Crypto Harus Dinilai Berdasarkan Peran Ekonomi, Bukan Desain Teknologi: Kepala Fintech ASIC
Sebagian besar kerugian konsumen di ruang crypto bukan berasal dari token itu sendiri, tetapi dari platform yang menanganinya — seperti bursa, layanan kustodian, pemberi pinjaman, dan layanan hasil. Menurut Rhys Bollen, Kepala Fintech di Australian Securities and Investments Commission (ASIC), aset digital harus dinilai berdasarkan fungsi ekonominya, bukan teknologinya. Dalam konferensi di Melbourne, ia menegaskan bahwa token yang berfungsi sebagai sekuritas harus diatur sebagai sekuritas, sementara stablecoin yang memindahkan uang tunduk pada hukum pembayaran.
Pendekatan ini bertolak belakang dengan negara lain seperti AS dan UE yang membangun kerangka regulasi khusus crypto. Australia justru mengintegrasikan aset digital ke dalam hukum keuangan yang sudah ada melalui Rancangan Kerangka Aset Digital, menghindari celah arbitrase regulasi. ASIC telah mengonfirmasi bahwa definisi produk dan layanan keuangan yang berlaku dapat diterapkan pada crypto, tergantung fungsinya. Fokus regulasi harus pada intermediary (perantara), bukan token, karena di situlah kerugian konsumen sering terjadi.
bitcoinist03/11 18:34