# Artikel Terkait Jaringan Listrik

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Jaringan Listrik", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Jaringan Listrik AS Meneriakkan Alarm Merah di Bawah Panas Ekstrem, Penambangan Bitcoin Jadi 'Kambing Hitam'?

Amerika Serikat mengalami gelombang panas ekstrem pada akhir Juni 2026, mendorong jaringan listrik utama PJM ke ambang batas. Pada 30 Juni, Menteri Energi mengeluarkan perintah darurat, termasuk memaksa pengguna besar (seperti pusat data dan tambang Bitcoin) untuk beralih ke generator darurat mereka. Ternyata, penambang Bitcoin besar tidak serta merta merugi saat dimatikan. Mereka berpartisipasi dalam program "respons permintaan" (demand response) grid, di mana mereka mendapat kompensasi finansial yang signifikan karena mengurangi konsumsi listrik selama puncak krisis. Contohnya, Riot Platforms di Texas menghasilkan kredit listrik senilai $21 juta di kuartal pertama 2026 dengan strategi ini, justru menurunkan biaya penambangan mereka. Artikel ini mengungkapkan bahwa penyebab utama tekanan pada grid sebenarnya bukan penambangan Bitcoin (yang hanya menyumbang 0,6%-2,3% konsumsi nasional), melainkan lonjakan permintaan listrik dari pusat data AI. PJM memproyeksikan pertumbuhan permintaan 32 GW hingga 2030, dengan 30 GW di antaranya berasal dari pusat data. Menyadari tren ini, perusahaan penambang Bitcoin terkemuka seperti Riot Platforms mulai bertransformasi. Mereka memanfaatkan infrastruktur listrik dan lahan mereka untuk beralih menjadi operator pusat data berskala besar, melayani permintaan komputasi AI yang sangat haus energi. Dengan demikian, mereka tidak lagi sekadar "pemakai listrik", tetapi menjadi bagian dari solusi fleksibilitas energi sekaligus merangkul peluang bisnis baru yang lebih menguntungkan.

marsbit07/08 13:48

Jaringan Listrik AS Meneriakkan Alarm Merah di Bawah Panas Ekstrem, Penambangan Bitcoin Jadi 'Kambing Hitam'?

marsbit07/08 13:48

Pusat Data Terbesar di Dunia Batal

Blackstone, raksasa investasi alternatif global dengan aset US$1,3 triliun, secara mengejutkan menghentikan proyek pembangunan pusat data "Digital Gateway" di Virginia melalui anak perusahaannya QTS. Proyek yang pernah digadang-gadang sebagai kampus pusat data terbesar di dunia itu akhirnya mangkrak. Proyek seluas 2100 hektare dengan investasi rencana US$100 miliar ini telah menghadapi penolakan warga setempat selama lima tahun karena lokasinya dekat situs bersejarah dan khawatir akan dampak lingkungan. Pukulan telak datang dari pengadilan negara bagian yang membatalkan izinnya pada Maret lalu karena cacat prosedural. Mitra pengembang, Compass Datacenters, memutuskan keluar, membuat Blackstone memilih untuk menghentikan proyek. Tindakan Blackstone ini dianggap sebagai sinyal penting. Sebagai pemain utama di industri pusat data, mereka baru-baru ini juga menjual aset matang sambil membatalkan proyek raksasa, mirip strategi "keluar di puncak" yang pernah mereka terapkan di pasar gedung perkantoran. Industri pusat data AI menghadapi tantangan nyata: pembatasan pasokan listrik (konsumsi listrik pusat data AS diproyeksikan meningkat tiga kali lipat pada 2035), penolakan akar rumput yang meluas (lebih dari 800 grup penentang di AS), dan pengaturan kebijakan lokal yang semakin ketat. Laporan menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun ini, proyek pusat data senilai US$130 miliar di AS tertunda atau terhambat. Keterbatasan infrastruktur dan resistensi sosial mulai membatasi laju ekspansi yang sebelumnya deras.

marsbit07/06 01:10

Pusat Data Terbesar di Dunia Batal

marsbit07/06 01:10

活动图片