# Artikel Terkait Kecerdasan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Kecerdasan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Claude Mythos Ditutup, Membuat Saya Melihat Biaya Sebenarnya dari Menyewa AI

Kisah penutupan tiba-tiba Mythos oleh Claude mengungkap risiko kritis yang sering diabaikan oleh perusahaan rintisan: ketika kemampuan inti bisnis bergantung sepenuhnya pada platform eksternal, kendali atas kelangsungan hidup mereka berada di tangan pihak lain. Insiden ini memicu pertanyaan mendalam, bukan hanya tentang biaya, tetapi tentang siapa yang sebenarnya memiliki kecerdasan yang menjadi fondasi produk. Selama ini, penggunaan model AI "sewaan" seperti API dari lab-lab besar memang mempermudah dan terasa seperti infrastruktur. Namun, batasannya menjadi jelas: pihak penyedia bisa mengubah aturan, menaikkan biaya, atau bahkan menghentikan layanan kapan saja, seperti yang dialami Mythos. Maka, fokusnya bergeser dari sekadar biaya ke masalah kedaulatan. Alternatifnya adalah "memiliki" kecerdasan. Ini dilakukan dengan memulai dari model sumber terbuka yang kuat, lalu melatihnya ulang (*fine-tuning*) secara mendalam menggunakan data, alur kerja, dan pengetahuan khusus bidang perusahaan itu sendiri. Dengan pendekatan ini, model berubah dari generik menjadi aset unik yang mencerminkan nilai bisnis inti. Keunggulannya adalah kontrol penuh dan ketahanan. Masa depan AI tidak akan didominasi oleh satu model "terdepan" tunggal. Akan ada banyak "batas depan": model generik dari lab besar, model yang disesuaikan dengan pengetahuan perusahaan, model khusus untuk masalah sempit, serta sistem yang mengarahkan permintaan ke kumpulan model terbaik. Perusahaan yang unggul adalah yang mampu mengubah kecerdasan menjadi aset khusus mereka sendiri.

marsbit06/16 02:12

Claude Mythos Ditutup, Membuat Saya Melihat Biaya Sebenarnya dari Menyewa AI

marsbit06/16 02:12

Pendiri Baixing: Kami Berubah dari Pemimpin AI Menjadi Penunjuk Jalan AI

Pendiri Baixing (百姓网) membagikan refleksi pribadinya tentang pergeseran peran manusia dalam bekerja bersama AI. Ia menggambarkan bahwa sebelumnya manusia dianggap sebagai "pemimpin" AI, namun kini perannya lebih mirip "pengantar jalan" atau "tukang reparasi" yang melayani AI. Dalam pengalamannya menggunakan Claude Code, AI kini melakukan pekerjaan intelektual nyata—menganalisis, menulis spesifikasi, meninjau kode—sering dalam waktu lama. Sementara itu, ia menemukan dirinya banyak menunggu dan melakukan tugas pendukung seperti menyediakan file, memberikan akses, atau mencarikan dokumentasi yang dibutuhkan AI. Ia menyadari bahwa AI dalam banyak aspek konkret telah melampaui kecerdasannya: lebih cepat, lebih akurat, dan tak kenal lelah dalam menerjemahkan kebutuhan menjadi kode atau mengolah dokumen. Meski awalnya terasa merendahkan, ia akhirnya menerima dan menemukan nilai dalam peran barunya. Sebagai "pengantar jalan", tugas utamanya adalah membawa AI ke dalam konteks spesifik perusahaan—memperkenalkan aturan, sejarah, preferensi, dan pengetahuan domain yang tidak dimiliki AI. Tanpa manusia yang membukakan pintu ini, AI tidak dapat bekerja secara optimal di lingkungan organisasi yang unik. Hubungan ini bukan lagi hubungan atasan-bawahan atau tuan-pelayan, melainkan kemitraan yang aneh antara "pengantar jalan" dan "ahli". Manusia, dengan pengetahuannya yang mendalam tentang perusahaan, menjadi mitra yang tak tergantikan bagi kecerdasan AI yang lebih umum. Ia menyimpulkan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah manusia memiliki mitra yang lebih cerdas dalam hal tertentu, dan peran kita adalah memandunya masuk ke dalam dunia nyata yang kompleks.

链捕手05/20 14:38

Pendiri Baixing: Kami Berubah dari Pemimpin AI Menjadi Penunjuk Jalan AI

链捕手05/20 14:38

活动图片