iQiyi Terlalu Terburu-buru
Artikel ini membahas kontroversi seputar peluncuran "Perpustakaan Artis AI" iQiyi pada 20 April 2026. Platform streaming tersebut mengumumkan lebih dari 100 artis, termasuk Zhang Ruoyun dan Yu Hewei, telah bergabung. Namun, banyak dari mereka segera membantah telah menandatangani otorisasi terkait AI.
CEO iQiyi Gong Yu menyatakan AI dapat membantu aktor meningkatkan produktivitas, bahkan menyebut produksi film dengan aktor manusia suatu hari nanti bisa menjadi "warisan budaya dunia". Pernyataan ini memicu gelombang kritik dan diskusi online, dengan topik "iQiyi sudah gila" menjadi trending.
Artikel ini berpendapat bahwa langkah iQiyi didorong oleh tekanan kompetisi dari platform seperti Douyin, Kuaishou (dengan drama pendeknya), Bilibili, dan Xiaohongshu, serta penurunan pendapatan selama dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025). iQiyi berusaha menggunakan cerita AI yang sedang populer untuk membangkitkan kepercayaan investor, terutama menjelang rencana pencatatan sahamnya di Hong Kong.
Tiga poin refleksi utama yang diajukan untuk iQiyi adalah: 1) Peran AI yang seharusnya sebagai alat bantu, bukan pengganti utama kreativitas manusia. 2) Pertanyaan apakah penonton lebih menyukai "rasa manusia" atau AI yang dingin dalam konten. 3) Pentingnya menyeimbangkan kepentingan platform, artis, dan penonton, dengan menghormati hak肖像 (portrait rights) dan nilai seni aktor nyata.
marsbit04/21 07:09