# Artikel Terkait Kripto Institusional

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Kripto Institusional", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bagaimana Institusi Mengatur Portofolio Aset Kripto di Q1, Siapa yang Menambah dan Siapa yang Mundur?

Laporan posisi 13F untuk kuartal pertama tahun 2026 mengungkapkan perbedaan taktik yang tajam di kalangan institusi terkait aset kripto, dengan ETF spot bitcoin kini menjadi arena perebutan modal global. Di satu sisi, sinyal akuisisi kuat datang dari **dana kekayaan kedaulatan Abu Dhabi, Mubadala**, yang terus meningkatkan kepemilikannya di iShares Bitcoin Trust (IBIT) BlackRock. **JP Morgan Chase** juga menaikkan eksposur IBIT-nya sebesar 174%. Bank-bank seperti **Royal Bank of Canada, Scotiabank, dan Barclays** turut menambah kepemilikan ETF bitcoin, namun dengan perlindungan asimetris menggunakan opsi untuk mengelola risiko. Di sisi lain, **Dana Abadi Universitas Harvard** melakukan penarikan besar-besaran, memotong posisi IBIT-nya sebesar 43% dan menghapus seluruh kepemilikan ETF spot ethereum BlackRock (ETHA). Dana tersebut kemudian dialihkan ke aset tradisional seperti saham TSMC, Microsoft, dan Alphabet. Namun, perguruan tinggi Ivy League lainnya seperti **Brown University dan Dartmouth College** mempertahankan posisi mereka, dengan Dartmouth bahkan beralih ke ETF staking ethereum dan membuka posisi baru di ETF staking solana. Perbedaan juga terlihat di tempat lain: **hedge fund Jane Street** mengurangi posisi bitcoin secara signifikan, sementara **Wells Fargo** justru meningkatkan eksposur ethereum. Laporan ini menunjukkan bahwa institusi kini menerapkan strategi tradisional dari dunia saham—seperti pembelian, penjualan, lindung nilai, dan rotasi—ke dalam pasar kripto melalui ETF. Laporan 13F kuartal kedua akan menguji apakah penarikan Harvard merupakan pengecualian atau awal dari tren yang lebih luas di kalangan dana abadi.

marsbit05/18 02:57

Bagaimana Institusi Mengatur Portofolio Aset Kripto di Q1, Siapa yang Menambah dan Siapa yang Mundur?

marsbit05/18 02:57

Wall Street Bertaruh Penuh pada RWA: BlackRock, Franklin, dan Morgan Stanley Sedang Memindahkan Pasar Keuangan ke Blockchain

Penulis: Climber, CryptoPulse Labs Dalam beberapa tahun terakhir, industri crypto mengalami berbagai tren seperti DeFi, NFT, dan Meme. Namun, yang benar-benar menarik minat Wall Street secara besar-besaran bukanlah aset kripto yang bergejolak tinggi, melainkan RWA (Real World Assets). Saat ini, pasar global RWA telah melampaui $30 miliar. Belakangan ini, raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan JPMorgan Chase semakin aktif. Mulai dari dana tokenisasi, produk pasar uang on-chain, hingga saham tokenisasi dan instrumen hasil on-chain, Wall Street secara bertahap memindahkan pasar keuangan tradisional ke blockchain. Makna di balik ini bukan sekadar meluncurkan beberapa produk on-chain, tetapi lebih mirip dengan peningkatan struktur dasar sistem keuangan global. 1. **BlackRock Berkembang: Dana On-Chain Mulai Terintegrasi dengan Sistem Keuangan Tradisional** BlackRock terus memperluas kehadirannya dengan mengajukan struktur dana tokenisasi baru ke SEC AS, didukung oleh platform aset digital Securitize. Poin kuncinya adalah integrasi kepemilikan saham dana on-chain ke dalam sistem agen transfer dan akses investor yang diatur. Ini meruntuhkan tembok antara keuangan on-chain dan tradisional. Dana BUIDL mereka, diluncurkan pada 2024 bersama Securitize, telah tumbuh menjadi sekitar $2,3 miliar, menunjukkan efisiensi yang dibawa blockchain melalui penyelesaian real-time, pencatatan transparan, dan likuiditas 24/7. 2. **Franklin Templeton & Kraken: Akselerasi Saham Tokenisasi dan Produk Hasil On-Chain** Franklin Templeton bekerja sama dengan Payward (induk Kraken) untuk mengeksplorasi peluang tokenisasi produk keuangan tradisional. Kolaborasi ini mencakup saham tokenisasi, layanan kustodian, produk hasil dikelola aktif, dan layanan likuiditas kripto tingkat institusi. Mereka meneliti versi on-chain untuk produk keuangan Franklin Templeton, menandakan pergeseran di mana keuangan tradisional aktif mendekati pasar kripto. Layanan saham tokenisasi Kraken, xStocks, telah mencatat volume perdagangan kumulatif lebih dari $30 miliar, membuktikan permintaan riil untuk perdagangan sekuritas on-chain yang dapat beroperasi secara global dan real-time. 3. **JPMorgan Chase Majukan Dana Pasar Uang On-Chain: Pembentukan Sistem Dollar On-Chain** JPMorgan Chase mengajukan dana pasar uang tokenisasi kedua (JLTXX), yang akan menerbitkan token digital di Ethereum dengan aset dasar berupa obligasi pemerintah AS dan perjanjian repo. Produk seperti ini, mirip dengan stablecoin versi institusi, memecahkan masalah hasil (yield) untuk dolar on-chain. Dengan memungkinkan dana on-chain diinvestasikan dalam dana pasar uang tokenisasi, terbentuklah ekosistem dolar on-chain yang lengkap. Tokenisasi obligasi AS adalah segmen RWA yang tumbuh paling cepat, dan partisipasi bank besar seperti JPMorgan menandakan pembangunan serius sistem dolar on-chain. **Kesimpulan:** Industri kripto sedang bertransisi dari pasar spekulasi berisiko tinggi menuju pembangunan sistem keuangan baru. RWA menjadi salah satu tema utama dalam fase ini, di mana semakin banyak lembaga melihat blockchain sebagai komponen penting masa depan infrastruktur keuangan global.

marsbit05/14 02:54

Wall Street Bertaruh Penuh pada RWA: BlackRock, Franklin, dan Morgan Stanley Sedang Memindahkan Pasar Keuangan ke Blockchain

marsbit05/14 02:54

活动图片