24 Jam Saya Dibombardir di Dubai
Jam 8:00 pagi: Bangun dengan notifikasi perang AS-Israel ke Iran. Meski di Dubai, saya awalnya tak khawatir karena menganggap Uni Emirat Arab netral dan aman.
Sepanjang hari, laporan serangan missile mulai bermunculan. Jam 4:30 sore, saya dengar ledakan keras dan mencium bau mesiu, tapi kehidupan di jalanan masih normal. Malam hari, ledakan makin sering terdengar.
Jam 12:30 tengah malam, serangan makin gencar. Saya mengungsi ke garasi bawah tanah dengan warga lain. Setelah satu jam, kami diperbolehkan kembali.
Keesokan paginya, serangan masih berlanjut. Dubai sebagai pusat pariwisata dan investasi akan terdampak, terutama sektor turis dan properti. Stabilitas adalah kunci bagi perekonomian yang bergantung pada imigran dan modal asing.
Meski demikian, kemungkinan perang darat sangat kecil. Uni Emirat Arab efisien dan kaya, mampu menangani krisis ini.
marsbit03/01 14:07