Undang-undang CLARITY Menyisakan 5 Celah — dari Pensiun hingga Cryptocurrency Trump Senilai $1,4 Miliar
Analisis oleh staf minoritas di Komite Perbankan Senat AS yang dipimpin Senator Elizabeth Warren mengidentifikasi lima celah utama dalam RUU CLARITY Act (Digital Asset Market Clarity Act). RUU ini bertujuan mengatur yurisdiksi antara SEC dan CFTC terkait aset digital.
Staf minoritas menyoroti lima area yang dinilai tidak tercakup: 1) Perlindungan tabungan pensiun dari celah hukum sekuritas, 2) Pencegahan pendanaan ilegal, termasuk risiko pencucian uang melalui platform DeFi, 3) Perlindungan pembayar pajak dari operasi penyelamatan finansial dengan membatasi aktivitas berisiko bank terkait crypto, 4) Pencegahan pengayaan diri presiden, merujuk pada pendapatan Trump dari proyek crypto senilai $1,4 miliar, dan 5) Pemeliharaan perlindungan konsumen dan hak hukum untuk menggugat.
Mereka menyatakan RUU dapat melemahkan otoritas SEC dan regulator negara bagian, mempersulit penindakan penipuan, serta membatasi hak gugat investor. Di sisi lain, pendukung RUU, termasuk CEO Coinbase Brian Armstrong, berargumen bahwa RUU akan memperkuat perlindungan investor, mengawasi pasar crypto di AS, dan memerangi penipuan. RUU kini menuju pemungutan suara di Senat pada 15 September.
cryptonews.ru08/10 11:14