# Artikel Terkait Timur Tengah

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Timur Tengah", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

AI Dominan dalam Pergerakan Pasar, Saham Marvell Naik >14% di Sesi Malam, Emas Naik 1%, Harga Aluminium Tertinggi 4 Tahun, Bitcoin Tembus ke Bawah 70 Ribu

Pasar saham global pulih setelah penurunan singkat, didorong oleh minat beli kembali saham terkait AI yang meningkatkan selera risiko. Sementara itu, ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran mengumumkan penundaan negosiasi dengan AS, mengganggu pasar. Indeks MSCI Global naik 0.1%. Saham Asia bangkit, dengan indeks Korsel (Kospi) yang sensitif terhadap AI naik 0.1%. Berjangka Nasdaq 100 mempersempit kerugian, didongkrak oleh lonjakan saham Marvell lebih dari 14% dalam perdagangan malam. Minat terhadap saham teknologi kembali terlihat. Di pasar komoditas, harga emas naik sekitar 1%. Harga minyak Brent bertahan di sekitar $94 per barel. Harga aluminium mencapai level tertinggi sejak 2022, didorong oleh kekhawatiran pasokan dari konflik Timur Tengah dan prospek permintaan industri. Harga tembaga juga menguat. Analis memperingatkan bahwa reli AI tetap rentan terhadap berita geopolitik yang dapat memicu kembali kekhawatiran inflasi. Beberapa investor mulai berhati-hati dengan valuasi yang sudah teregang. Yen melemah terhadap dolar AS di sekitar 159.70, dengan pejabat Jepang menyatakan kesiapan untuk intervensi. Hasil obligasi pemerintah Jepang dan AS menguat. Pasar memusatkan perhatian pada data ekonomi AS minggu ini, termasuk laporan pekerjaan bulan Mei, untuk petunjuk tentang kesehatan ekonomi dan jalur kebijakan Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru.

华尔街日报06/02 07:44

AI Dominan dalam Pergerakan Pasar, Saham Marvell Naik >14% di Sesi Malam, Emas Naik 1%, Harga Aluminium Tertinggi 4 Tahun, Bitcoin Tembus ke Bawah 70 Ribu

华尔街日报06/02 07:44

Tatanan Minyak Menuju Keruntuhan, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya di Timur Tengah?

Tatanan minyak global sedang menuju keruntuhan setelah Iran memblokade Selat Hormuz pada Maret 2026, merespons serangan AS-Israel atas fasilitas nuklirnya. Blokade ini memicu krisis energi global dengan harga minyak melampaui $110 per barel. AS mengerahkan pasukan besar, termasuk kapal induk "USS Tripoli" dan 50.000 personel, namun menghadapi kebuntuan strategis. Inti krisis adalah runtuhnya "kesepakatan tersembunyi" selama 40 tahun: AS tidak mengganggu rezim Iran, Iran tidak menyentuh Hormuz. Serangan AS-Israel terhadap program nuklir Iran dianggap melanggar kesepakatan, memicu pembalasan Iran. Iran kini menerapkan "blokade selektif", mengizinkan kapal negara netral (seperti Jepang/Korea) melewati selat sambil memblokir sekutu AS, menggunakan "hak lintas" sebagai alat politik. Dampak struktural jangka panjang mulai terlihat: - Arab Saudi mengaktifkan pipa minyak Timur-Barat ke Yanbu untuk menghindari Hormuz. - Iran mengusulkan "yuan China untuk akses selat", melemahkan dominasi dolar AS dalam perdagangan minyak. - Monopoli keamanan maritim AS terkikis saat negara-negara bernegosiasi langsung dengan Iran. Dua skenario ke depan: perang darat besar-besaran AS untuk merebut pulau minyak Iran, atau jalan diplomatik melalui perundingan rahasia (mungkin di Islamabad). Bagaimanapun, perubahan fundamental dalam aliansi, logistik energi, dan sistem minyak-dolar telah dimulai dan tidak dapat diputar kembali.

marsbit03/26 10:58

Tatanan Minyak Menuju Keruntuhan, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya di Timur Tengah?

marsbit03/26 10:58

Harga Minyak, Inflasi, Kenaikan Suku Bunga: Bagaimana Api Perang Timur Tengah Menggoyang 'Domino' Ekonomi Global?

KONFLIK TIMUR TENGAH DAN DAMPAK EKONOMI GLOBAL: Ringkasan Serangan militer AS-Israel terhadap Iran memicu ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu perekonomian global. Analisis ini menyoroti dua skenario utama: **Skenario 1: Konflik Singkat (4-7 hari)** Kenaikan harga minyak akan bersifat sementara (hanya "war premium") dan dampak makro ekonomi global tidak akan berkelanjutan. **Skenario 2: Perang Berkepanjangan** Harga minyak berpotensi melonjak ke level $100-$140/barel akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak dan LNG vital. Dampaknya akan parah: * **Global & Perdagangan:** Guncangan pasokan energi, gangguan rantai pasok, dan penurunan volume perdagangan. * **AS:** Inflasi biaya hidup memburuk, mempersulit suku bunga The Fed. Konsumen tertekan. * **Eropa:** Paling rentan. Krisis energi baru dapat terjadi, menjebak ECB antara inflasi yang tinggi dan pertumbuhan yang melambat. * **Asia:** Neraca perdagangan memburuk, inflasi meningkat karena ketergantungan tinggi pada impor minyak Timur Tengah. Bank sentral mungkin harus mengetatkan kebijakan. Pasar keuangan akan bereaksi dengan aksi safe-haven (lindung nilai) pada tahap awal. Dolar AS bisa menguat, sementara Euro, Yen, dan mata uang emerging market melemah. Situasi ini dibandingkan dengan krisis 2022, tetapi dengan risiko gangguan pasokan minyak yang lebih besar meski kondisi cadangan minyak global sedikit lebih baik.

比推03/02 19:12

Harga Minyak, Inflasi, Kenaikan Suku Bunga: Bagaimana Api Perang Timur Tengah Menggoyang 'Domino' Ekonomi Global?

比推03/02 19:12

活动图片