Pemungutan Suara RUU Mendekat, Mengapa Coinbase 'Mundur' di Menit Terakhir?
Rancangan undang-undang AS, CLARITY Act, yang akan menentukan masa depan regulasi cryptocurrency, memicu perpecahan di industri. Coinbase, dipimpin CEO Brian Armstrong, menarik dukungan karena khawatir aturan baru akan melarang pembayaran imbal hasil untuk stablecoin yang dipegang secara statis—sumber pendapatan kritis senilai $1,4 miliar bagi perusahaan. Sementara itu, pemain besar lain seperti a16z, Ripple, Kraken, dan Coin Center mendukung RUU tersebut, mengutamakan kepastian hukum dan keuntungan strategis jangka panjang. Konflik ini mencerminkan benturan antara idealisme tanpa kompromi ala Silicon Valley dan pragmatisme politik ala Washington, serta mengekspos ketegangan mendalam antara visi revolusioner dan realitas bisnis dalam ekosistem crypto.
marsbit01/16 03:16