# Artikel Terkait Dapat Digunakan Kembali

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Dapat Digunakan Kembali", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Analisis Bernstein Terhadap Laporan Keuangan Perdana SpaceX Setelah Go Public: Bagaimana Target Harga 239 Dolar Tercapai?

Laporan kinerja kuartal pertama SpaceX yang diterbitkan setelah perusahaan ini go public menunjukkan pertumbuhan yang agresif, dengan pendapatan melonjak 92% menjadi $7,814 miliar, melampaui ekspektasi pasar. Bernstein mempertahankan rating "Outperform" dan target harga $239, yang menyiratkan potensi kenaikan sekitar 91% dari harga penutupan 4 Agustus. Kinerja didorong oleh tiga pilar bisnis utama: 1. **Connectivity (Starlink):** Tetap menjadi penyumbang laba utama dengan pendapatan $4,291 miliar dan margin operasional 38,6%. Jumlah pengguna mencapai 12 juta. 2. **Bisnis AI:** Menunjukkan elastisitas pendapatan tertinggi dengan pertumbuhan 247% menjadi $2,561 miliar. Namun, segmen ini masih mencatat kerugian operasional ($1,257 miliar) dan membutuhkan belanja modal besar ($15,828 miliar pada kuartal ini). 3. **Space (Peluncuran & Starship):** Pendapatan $962 juta, tetapi mencatat kerugian operasional karena peningkatan investasi dalam pengembangan Starship. Elon Musk mempercepat target pendapatan tahunan $1 triliun menjadi tahun 2030 (dari sebelumnya 2031). Namun, target harga $239 dari Bernstein tidak bergantung pada pencapaian penuh visi ini. Model mereka berasumsi pendapatan 2031 yang lebih konservatif ($554 miliar) dan harga komputasi AI jangka panjang sekitar $10/watt (lebih rendah dari rentang $30-$50/watt yang disebut Musk). Target harga ini bergantung pada tiga faktor kunci: profitabilitas Connectivity yang berkelanjutan, transformasi kapasitas AI menjadi pendapatan stabil, dan kesuksesan Starship dalam mencapai *full reusability* untuk menurunkan biaya secara drastis. Ketidakpastian dalam tiga area inilah, bersama dengan tekanan pasokan saham pasca-IPO dan kekhawatiran atas pengembalian investasi AI, yang menyebabkan penurunan harga saham meski kinerja kuartalan kuat.

marsbit15j yang lalu

Analisis Bernstein Terhadap Laporan Keuangan Perdana SpaceX Setelah Go Public: Bagaimana Target Harga 239 Dolar Tercapai?

marsbit15j yang lalu

Di Balik Valuasi Dua Triliun Dolar SpaceX: Mengapa Elon Musk Selalu Berhasil Merencanakan Langkah Selanjutnya?

Tanggal 12 Juni, pada hari SpaceX resmi melantai di bursa, Elon Musk memilih pergi ke pangkalan Starship di Texas dan membunyikan bel pembukaan Nasdaq dari jarak jauh bersama ratusan karyawan. Hari itu, valuasi SpaceX sempat menyentuh US$ 2 triliun. Perjalanan 24 tahun ini penuh cerita yang tak biasa. Perusahaan ini secara nominal membuat roket, tetapi bisnis roketnya tidak menguntungkan. Pencapaiannya yang paling terkenal adalah mendaur ulang roket, namun yang menopang valuasinya adalah dua cerita lain: StarLink dan "komputasi luar angkasa" yang baru saja ditulis dalam prospektus. SpaceX didirikan pada 2002 setelah Musk gagal membeli roket untuk proyek "Mars Oasis". Enam tahun pertama, tiga peluncuran Falcon 1 semuanya gagal. Keberhasilan keempat pada 2008 membuka era "penerbangan luar angkasa komersial". Kontrak harga tetap dari NASA mendorong obsesi SpaceX terhadap biaya rendah. Pada 2015, Falcon 9 berhasil mendarat kembali untuk pertama kalinya. Teknologi daur ulang ini dikembangkan dengan memanfaatkan misi berbayar pelanggan. Kini, tingkat keberhasilan Falcon 9 mencapai 99,4%. StarLink, diumumkan pada 2015 sebelum roket daur ulang terbukti, adalah "klien internal" yang dibuat Musk untuk menyerap kapasitas angkut murah. Pada 2025, divisi konektivitas StarLink adalah satu-satunya yang menghasilkan keuntungan (US$ 4,4 miliar), menutupi sebagian kerugian dari pengembangan Starship dan kerugian besar dari xAI yang digabungkan. Starship, generasi roket berat berikutnya, mulai dikerjakan pada 2014 saat Falcon 9 masih dalam tahap awal. Narasi awalnya adalah manusia (imigrasi Mars), namun kini bergeser menjadi "pusat data" di luar angkasa. Pada 2024, Starship berhasil ditangkap oleh lengan robotik "sumpit" di menara peluncuran, menuju operasi seperti penerbangan pesawat. IPO SpaceX pada 2026, yang melanggar janji "tidak akan IPO", adalah aksi pendanaan untuk cerita besar berikutnya: komputasi luar angkasa. Meski menjadi konsensus industri, detail teknis komputasi luar angkasa masih belum jelas. Raksasa teknologi seperti Google (Project Suncatcher), Blue Origin ("Sunrise"), dan investor seperti Nvidia telah mengambil langkah konkret. Namun, perhitungan biayanya masih sangat tinggi, membutuhkan penurunan biaya peluncuran drastis oleh Starship untuk menjadi layak. Intinya, sejarah SpaceX adalah tentang menjadi penyedia karena tak bisa menjadi klien, lalu menciptakan kliennya sendiri (StarLink), dan sekarang memesan klien yang lebih besar (komputasi luar angkasa) untuk roket generasi berikutnya. Setelah mewujudkan daur ulang roket dan StarLink, kini ia menjual janji yang lebih besar dan lebih mahal ke pasar.

marsbit06/17 04:48

Di Balik Valuasi Dua Triliun Dolar SpaceX: Mengapa Elon Musk Selalu Berhasil Merencanakan Langkah Selanjutnya?

marsbit06/17 04:48

活动图片