Dari 'Lebih Suka Pisang' hingga Menjual 80% Bitcoin, Cinta dan Benci Mark Cuban dengan Crypto
Pemilik bisnis miliarder dan mantan pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia telah menjual sebagian besar kepemilikan Bitcoin-nya. Alasannya, Bitcoin dianggap gagal sebagai lindung nilai yang efektif terhadap pelemahan dolar AS dan gejolak geopolitik, terutama selama konflik Iran baru-baru ini. Pernyataan ini menandai pergeseran sikapnya yang signifikan terhadap aset kripto.
Jejak Cuban dengan crypto dimulai pada 2019 dengan keraguan terbuka, di mana ia menyatakan lebih memilih pisang daripada Bitcoin karena memiliki nilai guna. Namun, di puncak bull run 2021, ia menjadi pendukung vokal, mengalokasikan 60% portofolio cryptonya ke Bitcoin. Pada tahun yang sama, ia juga terpukul oleh keruntuhan proyek DeFi Iron Finance, yang ia promosikan, yang mengakibatkan kerugian besar.
Dari 2022 hingga 2025, fokus Cuban beralih ke urusan hukum dan regulasi. Ia menghadapi (dan akhirnya memenangkan) gugatan class action terkait promosinya terhadap platform Voyager Digital yang bangkrut, serta sering mengkritik regulator AS seperti SEC.
Perjalanan Cuban selama tujuh tahun terakhir—dari skeptis, menjadi penggemar, lalu kecewa—merefleksikan siklus emosional banyak investor ritel di ruang kripto. Keputusannya sering kali dipicu oleh narasi makro dan pergerakan harga jangka pendek. Meski ia kini kecewa, pola ini menyiratkan sikapnya mungkin berubah lagi di masa depan, bergantung pada kondisi pasar.
marsbit05/22 12:22