# Artikel Terkait Harga

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Harga", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Harga Saham Coinbase Anjlok 30% Sejak Awal Tahun, Mengapa Wall Street Tidak Pesimis?

Meskipun harga saham Coinbase (COIN) telah turun hampir 30% sepanjang tahun ini, banyak analis di Wall Street tetap optimis. Laporan terbaru dari William Blair menurunkan estimasi pendapatan dan laba Coinbase untuk tahun 2026-2027, namun tetap mempertahankan peringkat "unggul". Alasannya, semua berita buruk diyakini sudah tercermin dalam harga saham saat ini. Analis mereka memprediksi volume perdagangan akan turun sekitar 44% tahun ini, namun pulih lebih dari 32% pada 2027. Mereka melihat perbedaan struktural dengan siklus 2022, seperti kehadiran ETF Bitcoin spot, masuknya modal institusional, dan kerangka regulasi yang lebih jelas. Basis, jaringan lapisan kedua Coinbase untuk Ethereum, dipandang sebagai penggerak pertumbuhan laba masa depan, mendiversifikasi pendapatan di luar perdagangan spot. Di sisi analisis teknis, John Bollinger, pencipta Bollinger Bands, mencatat bahwa Bitcoin membentuk pola dasar "W" di chart harian, yang bisa menjadi sinyal pembalikan tren utama jika terbentuk sempurna. Sementara itu, data on-chain dari Glassnode menunjukkan tekanan jual dari pemegang jangka panjang mungkin sudah memuncak dan mulai menurun, dengan aktivitas akumulasi terlihat pada level harga terendah Juni. Namun, satu pertanyaan kunci tetap ada: belum ada aliran masuk modal berkelanjutan yang konsisten ke pasar spot Bitcoin untuk mengkonfirmasi pembalikan penuh. William Blair memperkirakan titik balik akan terjadi pada tahun 2027.

Foresight News07/16 07:37

Harga Saham Coinbase Anjlok 30% Sejak Awal Tahun, Mengapa Wall Street Tidak Pesimis?

Foresight News07/16 07:37

Prediksi harga Audiera: Bisakah BEAT menembus $3 tanpa pembelian baru?

Prediksi harga Audiera: Dapatkah BEAT menembus $3 tanpa pembelian baru? Gencatan senjata AS-Iran berakhir dan permusuhan berlanjut, mendorong harga minyak mentah naik dan menekan pasar saham. S&P 500 dan Dow Jones turun. Penjualan Bitcoin memicu likuidasi posisi panjang di pasar derivatif, yang juga mempengaruhi pasar crypto. Audiera (BEAT) naik 0.74% dalam 24 jam terakhir, namun volume perdagangan hariannya hampir setengah dari hari sebelumnya. Aset kripto ini sebelumnya mampu rally 18% meskipun ada pelepasan 21,25 juta token BEAT. Secara teknis, struktur ayunan masih bullish, namun area $3.0-$3.20 telah menjadi zona supply lokal. Momentum bearish terlihat pada kerangka waktu 1-hari. BEAT perlu membentuk higher low untuk menandakan keyakinan pembeli dan berpotensi mendorong harga melewati $3.20, namun ini memerlukan aliran modal baru. Pembakaran 792.210 BEAT pada 13 Juli dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Namun, investor tetap diimbau untuk berhati-hati. Rally BEAT ke $11.5 sebelumnya juga disertai tuduhan publik mengenai kemiripan onchain dengan token LAB dan RIVER. Dari 12 hingga 18 Juni, BEAT mengalami koreksi 87%, jatuh dari $11.57 ke $1.459. Platform analitis visual menyatakan tidak ada bukti konklusif, tetapi kewaspadaan diperlukan. Kesimpulan: BEAT menunjukkan momentum naik jangka pendek dan pembakaran token mingguan dapat mendukung pemulihan. Namun, tuduhan manipulasi harga dan valuasi terdilusi penuh (FDV) yang terlalu tinggi masih menjadi perhatian.

ambcrypto07/14 01:33

Prediksi harga Audiera: Bisakah BEAT menembus $3 tanpa pembelian baru?

ambcrypto07/14 01:33

活动图片