasuk gambar dengan distorsi nyata, sintetis, dan hasil AI), IQA-T1 mencapai kinerja **terbaik secara keseluruhan (SOTA)** dengan skor PLCC/SRCC rata-rata **0.795/0.784**. Ia mengungguli metode MLLM lain sekaligus menyediakan proses penilaian yang **dapat dijelaskan dan dilacak**. Rata-rata, model hanya menggunakan **2.34 alat per gambar**, membuktikan efisiensi dan efektivitas pendekatan berbasis bukti ini.

marsbit07/20 07:50

Model Besar Tak Lagi Hanya 'Berbicara Saja' Saat Memberi Skor pada Gambar, Gunakan Peta Struktur, Spektrum Frekuensi sebagai 'Bukti Fisik', dan 'Bukti Visual' untuk Memberi Skor pada Gambar

marsbit07/20 07:50

Mercu Suar Menunjukkan Arah, Obor Memperebutkan Kedaulatan: Perang Rahasia tentang Distribusi Kekuatan AI

Artikel ini membahas perang tersembunyi dalam pengaturan distribusi kecerdasan buatan (AI) antara dua model": "menara suar" (lighthouse) dan "obor" (torch). "Menara suar" merujuk pada model AI canggih (SOTA/frontier) seperti yang dikembangkan OpenAI dan Google. Model ini sangat kuat namun terpusat, membutuhkan sumber daya komputasi, data yang masif, dan dikendalikan oleh segelintir perusahaan. Ia berfungsi untuk mendorong batas kemampuan kognitif dan mengeksplorasi hal baru, tetapi berisiko menciptakan ketergantungan, masalah privasi, dan kerentanan sistemik. Sebaliknya, "obor" merujuk pada model sumber terbuka (open-source) seperti DeepSeek dan Mistral yang dapat diunduh, dijalankan secara lokal, dan dimiliki secara pribadi. Model ini memberikan kendali, privasi, dan ketahanan yang lebih besar, cocok untuk sektor yang membutuhkan kepatuhan regulasi dan operasi offline. Namun, ia juga memindahkan tanggung jawab keamanan dan governance kepada penggunanya. Keduanya bukanlah oposisi biner, melainkan dua bagian dari ekosistem yang saling melengkapi. "Menara suar" mendorong inovasi terdepan, sementara "obor" mendemokratisasikan akses dan menstabilkan baseline kemampuan AI. Perang tersembunyi ini pada intinya adalah perebutan kendali atas definisi "kecerdasan default", cara menangani eksternalitas, dan posisi individu dalam sistem AI. Masa depan akan didominasi oleh strategi dual-track, menggunakan kedua model sesuai konteksnya untuk menyeimbangkan antara kemajuan dan kedaulatan.

marsbit12/22 11:17

Mercu Suar Menunjukkan Arah, Obor Memperebutkan Kedaulatan: Perang Rahasia tentang Distribusi Kekuatan AI

marsbit12/22 11:17

活动图片