# Artikel Terkait Investasi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Investasi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Ketika Keyakinan Menjadi Sangkar: Jebakan Biaya Terbenam di Era Kripto

Pada era kripto saat ini, banyak orang terjebak dalam "sunk cost fallacy" atau jebakan biaya tertanam, di mana mereka terus bertahan karena investasi waktu, uang, atau keyakinan masa lalu—meski peluang dan minat telah berubah. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana keyakinan pada Bitcoin dan aset kripto lainnya, yang awalnya didorong visi transformasi finansial, kini sering berubah menjadi penjara psikologis. Dengan adopsi institusional seperti ETF Bitcoin dan Ethereum yang mengalirkan miliaran dolar, serta perusahaan seperti Robinhood yang membangun di atas teknologi blockchain, kripto semakin terintegrasi dengan tradisional finansial. Namun, bagi banyak pelaku awal, pertumbuhan ini tidak selalu berarti keuntungan finansial atau kepuasan. Penulis membagikan pengalaman pribadi terjebak dalam permainan poker selama sepuluh tahun sebelum beralih ke kripto, menekankan pentingnya mengenali ketika suatu jalur tidak lagi melayani tujuan seseorang. Ia mengategorikan komunitas kripto menjadi empat "kubu" berdasarkan keyakinan pada Bitcoin, altcoin, keduanya, atau tidak sama sekali, dan menyarankan agar hanya mereka yang masih percaya pada potensi pertumbuhan (kubu 2a) yang berkomitmen penuh. Bagi lainnya, disarankan untuk mendiversifikasi waktu dan keterampilan, menyiapkan rencana keluar, dan menjelajahi peluang di luar kripto—seperti AI atau robotika—untuk menghindari jebakan biaya tertanam. Kebebasan dimulai dengan mengakui bahwa masa lalu tidak boleh mengikat masa depan, dan dunia penuh dengan kemungkinan di luar "gua" kripto.

深潮12/12 10:07

Ketika Keyakinan Menjadi Sangkar: Jebakan Biaya Terbenam di Era Kripto

深潮12/12 10:07

Yilihua | Laporan Riset Terbaru Trend Research: Wall Street Sudah Diam-diam Membangun Posisi, Apakah ETH Anda Masih di Dalam?

Riset terbaru dari Trend Research oleh Yi Lihua menyoroti prospek Ethereum (ETH) pasca-turunnya pasar pada 10 November. Meskipun kondisi pasar masih lesu, optimisme untuk aset kriptus utama seperti ETH tetap kuat, didorong oleh integrasi yang semakin dalam dengan keuangan tradisional. Ketua SEC AS, Paul Atkins, menyatakan bahwa seluruh pasar keuangan AS dapat bermigrasi ke blockchain dalam beberapa tahun ke depan. Tokenisasi aset menawarkan transparansi, penyelesaian T+0, dan pengurangan risiko sistemik. Wall Street telah membentuk jaringan naratif yang menghubungkan elite politik-ekonomi AS, obligasi pemerintah AS, stablecoin, dan RWA (Real World Assets) yang terutama dijalankan di Ethereum dan Layer 2-nya. Dari sisi nilai, ETH adalah satu-satunya blockchain mayor yang pulih dengan cepat setelah penurunan, dengan TVL RWA mencapai $124 miliar (64.5% dari total crypto). Upgrade Fusaka Ethereum juga menjadi tonggak penting dengan memperkenalkan mekanisme pembakaran ETH yang lebih efektif melalui EIP-7918, mengikat biaya blob ke base fee L1. Hal ini telah meningkatkan pembakaran ETH secara signifikan, dengan blob fee menyumbang 98% dari total pembakaran. Secara teknis, leverage di pasar berhasil dibersihkan selama penurunan, dan rasio ETH/BTC menunjukkan stabilitas yang tidak biasa. Persediaan ETH di exchange berada di level terendah sejarah (10% dari total suplai). Dengan kebijakan moneter yang lebih lunak dari AS dan Tiongkok, serta sentimen regulasi yang membaik, ETH berada di posisi yang menarik untuk akumulasi.

marsbit12/12 05:08

Yilihua | Laporan Riset Terbaru Trend Research: Wall Street Sudah Diam-diam Membangun Posisi, Apakah ETH Anda Masih di Dalam?

marsbit12/12 05:08

Masa Kejayaan Brankas Aset Digital Memudar, Saham Twenty One Anjlok 20% di Hari Perdana IPO

Aset kripto mengalami penurunan signentak, dan hal ini berdampak pada perusahaan yang berfokus pada Bitcoin. Twenty One Capital, perusahaan penyimpanan Bitcoin yang didukung oleh Tether dan SoftBank, mengalami penurunan saham sekitar 20% pada hari pertama penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek New York. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan valuasi dan ketidakpastian model bisnis perusahaan di tengah volatilitas tinggi pasar aset digital. Perusahaan ini memiliki sekitar 43.500 Bitcoin dalam cadangannya, tetapi harga Bitcoin sendiri telah turun lebih dari 25% sejak mencapai rekor sekitar $126.000 pada Oktober lalu. Meskipun didukung oleh pemegang saham besar seperti Tether dan SoftBank, serta dipimpin oleh Jack Mallers—pendiri Strike—investor tetap bersikap hati-hati karena kurangnya kejelasan mengenai sumber pendapatan dan profitabilitas perusahaan di masa depan. Tekanan serupa juga dialami oleh perusahaan serupa lainnya, seperti Metaplanet asal Jepang, yang mencatat kerugian tidak terealisasi signifikan akibat penurunan harga Bitcoin. Laporan menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang mengadopsi model "digital asset treasury" menghadapi tantangan dalam mempertahankan valuasi saat harga Bitcoin berfluktuasi. Intinya, meskipun memiliki cadangan Bitcoin besar dan dukungan investor kuat, pasar masih mempertanyakan keberlanjutan model bisnis yang mengaitkan nilai saham secara langsung dengan harga Bitcoin. Inovasi dan dukungan modal saja tidak cukup—perusahaan perlu memiliki jalur profitabilitas yang jelas dan mekanisme operasi yang transparan untuk bertahan dalam ujian ketat pasar.

cointelegraph_中文12/11 23:26

Masa Kejayaan Brankas Aset Digital Memudar, Saham Twenty One Anjlok 20% di Hari Perdana IPO

cointelegraph_中文12/11 23:26

活动图片