SEC Berikan Izin untuk 'Saham Token Liar': Sebuah Revolusi di Mana Perusahaan Publik Dicabut Hak Vetonya
SEC dikabarkan akan segera merilis kerangka "Pengecualian Inovasi" untuk saham tokenisasi. Poin utamanya: pihak ketiga dapat menerbitkan dan memperdagangkan token yang mewakili saham perusahaan publik (seperti Tesla atau Apple) tanpa persetujuan dari perusahaan itu sendiri. Ini berarti muncul "pasar bayangan" yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan.
Langkah ini melegitimasi model seperti "kustodian sertifikat" dan "sintetis," di mana token diterbitkan berdasarkan saham yang ada atau kontrak derivatif, tanpa memerlukan persetujuan emiten. Insiden Robinhood tahun lalu terkait token OpenAI dan SpaceX menjadi preseden, dan kini SEC tampak mengubah aturan untuk mengizinkan praktik serupa.
Dampaknya, platform perdagangan rantai (chain) dan DeFi bisa mendapatkan keuntungan besar dengan akses 24/7 ke pasar saham AS. Namun, perusahaan publik dan lembaga kliring tradisional mungkin khawatir karena kontrol mereka atas perdagangan saham berkurang. Kerangka ini masih memiliki batasan seperti daftar putih, batas volume, dan masa uji coba 12-36 bulan, yang bisa membatasi potensi kombinasinya dengan DeFi. Jika berhasil, langkah ini dapat mengubah infrastruktur keuangan dengan memindahkan aset kelas terbesar dunia ke rantai blokir.
marsbit05/19 01:39