# Artikel Terkait Filantropi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Filantropi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Micron Membungkam Para Short Seller, dan Membuat 'Buffett' India Menyesal: Jual Terlalu Dini, Kehilangan Untung Rp 310 Triliun

Mohnish Pabrai, investor yang dijuluki "Warren Buffett India", menyesali keputusan investasinya pada Micron dan SK Hynix. Ia membeli saham Micron pada 2017 dan menjualnya pada September 2023, hanya meraih keuntungan sekitar dua kali lipat. Setelah dijual, saham Micron melonjak lebih dari 15 kali lipat dalam dua tahun, menyebabkan perkiraan kerugian peluang senilai sekitar $20 miliar. Pabrai juga menjual saham SK Hynix terlalu dini. Dalam wawancara, ia mengaku melanggar prinsip investasinya sendiri: "Saya sangat menyesal. Saya melanggar aturan saya sendiri, menjual perusahaan yang seharusnya saya pegang selamanya." Riset awalnya menunjukkan pasar memori global akan didominasi oleh tiga pemain (Samsung, SK Hynix, Micron) dengan struktur oligopoli yang menguntungkan, yang juga dikonfirmasi oleh Buffett dan Charlie Munger. Namun, ia keluar karena khawatir dengan ekspansi kapasitas Samsung, tepat sebelum lonjakan permintaan HBM (High Bandwidth Memory) didorong oleh AI seperti ChatGPT. Pabrai berbagi tiga prinsip inti investasinya: hindari leverage, utamakan daya tahan "parit pertahanan" (competitive moat) perusahaan, dan nilai integritas manajemen. Ia menekankan bagi sebagian besar investor, membeli indeks pasar adalah pilihan terbaik. Di akhir, Pabrai menyatakan tujuan akhirnya adalah menyumbangkan semua kekayaannya sebelum perkiraan tanggal kematiannya. Ia berfilosofi, "Kekayaan hilang, tidak ada yang hilang; kesehatan hilang, sesuatu hilang; karakter hilang, segalanya hilang."

marsbit06/25 04:31

Micron Membungkam Para Short Seller, dan Membuat 'Buffett' India Menyesal: Jual Terlalu Dini, Kehilangan Untung Rp 310 Triliun

marsbit06/25 04:31

活动图片