Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, Bitcoin Terjual sebagai Aset Aman Turun ke US$61.700
Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar $61.700 pada Senin, 13 Juli, didorong oleh sentimen menghindari risiko di pasar global menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz antara AS dan Iran. Analis pasar menyatakan bahwa ketegangan ini memicu kekhawatiran inflasi baru, mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve AS, dan menyebabkan aliran keluar dari aset berisiko seperti Bitcoin. Penurunan ini juga diperburuk oleh melambatnya aliran dana ETF institusional dan likuidasi posisi long yang digelembungkan dengan leverage setelah Bitcoin gagal menembus level resistensi kunci.
Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, para analis dari Falconedge, Leveraged, Arch, dan Ethra Invest memandang ini sebagai konsolidasi pasar yang sehat dalam siklus kenaikan jangka panjang Bitcoin. Mereka menekankan bahwa penurunan lebih disebabkan oleh faktor makroekonomi, posisi perdagangan, dan likiditas, daripada kehilangan kepercayaan mendasar terhadap aset digital tersebut. Perhatian kini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis, yang akan memberikan panduan lebih lanjut mengenai kebijakan moneter Fed dan dapat memengaruhi sentimen pasar. Secara keseluruhan, struktur pertumbuhan Bitcoin jangka panjang dianggap tetap utuh.
Foresight News07/14 08:36