# Artikel Terkait Perdagangan Frekuensi Tinggi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Perdagangan Frekuensi Tinggi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

"Antrean Berbayar" Milidetik: Bagaimana Hyperliquid Mengubah Biaya Prioritas Menjadi Bisnis Bernilai Puluhan Juta Dolar per Tahun?

Penulis: Jae, PANews Di pasar tradisional, institusi perdagangan frekuensi tinggi mengeluarkan jutaan dolar untuk keunggulan latensi milidetik. Kini, Hyperliquid memindahkan kompetisi ini ke blockchain dengan aturan baru: membayar token HYPE untuk "menyela" dalam antrian eksekusi order. Mekanisme "Priority Fee" (Biaya Prioritas) ini telah menghasilkan pendapatan protokol lebih dari $5 juta. Dengan tingkat saat ini, pendapatan tahunan dari fitur ini dapat mendukung pembelian kembali (buyback) token HYPE senilai lebih dari $30 juta, atau sekitar 7% dari total pendapatan protokol. Sistem ini memiliki dua jalur utama: 1. **Gossip Priority**: Lelang slot untuk menerima data pasar lebih cepat (~25 milidetik lebih awal), diadakan setiap 3 menit. 2. **Order Priority**: Trader dapat menentukan biaya (0-8 basis points) untuk mempercepat eksekusi order mereka (~45 milidetik lebih cepat per basis point). Mekanisme ini mengubah perlombaan perangkat keras menjadi permainan ekonomi yang transparan. Bagi pedagang besar dan market maker, membayar biaya prioritas adalah "uang perlindungan" yang penting untuk kepastian eksekusi, terutama dalam arbitrase atau menghindari likuidasi. Ini meningkatkan likuiditas tetapi juga berpotensi merugikan pengguna retail dengan eksekusi yang lebih lambat dan slippage yang lebih besar saat volatilitas tinggi. Keuntungan krusial bagi protokol Hyperliquid adalah kemampuan menangkap nilai MEV (Maximum Extractable Value) yang biasanya mengalir ke pihak eksternal, dan menjadikannya pendapatan internal. Pertumbuhan ekoship platform juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan akan fitur ini, menciptakan siklus pertumbuhan yang positif. Biaya prioritas juga memperkuat model ekonomi token HYPE melalui: * **Efek deflasi baru**: HYPE yang dibayarkan sebagai biaya prioritas langsung dibakar. * **Efek pengendapan dana**: Untuk membayar Order Priority, pedagang harus menyimpan HYPE yang tidak didelegasikan di akun mereka, mengunci pasokan yang beredar. Dengan demikian, Hyperliquid menunjukkan bagaimana jaringan terdesentralisasi dapat menciptakan nilai ekonomi riil dari sumber daya digital (latensi) untuk membiayai diri sendiri, menawarkan alternatif untuk model subsidi melalui inflasi token yang umum. Tantangan ke depan adalah menyeimbangkan kebutuhan efisiensi pedagang besar dengan keadilan bagi pengguna retail.

marsbit17j yang lalu

"Antrean Berbayar" Milidetik: Bagaimana Hyperliquid Mengubah Biaya Prioritas Menjadi Bisnis Bernilai Puluhan Juta Dolar per Tahun?

marsbit17j yang lalu

Jane Street: Operator Terkuat di Balik Layar Industri Kripto

Jane Street, raksasa quant Wall Street yang misterius, telah menjadi operator tersembunyi yang kuat di industri crypto melalui serangkaian penetrasi sistematis. Laporan 13F Q1 2026 menunjukkan perusahaan ini secara drastis mengurangi kepemilikan ETF Bitcoin spot seperti IBIT (71%) dan FBTC, sambil menambah alokasi ke ETF Ethereum sekitar $82 juta. Ini mencerminkan strategi market-making dan arbitrase mereka, bukan investasi jangka panjang. Sebagai Participant Authorized (AP) utama untuk hampir semua ETF Bitcoin spot AS (BlackRock, Fidelity, dll.), Jane Street bertindak sebagai "pipa" yang mengendalikan aliran likuiditas, menghasilkan keuntungan dari selisih harga (premium/diskon) antara ETF dan aset dasarnya. Perusahaan ini juga terlibat dalam kontroversi terkait runtuhnya Terra/LUNA pada Mei 2022. Gugatan hukum menuduh Jane Street menarik $85 juta UST hanya 10 menit setelah Terraform Labs menarik dana dari pool likuiditas, diduga menggunakan informasi internal, yang memicu spiral kematian dan menghindari kerugian besar. Di pasar prediksi terdesentralisasi seperti Polymarket, sebuah alamat yang diduga kuat terkait Jane Street (dulunya "JaneStreetIndia") muncul pada akhir 2025. Alamat bot ini menerapkan strategi arbitrase frekuensi tinggi pada kontrak "tebak naik/turun Bitcoin 15 menit", menghasilkan ratusan ribu dolar dengan tingkat kemenangan mendekati 100%, menunjukkan kemampuan teknis dan kecepatan ekstrem. Jane Street juga berinvestasi di banyak infrastruktur crypto seperti Kraken, 1inch, Arbitrum, dan saham pertambangan Bitcoin. Intinya, mereka tidak berinvestasi pada arah harga aset crypto, tetapi membangun dan menguasai lapisan infrastruktur likuiditas itu sendiri—mulai dari ETF, OTC, DeFi, hingga pasar prediksi—untuk secara konsisten mengambil keuntungan dari perbedaan harga, informasi, dan volatilitas. Kehadiran mereka menimbulkan pertanyaan: apakah ruang alpha yang ramah untuk retail di dunia crypto sedang dihapus secara permaneni oleh pendatang kuat dari Wall Street?

Foresight News06/16 03:38

Jane Street: Operator Terkuat di Balik Layar Industri Kripto

Foresight News06/16 03:38

活动图片